Penganggaran adalah topik paling banyak diteliti dalam akuntansi manajemen. Kini ada saran untuk meninggalkan proses penganggaran (traditional to move beyond budgeting). Tulisan ini memiliki tiga tujuan. Pertama, mendiskusikan alasan penganggaran menjadi topik paling banyak dikaji dalam akuntansi manajemen. Kedua, meringkas berbagai arus utama penelitian tentang penganggaran. Ketiga, mengevaluasi secara kritis argumen yang menyarankan setiap organisasi untuk meninggalkan praktik penganggaran tradisional. Melalui analisis deskriptif terhadap sejumlah literatur, diperoleh beberapa hasil. Pertama, penganggaran menjadi subjek paling sering diteliti karena luasnya topik penganggaran juga terkait dengan topik akuntansi manajemen lainnya. Karena kompleksitas aktivitas dalam penganggaran, maka penelitian tentang ini pun dilakukan secara komprehensif, di samping penganggaran tidak hanya berkaitan dengan angka, melainkan juga ketaatan terhadap nilai-nilai. Dalam hasil reviu juga ditemukan tiga arus utama penelitian terhadap penganggaran: ‘perspektif ekonomi’, ‘perspektif psikologi’, serta ‘perspektif sosiologi’. Telaah ini juga menemukan bahwa faktor seperti lamanya proses dan besarnya biaya penyusunan anggaran, terlalu berfokus kepada capaian angka daripada kebutuhan aktualisasi diri para pekerja, menjadi saran untuk meninggalkan praktik-praktik penganggaran tradisional. Meski anggaran didebat masih berfungsi sebagai alat kontrol utama perusahaan, sejumlah entitas bisnis telah meninggalkan praktik ini dengan mengadopsi ‘beyond budgeting’ sehingga menjadi organisasi yang fleksibel dan lebih meningkatkan prestasi perusahaan.  Kata kunci: penganggaran biasa, penganggaran bayangan