Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA KONSUMEN DI APOTEK “X“ TAHUN 2020: PROFILE OF ANTIBIOTIC USE ON CONSUMER IN "X" PHARMACY IN 2020 Markhamatul Aeni; Ikanah Wulandari; Aan Kunaedi; Tomi; Dinda Alifia Hapsari
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v3i2.544

Abstract

Antibiotik kini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat dimana antibiotik memiliki fungsi untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Antibiotik biasanya diresepkan oleh dokter ketika pasien tersebut menderita keluhan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, namun saat ini masyarakat sangat mudah mendapatkan antibiotik tanpa menggunakan resep. Antibiotik memiliki berbagai macam jenis, dosis , sediaan serta fungsi yang berbeda-beda jika jenis antibiotik dan dosis yang digunakan tidak sesuai dengan keluhan penyakit yang diderita oleh pasien maka dapat menyebabkan Resistensi Antibiotik. Penelitian ini dilakukan di Apotek “X” pada bulan Mei 2021. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari penjualan atau transaksi obat antibiotik periode Januari 2020 – Desember 2020. Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental dengan metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Data penjualan obat Antibiotik periode Januari 2020 – Desember 2020 berdasarkan pola penggunaan resep yaitu 538 transaksi sebanyak 21% sedangkan pola penggunaan non resep yaitu 2048 transaksi sebanyak 79%. Berdasarkan golongan antibiotik yang banyak digunakan adalah golongan antibiotik Penicilin yaitu Amoxycyclin dengan kekuatan dosis 500mg dan sediaan Kaplet.
Uji Hipoksia Asap Rokok Tembakau Dan Rokok Elektrik Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Aan Kunaedi; Tomi .; Sylviyah Nur Anissa’baniyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v3i1.63

Abstract

Rokok adalah produk tembakau yang penggunaannya dengan cara dibakar dan dihisap asapnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana tabacum, Nicotinia rustica, dan spesies lainnya atau sintesisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan. Rokok elektrik merupakan inovasi dari rokok tembakau. Hipoksia merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana dampak hipoksia pada hewan uji dan rokok manakah mempunyai dampak hipoksia paling cepat dari kedua rokok tersebut. Pengujian yang dilakukan yakni uji asap rokok dan uji organoleptis dari rokok tembakau dan rokok elektrik. Uji hipoksia asap rokok dilakukan terhadap 12 hewan uji mencit jantan putih (Mus musculus), hewan uji dibagi dalam 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3 hewan uji. Kotak nomor 1 untuk kelompok rokok tembakau kretek, kotak nomor 2 untuk kelompok rokok tembakau filter, kotak nomor 3 untuk kontrol, dan terakhir kotak nomor 4 untuk kelompok rokok elektrik. Kemudian hewan uji dimasukkan kedalam kotak berbahan acrilic dan diberi asap rokok, terkecuali kelompok kontrol tanpa asap rokok. Terjadinya hipoksia dihitung ketika mencit telah masuk kedalam kotak acrilic. Selanjutnya, untuk proses pengujian rokok elektrik sama seperti rokok tembakau. Hasil uji hipoksia pada rokok tembakau ditandai dengan sesak nafas, gerakan gelisah, kejang, hingga mati. Hasil uji hipoksia pada rokok elektrik dan kontrol tidak terjadinya hipoksia (negatif hipoksia).
GAMBARAN PELAKSANAAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS GEMBONGAN KABUPATEN CIREBON Indah Setyaningsih; Tomi Tomi; Nur Rahmi Hidayati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i2.194

