Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EKSPEKTASI PROFIT KAYU OLAHAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN VARIABILITAS DIMENSI PRODUK Johan M Tupan
ARIKA Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.921 KB)

Abstract

Hasil penelitian sebelumnya (Soulissa, 2012) menunjukkan bahwa ukuran dimensi produk kayu olahan yang dipasarkan tidak sesuai dengan ukuran spesifikasi standar SNI yang telah ditentukan untuk kayu gergajian, dimana pergeseran ukuran terbesar adalah ukuran lebar di ikuti ukuran tebal dan panjang. Hal ini tentunya menyebabkan terjadinya variasi pada produk yang dihasilkan. Variasi yang terjadi pada produk, dapat menyebabkan terjadinya kerugian baik dari pihak produsen maupun konsumen yang bermuara pada tingkat profit/laba yang diperoleh. Kerugian yang dimaksud disini bersifat tersembunyi dan tidak disadari oleh produsen, maupun konsumen. Dalam penelitian ini, penulis mencoba menggunakan model ekspektasi profit untuk multi produk, yaitu model mean proses multi produk dengan mempertimbangkan kerugian konsumen yang dikembangkan oleh Teeravaraprug (2006). Tujuan penelitian ini adalah menghitung ekspektasi pendapatan penjualan produk kayu olahan, menghitung ekspektasi biaya manufaktur produk kayu olahan, menghitung ekspektasi kerugian kualitas produk kayu olahan dan menghitung ekspektasi profit (keuntungan) dari produksi kayu olahan. Dari hasil pengolahan data, diperoleh bahwa Ekspektasi pendapatan dari hasil penjualan keempat jenis produk kayu olahan yang diproduksi oleh CV.Sinar Gloria adalah Rp 1.012.966.963,-. Nilai ini mengalami penurunan biaya (under cost) sebesar Rp 31.033.037,- (atau 2.97 %) bila dibandingkandengan hasil perhitungan berdasarkan sistem akutansi tradisional yaitu sebesar Rp1.044.000.000,-, Ekspektasi biaya manufaktur produk kayu olahan sebesar Rp. 751.287.995,9, Ekspektasi kerugian kualitas produk kayu olahan sebesar Rp. 244.342,206,-, dan Ekspektasi profit produk kayu olahan sebesar Rp. 261.434.624,9
Analisis Karakteristik Karbon Residu dan Kandungan Sulfur Produk Minyak Biosolar dengan Pendekatan Six Sigma Arthur Pattiruhu; Johan M Tupan; Alfredo Tutuhatunewa
ARIKA Vol 14 No 2 (2020): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.148 KB) | DOI: 10.30598/arika.2020.14.2.111

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Wayame adalah biosolar yang diproduksi tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Rata-rata defect untuk karakteristik karbon residu dan kandungan sulfur selama Januari-Juni 2019 adalah 1,11% dan 0,56%. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh level kualitas karakteristik karbon residu dan kandungan sulfur produk biosolar. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan sampel biosolar. Nilai level kualitas dilakukan dengan six sigma untuk mengetahui level kualitas biosolar yang dimulai dengan tahapan identifikasi critical to quality, measure, analyze dan improvement. Hasil penelitian ini memperoleh level kualitas dari karakteristik spesifikasi biosolar untuk residu carbon yaitu 3,57 % m/m dan kandungan sulfur yaitu 3,263. Perolehan level kualitas ini mennujukkan bahwa kualitas karakteristik spesifikasi biosolar belum memenuhi tujuan utama perusahaan yaitu memiliki level kualitas kelas dunia, namun perolehan ini menujukkan kualitas spesifikasi biosolar berada di atas rata-rata kualitas industri di Indonesia. Kata Kunci : Kualitas, Biosolar, Six Sigma
OPTIMASI RUTE DISTRIBUSI PRODUK NESTLE MENGGUNAKAN METODE BRANCH AND BOUND DAN TWO-WAY EXCHANGE IMPROVEMENT HEURISTIC (STUDI KASUS : PT. PARIS JAYA MANDIRI – AMBON) Daniel B Paillin; Johan M Tupan
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.1.2018.156-162

Abstract

Abstrak Traveling Salesman Problem (TSP) merupakan permasalahan optimasi pencarian rute terpendek dari satu kota ke n-kota lain tepat satu kali dan akan kembali ke titik awal keberangkatan. TSP dikategorikan sebagai hard combinatorial problem sehingga banyak teknik maupun aproksimasi yang dikembangkan untuk pemecahannya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan teknik branch and bound dengan two-way exchange improvement dalam pemecahan Traveling Salesmen Problem (TSP) didasarkan pada jarak tempuh terkecil dan total waktu tempuh terkecil kendaraan. Penelitian ini diaplikasikan pada kasus nyata permasalahan penentuan rute kendaraan untuk pengiriman produk nestle dari PT. Paris Jaya Mandiri di kota Ambon. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik Two-Way Exchange Improvement memberikan hasil terbaik dibandingkan dengan Branch and Bound, dengan persentase penghematan jarak sebesar 18.09% dan penghematan total waktu sebesar 7.99% dari rute regular perusahaan.