Abstract: The Implementation of Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) for the Development of Coastal Region (Study at Desa Tambakrejo, Sumbermaning Wetan, Malang). Indonesia is a country of the sea that accouns compared to the land. However this high potential sector is inversely related to the condition of coastal communities.These communities live below proverty line and remain in scarcity. The government attempts to resolve this coastal problem with Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) to 38 area. Malang is one of the district that appointed for this program by Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia. Persuant to the results of data analysis, the conclusion is elucidated as follows. The implementation of  Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh in Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang show that three focuses of this program are well executed whereas two other focuses are not implemented. The implemented fostering activity is concerning with resources, environment/infrastructure, and disaster alert. The unimplemented fostering activity include those related with human and business. It is than recommended that the implementation of program must be consistent with the reliable fund, there shall be cooperation and coordination with the related parties to resolve the regulation and there must be an improvement in the monitoring and evaluation program. Keywords: Program Implementation, Coastal Village, Coastal region Development  Abstrak: Implementasi Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) dalam Upaya Pembangunan Wilayah Pesisir (Studi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang). Indonesia adalah negara yang memiliki luas wilayah lautan 70% lebih besar dibandingkan dengan wilayah daratan. Potensi Indonesia yang sangat besar tersebut berbanding terbalik dengan keadaan masyarakat yang hidup di dalamnya. Masyarakat pesisir  hidup dibawah garis kemiskinan dan kerentanan terhadap bencana. Pemerintah dalam hal ini memberikan sebuah program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh kepada daerah pesisir di 38 Kabupaten/Kota untuk menanggulangi masalah tersebut. Salah satu daerah yang mendapat program ini adalah  Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan oleh peneliti maka di dapat kesimpulan bahwa implementasi Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh di desa Tambakrejo menunjukkan bahwa tiga fokus kegiatan bina telah dilaksanakan dengan baik. Kegiatan bina tersebut adalah bina sumber daya, bina lingkungan/ infrastruktur, dan bina siaga bencana. Sedangkan kegiatan yang tidak terlaksana adalah bina manusia dan bina usaha. Rekomendasi yang diberikan dalam penelitian ini adalah implementasi program haruslah didukung dengan dana yang cukup, perlu koordinasi dan kerjasama dengan stakeholder lain, dan perlu adanya pengawasan maupun evaluasi yang efektif.  Kata Kunci: Implementasi Program, Desa Pesisir, Pembangunan Wilayah Pesisir