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di tingkat global, regional, nasional, maupun lokal. Sebagian kuman tuberkulosis menyerang paru (TB paru) tetapi dapat menyerang berbagai organ dan jaringan tubuh lainya. penularan dapat terjadi ketika penderita tuberkulosis batuk, bersin, berbicara, atau meludah, mereka memercikan kuman tuberkulosis atau bacilli ke udara. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam memecahkan masalah dalam gambaran pelaksanaan pengawas menelan obat pada pasien tuberkulosis paru di puskesmas gembongan kabupaten cirebon. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 12 orang dan ditentukan secara total sampling. Gambaran pelaksanaan pengawas menelan obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Gembongan Kabupaten Cirebon dalam aspek pengawas menelan obat nilainya 58%, dalam aspek komunikasi interpersonal nilainya 70%, dalam aspek motivasi nilainya 75%, dalam aspek penyuluhan kesehatan nilainya 71%.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA KOMBINASI CANDESARTAN-AMLODIPIN DENGAN CANDESARTAN-FUROSEMIDE PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP RS XXX: COST-EFFECTIVENESS ANALYSIS OF COMBINATION OF CANDESARTAN-AMLODIPINE WITH CANDESARTAN-FUROSEMIDE IN HYPERTENSION PATIENTS XXX HOSPITAL Nur Rahmi Hidayati; Rinto Susilo; Tomi; Sulistiorini Indriaty; Dewi Kartika
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.585

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang membutuhkan perawatan jangka panjang, sehingga perlu dilakukan pengontrolan pada semua pasien hipertensi agar biaya terapi hipertensi tersebut dapat efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, status pembayaran, lama perawatan dan tekanan darah), jenis kombinasi obat hipertensi dan efektivitas biaya pengobatan pasien hipertensi di Instalasi Rawat Inap RS XXX Tahun 2021 berdasarkan metode Avarage Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel yang digunakan adalah rekam medik pasien yang terdiagnosis hipertensi dan nota pembayaran pasien di Instalasi Rawat Inap RS XXX tahun 2021 yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 45. Cara pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis hasil menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk tabel disertai dengan penjelasan. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien yang terbanyak berusia 46 - 61 tahun (44,44%), perempuan (51,11%), BPJS kelas III (66,67%), tekanan darah drajat III (33,33%), lama perawatan lebih singkat kombinasi Candesartan-Furosemide rata-rata lama rawat inap 5,37 hari. Berdasarkan jenis kombinasi obat hipertensi paling banyak digunakan yaitu kombinasi CCB+ARB yaitu Amlodipin tab 10 mg + Candesartan tab 16 mg (62,23%). Nilai ACER yang paling cost-effective dan efektivitas terapi tinggi yaitu kombinasi Candesartan-Furosemide sebesar Rp.42.113,58. Berdasarkan perhitungan Nilai ICER bila pasien menginginkan peningkatan efektivitas penyembuhan hipertensi dengan menggunakan kombinasi Candesartan-Furosemide maka pasien harus mengeluarkan biaya tambahan yang dikeluarkan sebesar Rp.14.712,05 per hari lama rawat inap.
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK LILIN AROMATERAPI KOMBINASI MINYAK ATSIRI PEPPERMINT (Mentha piperita) DAN LEMON (Citrus limon): FORMULATION AND TEST OF PHYSICAL PROPERTIES OF AROMATHERAPY CANDLES COMBINATION OF PEPPERMINT ESSENTIAL OIL (Mentha piperita) AND LEMON (Citrus limon) Fatihatul Rizki Lusiana; Iin Indawati; Tomi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.780

Abstract

Aromaterapi adalah bentuk terapi alternatif dan yang pertama kali dikenalkan dalam bentuk minyak esensial. Contoh produk aromaterapi adalah lilin aromaterapi. Lilin aromaterapi memberikan efek terapeutik dan menenangkan. Bahan alami yang bisa digunakan sebagai pembuatan lilin aromaterapi antara lain, minyak esensial peppermint (Mentha piperita) dan Lemon (Citrus limon). Penelitian ini dilakukan untuk memformulasi dan menguji sifat fisik pada lilin aromaterapi kombinasi minyak esensial peppermint (Mentha piperita) dan lemon (Citrus limon). Soy wax di lelehkan diatas waterbath kemudian ditambahkan minyak essential peppermint (Mentha piperita) dan lemon (Citrus limon) dengan perbedaan konsentrasi pada masing-masing formula. Kemudian dilakukan uji sifat fisik berupa uji organoleptis, uji waktu bakar, uji titik leleh, dan uji hedonik. Lilin aromaterapi pada formula I (2%:3%) menunjukkan konsentrasi minyak atsiri terbaik dibandingkan dengan formula II (3%:3%) dan formula III (5%:2%). Lilin aromaterapi pada formula II dengan perbandingan (3%:3%) menunjukkan konsentrasi gabungan minyak atsiri peppermint (Mentha piperita) dan Lemon (Citrus limon) yang paling banyak disukai responden. Kata kunci : Minyak Atsiri Peppermint, Lemon, Aromaterapi
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK LILIN AROMA JERUK BERGAMOT (Citrus bergamia) SEBAGAI AROMATERAPI : FORMULATION AND PHYSICAL PROPERTIES TESTS OF BERGAMOT ORANGE (Citrus bergamia) AROMA CANDLE AS AROMATHERAPY Ayu Gita Hamdani; Iin Indawati; Tomi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.781

