Desak Made Sukma Widiyani
Dosen, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Dwijendra, Bali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN KUMUH DI KECAMATAN DENPASAR BARAT Desak Made Sukma Widiyani
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 2 No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.843 KB) | DOI: 10.24843/JRS.2015.v02.i01.p03

Abstract

Abstract The Mayor of Denpasar has designated 35 slum areas, nine being located in the most populous area of West Denpasar, with the provision of infrastructure remaining a critical issue. The following research had two objectives. First, to identify current conditions in existing problem areas. Second, to expose the underlying determinants affecting current provision. Three case studies are undertaken using qualitative research strategies in (i) Dauh Puri Kauh Village; (ii) Tegal Kertha Village; (iii) and Pemecutan Kelod Village. Four types of infrastructure require an urgent attention - road networks, fresh water, waste material, and latrine facilities. Natural, artificial, and social factors are identified that affect the condition and provision of infrastructure, with the potential to inform future government strategy in regard to slum environments. Key words: Slums, slums infrastructure Abstrak Sembilan dari 35 titik kumuh yang ditentukan oleh Bapak Walikota Denpasar beralokasikan di Denpasar Barat. Keterbatasan pengadaan infrastruktur merupakan permasalahan krusial bagi permukiman informal ini. Ada memiliki dua tujuan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan studi ini. Pertama, mengkaji permasalahan yang ada. Kedua, menstudi faktor-faktor penentu yang mempengaruhi pengadaannya. Dengan mengimplementasikan pendekatan serta metode penelitian kualitatif, tiga titik kumuh  telah dipilih sebagai studi kasus, termasuk yang berlokasikan di (i) Desa Dauh Puri Kauh; (ii) Desa Tegal Kertha; dan (iii) Desa Pemecutan Kelod. Terdapat empat wujud infrastruktur yang harus memperolah perhatikan secara cepat, yaitu: pembangunan jaringan jalan, pengadaan air bersih, penanganan limbah, dan keberadaan fasilitas mandi-cuci-kakus (MCK). Kondisi ini dipengaruhi oleh beragam faktor yang dikategorisasikan menjadi faktor alam, buatan, dan sosial. Diharapkan agar hasil studi ini bisa dijadikan masukan bagi beragam usaha yang ditujukan untuk memperbaiki kualitas lingkungan permukiman kumuh. Kata kunci: Permukiman kumuh, infrastruktur permukiman kumuh