Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KULINER DALAM MENINGKATKAN CITRA .DESTINASI.PARIWISATA TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU Auzan Tawadlu Akbar; Edriana Pangestuti
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 50, No 1 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Culinary is a series of tourism products which are related each other. In 2014, the percentage of tourist expenditure is adequate a lot in culinary. The tourism destination which has special culinary can be a motivation for tourism to visit it. Bromo Tengger Semeru National Park (TNBTS) has a special culinary as a tourism component and appointed as one of 10 Main Priorities of National Destination. TNBTS needs to have a good image to look different in the minds of tourists. This research applied descriptive qualitative method. Sources of the data were obtained by question and answer, observation, and documentation. The data analysis used 4 stages, data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study revealed that the tourists’ perception the culinary is different, because of experiences. Their travel experiences can influence the image. The supporting factors in improving the image of the culinary are the taste of food, the fresh ingredients, the beautiful scenery, and the permission. The retarding are qualified human resources, pricing, less hygiene, long food processing, and water supply. Generally, from the provided menu and the culinary’s place indicate that the culinary’s role in improving the image of TNBTS hasn’t a maximum contribution. Key Words: Image, Culinary, TNBTS ABSTRAK Kuliner merupakan rangkaian produk pariwisata yang terkait satu sama lain. Pada tahun 2014 persentase pengeluaran wisatawan pada kuliner berada di posisi kedua. Destinasi pariwisata yang memiliki kuliner khas dapat memotivasi wisatawan untuk melakukan perjalanan. TNBTS adalah salah satu destinasi pariwisata, memiliki kuliner sebagai komponen pariwisata yang telah ditetapkan salah satu dari 10 Prioritas Utama Destinasi Nasional. TNBTS perlu memiliki citra yang baik agar berbeda di benak wisatawan. Peningkatan citra dapat menggunakan kuliner yang ada di TNBTS. Penelitian ini  menggunakan   metode  deskriptif  kualitatif. Sumber data diperoleh dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan persepsi wisatawan terhadap kuliner yang disajikan berbeda, disebabkan dari pengalaman. Pengalaman berwisata dapat mempengaruhi pembentukan citra. Faktor pendukung peran kuliner dalam meningkatkan citra adalah cita rasa dari makanan, penggunaan bahan baku yang masih segar, pemandangan alam yang indah, dan perizinan untuk membuka usaha. Faktor penghambatnya adalah SDM yang belum berkualitas, harga, kesehatan dan kebersihan makanan, proses pengolahan makanan yang lama, dan penyediaan air yang terbatas. Secara umum dari menu yang disediakan dan tempat untuk menyajikan kuliner, bahwa peran kuliner dalam meningkatkan citra destinasi pariwisata TNBTS belum berkontribusi maksimal. Kata Kunci: Citra, Kuliner, TNBTS
Workshop Kewarganegaraan Berbasis Metode Interaktif untuk Meningkatkan Kesadaran HAM pada Peserta Asrama PPM Al-Ajwa Rahmad Alfian; Auzan Tawadlu Akbar; Devina Sanchia Samosir; M Arif Budi Shidqi; Muhammad Naufal Al ‘Azizan; Muhammad Haycal; Gabriel Gabe Manalu
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 1 Januari - Maret 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i1.6339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan rasa peduli peserta terhadap pentingnya hak asasi manusia (HAM) dengan cara mengajar yang interaktif, komunikatif, dan menyenangkan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menggunakan pendekatan sosialisasi dua arah, diskusi kelompok, serta sesi tanya jawab. Kegiatan ini melibatkan peserta didik dari tingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi yang tinggal di lingkungan Asrama Mahasiswa PPM AL-AJWA. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang konsep dasar HAM, jenis-jenis pelanggaran HAM, serta mekanisme perlindungan dan penegakan HAM di Indonesia, tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis ketika menghadapi isu sosial di sekitar mereka. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang terlihat dari partisipasi aktif, kemampuan memberikan contoh kasus, dan keberanian menyampaikan pendapat. Selain itu, program ini juga mendorong peserta agar lebih aktif dalam melakukan pengawasan dan melaporkan potensi pelanggaran HAM di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran HAM pada generasi muda dan memiliki potensi menjadi model edukasi yang berkelanjutan di berbagai jenjang pendidikan.