Abstract

Aromaterapi ialah teknik yang dipakai untuk terapi aromatik, dan untuk melindungi serta menambah kesehatan fisik dan mental, termasuk dengan gangguan depresi dan stres. Lilin aromaterapi ialah salah satu aplikasi aromaterapi dengan cara dihirup (inhalasi) yaitu dengan menghirup uap aromatik yang didapatkan dari beberapa tetes minyak essensial pada tempat berisi air panas, dan salah satu minyak essensial yang telah digunakan untuk mengatasi kecemasan adalah jeruk bergamot (Citrus bergamia). Penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan dan menguji sifat fisik pada lilin aromaterapi jeruk bergamot (Citrus bergamia). Soy wax dilelehkan diatas waterbath kemudian tambahkan minyak essensial jeruk bergamot (Citrus bergamia) sesuai dengan konsentrasi pada masing-masing formula. Lilin aromaterapi pada formula I menunjukkan konsentrasi minyak essensial terbaik dibandingkan dengan formula II dan formula III. Hal ini dikarenakan kadar minyak essensial tinggi akan berpengaruh pada sifat fisik lilin, yaitu titik lelehnya yang rendah dan waktu pembakaran lebih cepat sehingga membuat lilin cepat habis terbakar. Lilin aromaterapi pada formula III dengan  konsentrasi 6% minyak atsiri jeruk bergamot (Citrus bergamia) menunjukkan lilin aromaterapi yang paling banyak disukai responden. Kata kunci : Lilin Aromaterapi, Minyak Essensial Jeruk Bergamot, Uji Sifat Fisik Lilin
ANALGETIC ACTIVITY DETERMINATION OF PAPAYA LEAVES (Carica papaya L.) AND BASIL LEAVES (Ocimum sanctum L.) EXTRACTED USING NATURAL DEEP EUTECTIC SOLVENT Renny Amelia; Yuniarti Falya; Tomi; Daryuti; Eka Umi Barkah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.1079

Abstract

Natural deep eutectic solvents (NaDES) are obtained from an adequate mixture of hydrogen bond acceptors (HBA) and donors (HBD), which can bond through the interaction of hydrogen bonds to form a eutectic with a low melting point. NADES has been implemented in several studies as an effective extraction method, but it is still not widely used. C. papaya leaves and O. sanctum leaves have been widely known to have various pharmacological activities. The aim of this study was to determine the best analgesic ability of the NADES extract of C. papaya and O. sanctum leaves. The extraction process used was Microwave-Assisted Extraction (MAE). The liquid extract was tested for antioxidant activity and analgesic activity using doses of 600 mg/kgBW, 800 mg/kgBW, and 1000 mg/kgBW. The results show that The IC50 values of the NADES extract of C. papaya and O. sanctum leaves were 920 ppm and 882 ppm, respectively. Both analgetic percentages are equivalent to the positive control starting from a concentration of 800 mg/kgBW, where the analgetic percentage of the NADES extract of papaya leaves and basil leaves is 59.80% and 54.57% respectively that included in weak category. It can be concluded that both NADES extracts of papaya and basil leaves have analgetic capabilities.  Keywords: Natural Deep Eutectic Solvent (NADES), Carica papaya, Ocimum sanctum, analgetic activity.
Diabetes awareness education for teenagers at Manba'ul 'Ulum Vocational School, Cirebon Regency Yayan Rizikiyan; Tomi Tomi; Addelya Regina Oktaviani; Yasa Julio; Hajray Adhanisa Santysharma; Naftaly Ninda; Dhea Nasyandha Aryanty; Monthery Bryan Bagaskara; Eka Pratiwi; Siti Silfa Alfiah; Cindy Amalia Ramdhani; Vania Carlita Putri; Alifia Hasna
Community Empowerment Vol 9 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.11465

