Behavioral Finance saat ini menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan investasi, karena mempengaruhi kemampuan investor secara nyata. Proses pengambilan keputusan investasi mengacu pada aspek psikologis dari investor tersebut. Hal ini menyebabkan sering terja dinya bias dalam mengambil keputusan investasi. Dalam kondisi ini, investor menyadari pengaruh psikologi dalam pengambilan keputusan investasi akan lebih mengarah pada keputusan yang bias karena investor merasa yakin akan kemampuan dirinya melebihi pertimbangan resiko.Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ambiguity aversion dan illusion of control dalam pengambilan keputusan investasi beresiko pada mahasiswa, serta menguji pengaruh gender terhadap keduanya. Variabel independen yang digunakan dala m penelitian ini adalah ambiguity aversion bias dan illusion of control bias. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan menggunakan within subject design dimana grup eksperimen sekaligus sebagai grup kontrolnya.Sampel penelitian ini adalah mahasiswa jurusan manajemen konsentrasi keuangan FEB-UB yang telah menempuh mata kuliah Manajemen Keuangan Lanjutan. Sebanyak 52 data dari penelitian eksperimen ini berhasil dikumpulkan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode one way ANOVA dan independent sample t- test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa (1) ambiguity aversion dan (2) illusion of control berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan investasi, namun keduanya tidak mempengaruhi besarnya dana yang diinvestasikan, (3) pengujian perbedaan gender terhadap behavioral finance menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan antara pria dan wanita, baik pada ambiguty aversion maupun illusion of control. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pria memiliki tingkat ambiguity aversion dan illusion of control yang lebih tinggi daripada wanita.Kata Kunci: perilaku keuangan, ambiguity aversion, llusion of control,gender, investasi.