Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

POLA RANTAI PERJALANAN PEMUDIK JABODETABEK-LAMPUNG PADA ANGKUTAN LEBARAN 2016 Nunuj Nurdjanah
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 15, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.712 KB) | DOI: 10.25104/mtm.v15i1.410

Abstract

Pilihan penggunaan moda angkutan bagi pemudik dari Jabodetabek cukup beragam, biasanya sesuai dengan anggaran biaya (budget) yang dimiliki oleh mereka. Pemudik yang menuju Lampung, pilihannya bisa melalui angkutan penyeberangan atau angkutan udara. Penelitian ini bertujuan, untuk menganalisis pola perjalanan pemudik dari asal (wilayah Jabodetabek) sampai ke kota tujuan (Lampung), guna memberikan informasi dan rekomendasi untuk perencanaan dan pengaturan penyediaan moda angkutan lebaran menuju Lampung. Berdasarkan survei dengan metode home interview kepada 6.906 sampel rumah tangga pemudik, dengan rumus Slovin diperoleh hasil bahwa potensi pemudik Jabodetabek sebanyak 13.162.458 orang dan sebanyak 593.313 orang atau sekitar 4.5% menuju Provinsi Lampung. Pola perjalanan pemudik menuju Lampung sebanyak 95% melalui angkutan penyeberangan, dan hanya 5% yang melalui angkutan udara. Bus merupakan moda utama dan moda lanjutan yang paling diminati pemudik menuju Lampung. Oleh karena itu penyediaan kapasitas sarana dan prasarana angkutan penyeberangan dan moda bus dari dan menuju Lampung harus lebih ditingkatkan pelayanannya, terutama pada saat puncak arus mudik lebaran.
BIAYA BBM AKIBAT KEMACETAN DI PERSIMPANGAN WILAYAH JABODETABEK FUEL COSTS BECAUSE OF CONGESTION IN THE INTERSECTION OF JABODETABEK Nunuj Nurdjanah
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 4 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i4.1201

Abstract

Pertumbuhan kendaraan di wilayah Jabodetabek cukup tinggi mencapai 15-20% per tahun, tidak seimbang dengan pertumbuhan jalan yang hanya 0.01% per tahun, sehingga diperkirakan pada Tahun 2014 akan terjadi kemacetan total di DKI Jakarta dan sekitarnya. Kemacetan telah mengakibatkan kerugian waktu, energi, kesehatan fisik maupun psikis. Dalam penelitian ini dihitung biaya BBM akibat kemacetan di persimpangan di wilayah Jabodetabek. Berdasarkan analisis dengan menggunakan Contram dalam penelitian ini, dapat diketahui biaya BBM yang dikeluarkan akibat kemacetan Tahun 2011 di persimpangan rawan macet di wilayah Jabodetabek sebagai berikut: DKI Jakarta ±3,7 triliun rupiah; Bogor ±97,7 milyar rupiah; Depok ±259,3 milyar rupiah; Tangerang ±488,7 milyar rupiah, Bekasi ±360 milyar. Total biaya BBM tahun 2011 di persimpangan wilayah Jabodetabek ±4,9 triliun rupiah, dan diperkirakan tahun 2016 meningkat menjadi ±6,09 triliun rupiah.
KEBUTUHAN FASILITAS TRANSPORTASI JALAN BAGI MOBILITAS PENYANDANG KETUNAAN REQUIREMENTS OF FACILITIES ROAD TRANSPORTATION FOR DISABILITIES MOBILITY Nunuj Nurdjanah
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i2.1212