Abstract

Diabetes mellitus is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia resulting from defects in insulin secretion, insulin action, or both. Diabetes prevention is carried out through early disease detection and appropriate lifestyle management, primarily in dietary regulation. This community service activity aims to educate students of SMK Manba'ul 'Ulum, Cirebon Regency, about diabetes, including its characteristics, prevention, and treatment. The method used in this activity is education through counseling, accompanied by pre-tests and post-tests. Education is also carried out by distributing leaflets about diabetes. The results of the pre-test and post-test showed an increase in participants' understanding of diabetes from 73% to 94%.
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT TRANSPARAN DARI EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI DENGAN KONSENTRASI 1,5%, 3%, DAN 6%. Tomi Tomi; Iin Indawati
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabun  adalah senyawa  natrium dengan  asam lemak  yang digunakan  sebagai pembersih tubuh,  bersifat  padat,  berbusa,  dan  tidak  menyebabkan  iritasi  kulit.  Kemangi adalah salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Kemangi     mengandung     minyak     essential     yang    bertindak    sebagai     antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sabun transparan daun kemangi dengan konsentrasi 1,5%, 3%, dan 6%. Ekstrak etanol daun kemangi diekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Evaluasi sabun menggunakan metode cycling test, sedangkan pengujian ini adalah organoleptis, pH, stabilitas tinggi busa, dan uji kekerasan. Pengujian ini dilakukan pada siklus ke-1 hingga siklus ke-6. Hasil penelitian pada organoleptis,    basis,   formula   1   dan   formula    2   menghasilkan   sabun   yang transparan, sedangkan  formula  3  kurang  transparan.  pH  sabun  pada  F1,  F2,  dan  F3 semua memenhi syarat berdasarkan nilai stabilitas busa dan kekerasan, keempat formula berada di kriteria nilai standar yang baik. Kata Kunci: Sabun padat transparan, Daun Kemangi (Ocymum sanctum L.).
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP OBAT DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD KARAWANG: ANALISYS OF WAITING TIME FOR PHARMACY SERVICE AT RSUD KARAWANG OUT PATIENT PHARMACY INSTALLATION Tomi; Nur Rahmi Hidayati; Farhan Firmansyah Bachtiar
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi Farmasi adalah salah satu unit di rumah sakit yang memberikan pelayanan produkdan jasa dalam bentuk pelayanan resep. Pelayanan resep sebagai garis depan pelayananfarmasi kepada pasien harus dikelola dengan baik. Hasil penelitian dari 319 resep yangdidapatkan menunjukan bahwa rata-rata waktu tunggu untuk pengerjaan resep non racikanpasien rawat jalan adalah sebesar 58,17 menit dan resep racikan adalah sebesar 102,84menit. Hal tersebut belum sesuai dengan standar pelayanan minimal yang dipersyaratkanoleh Menkes RI No. 129 tahun 2008 tentang pelayanan resep baik obat jadi maupun obatracikan yaitu lama waktu tunggu obat racikan maksimal 60 menit dan obat non racikan atauobat jadi maksimal 30 menit. Untuk tahap pelayanan resep yang memiliki waktu prosespaling lama ada pada bagian penyiapan obat, baik pada resep racikan dan resep non racikandengan rata-rata waktu proses 77,90 menit untuk racikan dan 40,79 menit untuk non racikan.Kata kunci: Waktu Tunggu, Pelayanan Resep, Rumah Sakit.