Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bentuk dan Makna Simbolik Ragam Hias pada Masjid Sunan Giri Rizal Wahyu Bagas Pradana
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 7 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.906 KB) | DOI: 10.24843/JRS.2020.v07.i01.p07

Abstract

Sunan Giri Mosque is one of the ancient Javanese mosques which was built in the time of Walisongo. Sunan Giri Mosque building has its own uniqueness in its ornament. This uniqueness is rarely found in other mosques in general. This study aims to describe the various ornaments and symbolic meanings found in the Sunan Giri Mosque. This research uses descriptive qualitative research methods. Research data obtained through observation, interviews, documentation, and literature study. Data analysis with data reduction, data presentation, and concluding. Meanwhile, to obtain data validity, using data triangulation and review informants. The results showed the ornament at the Sunan Giri Mosque was influenced by Javanese, Hindu, and Islamic culture. The decoration in the Sunan Giri Mosque takes pre-Islamic elements and is processed, adjusted to the rules contained in the Islamic religion. The ornament in the Sunan Giri Mosque can be grouped into several motives: lung-lungan, patran, padma, tlacapan, saton, kebenan, garuda, praba and surya majapahit motifs. Aside from its role as building decoration, ornament in the Sunan Giri Mosque has symbolic meaning in it. The symbolic meaning is addressed to the Muslims who worship in the mosque. This symbolic meaning contains symbols about noble teachings in Islam, and hopes to Allah SWT. Keywords: architecture; ornament; symbolic meaning; Sunan Giri Mosque Abstrak Masjid Sunan Giri merupakan salah satu masjid kuno Jawa yang dibangun pada zaman walisongo. Bangunan Masjid Sunan Giri memiliki keunikan tersendiri pada ragam hiasnya. Keunikan tersebut jarang ditemui pada masjid-masjid lain pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam hias dan makna simboliknya yang terdapat di Masjid Sunan Giri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk mendapatkan kevalidan data, menggunakan triangulasi data dan informan review. Hasil penelitian menunjukkan ragam hias di Masjid Sunan Giri dipengaruhi oleh budaya Jawa, Hindu, dan Islam. Ragam hias di Masjid Sunan Giri menggambil unsur-unsur pra Islam dan diolah, disesuaikan dengan aturan-aturan yang terdapat dalam agama Islam. Ragam hias di Masjid Sunan Giri dapat dikelompokkan menjadi beberapa motif: motif lung-lungan, patran, padma, tlacapan, saton, kebenan, garuda, praba dan surya majapahit. Selain berperan sebagai penghias bangunan, ragam hias di Masjid Sunan Giri memiliki makna simbolik di dalamnya. Makna simbolik tersebut ditujukkan kepada kaum muslimin yang beribadah di dalam masjid. Makna simbolik ini berisi simbol tentang ajaran-ajaran luhur dalam agama Islam, dan harapan-harapan kepada Allah SWT. Kata kunci: arsitektur; ragam hias; makna simbolik; Masjid Sunan Giri
KAJIAN BENTUK RAGAM HIAS PADA MIMBAR SUNAN PRAPEN Rizal Wahyu Bagas Pradana
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 8, No 1 (2021): Januari - April
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v8i1.19970

Abstract

Mimbar Sunan Prapen  merupakan salah satu mimbar kuno yang dibuat pada zaman Walisongo, yaitu pada masa Sunan Prapen. Keindahan mimbar Sunan Prapen, tidak terlepas dari keberadaan ragam hias pada setiap bagiannya. mimbar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk ragam hias di mimbar Sunan Prapen. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan interpretasi analisis melalui pendekatan estetika. Hasil penelitian menunjukkan bentuk ragam hias di mimbar Sunan Prapen dipengaruhi oleh budaya pra Islam (Hindu-Budha) dan Islam. Ragam hias di mimbar Sunan Prapen dapat dikelompokan ke dalam beberapa motif seperti motif lung-lungan, sulur, padma, sorotan, hiranyagarba, dan kala. Bentuk ragam hias di mimbar Sunan Prapen melanjutkan gaya seni hias pra Islam, dengan beberapa pengubahan atau pengembangan bentuk. Pengubahan tersebut mengacu pada  pedoman dalam Agama Islam yang tidak diperbolehkan menampilkan penggambaran makhluk hidup.