Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK DAUN BABADOTAN (AGERATUM CONYZOIDES, L) TERHADAP WAKTU PEMBEKUAN DARAH Farhan Baehaki; Aziz Ansori Wahid
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 9 No 2 (2019): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.845 KB) | DOI: 10.54350/jkr.v9i2.76

Abstract

Latar Belakang: Luka merupakan rusak atau hilangnya jaringan tubuh. Jika terjadi luka disekitar pembuluh darah yang rusak, maka akan terjadi proses penghentian pendarahan dan perbaikan jaringan sebagai respon tubuh melalui proses hemostasis. Babadotan (Ageratum conyzoides,L) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif untuk mempercepat proses hemostasis.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun babadotan terhadap waktu pembekuan darah.Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan yaitu quasy experiment (eksperimen semu). Rancangan ini berupaya untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Data yang diperoleh merupakan data primer yaitu data yang didapatkan dari hasil pemeriksaan waktu pembekuan darah dengan pemberian dan tanpa pemberian ekstrak daun babadotan dengan metode pemeriksaan Lee and White.Hasil: Rerata waktu pembekuan dari sampel darah yang tanpa perasan daun babadotan yaitu 9,89 menit, sedangkan sampel darah yang diberikan perasan daun babadotan menunjukkan waktu pembekuan 9,19 menit. Sehingga selisih waktu pembekuan pada kedua sampel adalah 0,7 menit atau lebih cepat sebesar 7%.Simpulan: Ekstrak daun babadotan (Ageratum lonyzoides,L) dapat digunakan untuk mempercepat waktu pembekuan darah.
PEMANFAATAN BIOSORBEN BIJI BUAH RUDRAKSHA (Elaeocarpus Ganitrus) DALAM MENURUNKAN KADAR LOGAM BERAT CR(Vi) PADA SAMPEL AIR SUNGAI CITARUM Mahmudatul Istiqomah; Suci Rizki Nurul Aeni; Aziz Ansori Wahid
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 1 (2025): Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya 2025
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i1.5010

Abstract

Abstract Hexavalent chromium Cr(VI) is a harmful heavy metal that frequently discovered in rivers that contaminated by industrial textile waste. Biosorption is a technique that utilizes natural materials to absorb metal ions from water. This research aims to asess efficacy of biosorbent derived from rudraksha ruit seeds in diminishing Cr(VI) concentration in water samples from the Citarum River through biosorption mechanism. The biosorption was conducted by applying the Citarum River water samples with the biosorbent at varying masses of 0.1 g, 0.5 g, 1.0 g, 1.5 g, and 2.0 g. Based on the research findings, the biosorption process reduced the concentrations of Cr(VI) in the water samples from the Citarum River. The highest reduction in Cr(VI) levels occurred at a biosorbent mass of 2.0 g, with percentage reductions of 92.02% and 96.24% for water samples from Rancamanyar Village and Andir Subdistrict, respectively. Therefore, it can be inferred that the biosorbent from rudraksha fruit seeds is effective in lowering Cr(VI) levels in Citarum River water samples. Keywords: Heavy metal, Cr(VI), Biosorption, Rudraksha fruit seeds, Biosorbent Abstrak Kromium heksavalen Cr(VI) adalah logam berat berbahaya yang sering ditemukan di sungai yang terkontaminasi oleh limbah tekstil industri. Biosorpsi adalah teknik yang memanfaatkan bahan alami untuk menyerap ion logam dari air. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas biosorben yang berasal dari biji buah rudraksha dalam mengurangi konsentrasi Cr(VI) dalam sampel air dari Sungai Citarum melalui mekanisme biosorpsi. Biosorpsi dilakukan dengan menerapkan sampel air Sungai Citarum dengan biosorben pada massa yang bervariasi yaitu 0,1 g, 0,5 g, 1,0 g, 1,5 g, dan 2,0 g. Berdasarkan temuan penelitian, proses biosorpsi mengurangi konsentrasi Cr(VI) dalam sampel air dari Sungai Citarum. Penurunan tertinggi kadar Cr(VI) terjadi pada massa biosorben 2,0 g, dengan penurunan persentase sebesar 92,02% dan 96,24% untuk sampel air dari Desa Rancamanyar dan Kecamatan Andir, masing-masing. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa biosorben dari biji buah rudraksha efektif dalam mengurangi kadar Cr(VI) pada sampel air Sungai Citarum. Keywords: Logam berat, Cr(VI), Biosorpsi, Biji buah rudraksha, Biosorben