Abstract

Para penyandang ketunaan atau penyandang disabilitas banyak yang kebingungan saat harus melakukan perjalanan baik dengan kendaraan umum maupun berkendaraan sendiri dengan sepeda motor atau mobil. Saat ini, kendaraan umum khususnya angkutan jalan banyak yang belum dilengkapi fasilitas khusus bagi penyandang ketunaan misalnya kemudahan untuk naik turun kendaraan maupun ruang/kursi khusus. Untuk berkendaraan sendiri dengan mobil atau sepeda motor, banyak diantara mereka yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) D dan ada yang bingung mengurus SIM khusus. Maksud penelitian ini adalah melakukan analisis dan evaluasi pemenuhan hak-hak penyandang ketunaan dalam menggunakan transportasi jalan untuk melakukan aktivitas sehari-hari ditinjau dari aspek ketersediaan fasilitas pendukungnya berdasarkan kebijakan yang diberlakukan. Jumlah penyandang ketunaan di Indonesia saat ini 2.126.000 orang atau sekitar 0,89% dari total penduduk Indonesia (237 juta jiwa). Berdasarkan persepsi 63 responden penyandang ketunaan di Kota Bandung mengenai penyediaan kendaraan umum hasilnya sebagai berikut: 35% responden menyarankan adanya ruang khusus bagi penyandang ketunaan khususnya untuk angkutan jenis bus; 29% menyarankan ada kursi khusus ditempatkan di dekat supir, sehingga mereka tidak kesulitan pada saat minta berhenti; 17% menyarankan adanya kepedulian dari para awak angkutan dengan bersikap baik, ramah dan ikhlas membantu penyandang ketunaan yang kesulitan naik angkutan umum; dan 10% responden menyarankan disediakannya taksi siap panggil kapan saja (on call) khusus bagi para penyandang ketunaan, yang juga bisa dimanfaatkan oleh ibu-ibu hamil dan lanjut usia. Untuk berkendaraan sendiri yang dibutuhkan para penyandang ketunaan adalah: pelayanan khusus pembuatan SIM D; standardisasi kendaraan bagi penyandang ketunaan dengan harga terjangkau/disubsidi; ada sosialisasi mengenai peraturan lalu lintas, rambu, marka dan tanda-tanda lalu lintas lainnya. Para penyandang ketunaan juga mengharapkan penyediaan prasarana transportasi jalan mengakomodir fasilitas khusus bagi penyandang ketunaan.
PENGGUNAAN SEPEDA MOTOR UNTUK MUDIK DI JAWA PADA ANGKUTAN LEBARAN 2012 THE USE OF MOTORCYCLES FOR HOME TO VILLAGE IN JAVA IN TRANSPORT THE DAY IDUL FITRI 2012 Nunuj Nurdjanah
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 1 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i1.1219

Abstract

Kepemilikan sepeda motor dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang siginifikan, sehingga penggunaan sepeda motor di jalan pun meningkat dengan tajam tak terkecuali pada masa Lebaran, sepeda motor dijadikan sebagai salah satu angkutan menuju kampung halaman baik jarak dekat maupun jarak jauh. Penggunaan sepeda motor untuk mudik ini telah menjadi fenomena setiap Lebaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi penggunaan sepeda motor pada angkutan Lebaran 2012. Berdasarkan hasil analisis terhadap data sekunder dari Polri dan Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2012 (Kemenhub) menunjukkan bahwa penggunaan sepeda motor untuk mudik Lebaran mengalami kenaikan sebesar 18,17% (dari jumlah 2.368.720  sepeda motor pada tahun 2011 menjadi 2.799.129  sepeda motor pada tahun 2012), dan dari total 8.302 kendaraan yang terlibat kecelakaan, sepeda motor yang terlibat sebanyak 5.710 unit atau meningkat 32% dibanding tahun 2011, dan mobil penumpang sebanyak 1.202 unit atau meningkat sebesar 46% dibanding tahun 2011. Berdasarkan persepsi pemudik sepeda motor menyatakan bahwa: alasan pemudik menggunakan sepeda motor sebanyak 38% menjawab lebih cepat, dan 31% menjawab lebih murah biayanya, sebanyak 29% menjawab lebih fleksibel/kenyamanan, dan 2% ada yang menjawab lebih nyaman; mengenai penggunaan sepeda motor pada Lebaran tahun 2013, sebanyak 89% pemudik akan menggunakan lagi, sementara 11% tidak akan menggunakan lagi dengan alasaan lelah dan keselamatan.