Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan PSAK No. 16 tentang Aset Tetap pada PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG Soedhono Ngawi Yoga Pradana; Tubandrijah Herawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.186 KB)

Abstract

Aset tetap memiliki nilai yang  cukup material dalam laporan keuangan  serta merupakan bagian penting dalam mendukung kegiatan operasional perusahaan. Oleh karena itu perusahaan perlu menerapkan  kebijakan akuntansi aset tetap sesuai dengan PSAK No. 16.  Penelitian ini bertujuan untuk  memperoleh bukti empiris dan menganalisis penerapan PSAK No. 16 tentang aset tetap di PT. Perkebunan Nusantara  XI  (Persero)  PG Soedhono. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kasus sebagai pendekatan penelitian. Teknik  pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Setelah dilakukan analisis terhadap hasil wawancara dan penelusuran terhadap dokumen terkait dengan   pengakuan, penyusutan, impairment, disposal aset, dan pengungkapan, diketahui bahwa  PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG Soedhono  belum sepenuhnya menerapkan PSAK No. 16 dengan baik.  Perlakuan akuntansi terhadap aset tetap yang belum sesuai dengan PSAK No. 16 adalah mengenai  review  atas nilai residu dan umur manfaat aset tetap, penggunaan metode penyusutan garis lurus, penurunan nilai (impairment) aset tetap, serta pecatatan disposal aset. Rekomendasi yang dapat diberikan bagi perusahaan adalah sebaiknya perusahaan melakukan  review  terhadap nilai residu dan umur manfaat minimum setiap akhir tahun buku,  menggunakan metode penyusutan unit produksi,  menerapkan ketentuan terkait dengan akuntansi penurunan nilai (impairment), dan  mengakui kerugian dari disposal aset. Diluar dari hal yang telah disebutkan, perlakuan akuntansi atas aset tetap di PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG Soedhono telah sesuai dengan PSAK No. 16.Kata kunci: aset tetap, disposal aset, impairment, pengakuan, pengungkapan, penyusutan.
Pemberdayaan Melalui Pengolahan Keripik Gedebog Pisang (Musa paradisiaca) Upaya Mengurangi Limbah Pohon Pisang dan Peluang Usaha di Pekon Karang Agung Ulfa Devi Pradila; Nurul Fadhilah Azzahro; Muhammad Rafi Syapiq Ramdhani; Yoga Pradana; Kurniawan Nurrohman; Ester Monika Simarmata; Syarifah Aini
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buguh.v5n4.1370

Abstract

Batang pisang yang sudah tidak dimanfaatkan biasanya hanya ditumpuk dan tidak dimanfaatkan, sehingga dapat menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan aroma tidak sedap. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan kegiatan pengolahan. Umumnya, tanaman pisang hanya dimanfaatkan bagian buahnya saja, namun bagian batang pisang juga dapat diolah menjadi sebuah makanan. Inovasi pengolahan yang menggunakan bahan dasar batang pisang salah satunya adalah pembuatan kerpik gedebog pisang. Usaha pengolahan keripik gedebog pisang dapat dijadikan sebuah prospek yang baik di Pekon Karang Agung karena pisang menjadi salah satu produk hasil pertanian unggulan di Pekon Karang Agung. Kandungan serat yang terdapat di dalam batang muda pisang juga dapat membantu memenuhi kebutuhan serat tubuh manusia. Kegiatan pengolahan keripik geedbog pisang juga dapat mengurangi sampah batang pisang sehingga dapat menciptakan lingkungan yang bersih. Selain itu, pengolahan keripik gedebog pisang juga dapat menjadi peluang usaha di bidang kuliner bagi masyarakat Pekon Karang Agung karena mampu memberikan nilai tambah.