Muhammad Arief
Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM ONE VILLAGE ONE PRODUCT DALAM PENGINGKATAN PEREKONOMIAN LOKAL (Studi Pada Koperasi Agawe Makmur Di Desa Sambirembe Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen) Muhammad Arief
Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 10 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Implementation Programs One Village One Product in the Improvement of the Local Economy (the study on Sambirembe Village sub-district Kalijambe Sragen Regency. Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China made Indonesia as member of ASEAN will compete each other.One Village One Product was conducted as a solution that strengthening koperasi (small scale enterprise) and Usaha Mikro Kecil dan Menengah or UMKM (Small to Middle-Scale of Economic Enterprise) as main pillar of Indonesia's economy. Then, OVOP Program used as strategy to develop in one village's potency by using local resources, especially in Koperasi Agawe Makmur, Sambirembe Village. The result shows that cooperation between Dinas Koperindag (Department of Small Economic Enterprises) & UMKM, BDS (Business Development Services) Mekar Niaga Indonesia dan PT GenTrade (Sragen Trading) as second party was unsuccesful in implementation of OVOP Program in spite of their training and coaching to Koperasi Agawe's management. In the end, OVOP program was stopped and government should create better business situation and an extra training about marketing of their product. Keywords: implementation, OVOP (One Village One Product)   Abstrak: Implementasi Program One Village One Product dalam Peningkatan Perekonomian Lokal (Studi pada Koperasi Agawe Makmur di Desa Sambirembe Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen). Kesepakatan perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China menjadikan Indonesia sebagai salah satu anggota ASEAN akan bersaing dengan seluruh anggota FTA. Selanjutnya program OVOP sebagai salah satu solusi yang diberikan terhadap FTA dengan adanya perkuatan Koperasi dan UMKM sebagai pilar utama ekonomi Indonesia. Program OVOP (One Village One Product) sebagai strategi pengembangan potensi daerah di satu wilayah desa dengan memanfaatkan sumber daya lokal untuk menghasilkan satu produk unggulan dalam hal ini pada koperasi agawe makmur di Desa Sambirembe. Hasil penelitian menunjukkan Dinas Koperindag dan UMKM bekerja sama dengan pihak kedua yakni BDS (Business Development Services) Mekar Niaga Indonesia dan PT GenTrade (Sragen Trading)  untuk melakukan pembinaan dan pelatihan kepada pengelola koperasi. Pada akhirnya program OVOP yang diimplementasikan pada koperasi agawe makmur tidak maksimal dan berakibat pada koperasi agawe makmur berhenti berproduksi. Sehubungan dengan hal itu, pemerintah daerah dapat menciptakan iklim usaha yang lebih baik dan memberikan pelatihan tambahan terkait pemasaran produk yang dihasilkan. Kata kunci: implementasi, OVOP (One Village One Product)