Arga Yudistira
Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Dalam Menunjang Pemberdayaan Masyarakat (Studi Pada Pemerintah Desa Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang) Arga Yudistira
Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 12 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Alokasi Dana Desa (ADD) Managenment in Supporting Community Empowerment (Studies in Pemerintah Desa Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang). Implementation of independently government reflected through democratization in the region by promoting the aspirations and capabilities of each region. ADD budget planning is done through the village to agree Rencana Penggunaan Dana (RPD) is the reference in one year's budget management. RPD is allocated by 70% for the empowerment and strengthening the capacity of village government and 30% for the operations of village government. The results showed that the management of ADD in the village Mulyoagung been implemented properly. But its use are costs that are not supposed to enter the field of empowerment such as Operational Assistance BPD. In addition, the use of ADD is not maximized, especially in the formation of Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) and Teknologi Tepat Guna (TTG). Contributing factor in the management of ADD include community participation and good supervision. While the inhibiting factors, among others, the quality of human resources and nongovernmental low. Keywords: community empowerment and alokasi dana desa Abstrak: Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam Menunjang Pemberdayaan Masyarakat (Studi Pada Pemerintah Desa Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang). Pelaksanaan pemerintahan secara mandiri dicerminkan melalui demokratisasi di daerah dengan mengedepankan aspirasi dan kemampuan masing-masing daerah. Perencanaan anggaran ADD dilakukan melalui Musrembang Desa untuk menyepakati Rencana Penggunaan Dana (RPD) yang menjadi acuan pengelolaan anggaran dalam satu tahun. RPD ini dialokasikan sebesar 70% untuk pemberdayaan dan penguatan kapasitas Pemerintah Desa dan 30% untuk operasional Pemerintah Desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ADD di Desa Mulyoagung telah dilaksanakan dengan baik. Namun dalam penggunaannya terdapat biaya yang tidak seharusnya masuk dalam bidang pemberdayaan seperti Bantuan Operasional BPD. Selain itu penggunaan ADD belum maksimal khususnya dalam pembentukkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG). Faktor pendukung dalam pengelolaan ADD antara lain partisipasi masyarakat dan pengawasan yang baik. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain kualitas sumber daya manusia dan swadaya masyarakat yang rendah. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat dan alokasi dana desaÂ