Nikholaus H. Wijaya
Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR RISIKO PENYEBAB SENGKETA DAN KEJELASAN PEMBAGIAN TANGGUNG JAWABNYA Anthony Wijaya; Nikholaus H. Wijaya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.648 KB)

Abstract

Suatu proyek konstruksi tidak pernah terlepas dari risiko. Risiko akan sangatmempengaruhi kinerja proyek dan dapat menimbulkan berbagai kerugian. Dalam pelaksanaannya, tidaksemua risiko akan menjadi sengketa. Jika pembagian tanggung jawab risiko sudah dilakukan denganbaik, kemungkinan terjadinya sengketa juga dapat dikurangi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti risikoapa saja yang paling sering menyebabkan sengketa antara pihak owner dan kontraktor. Selain itupenelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah tanggapan kejelasan pembagian risiko menurutpihak owner dan kontraktor di Surabaya sudah cukup jelas untuk mengatasi kemungkinan terjadinya.Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada engineer,project manager, contract & control engineer yang ada di Surabaya. Melalui analisis deskriptif,ditemukan beberapa hasil yaitu : risiko yang sering menyebabkan sengketa adalah risiko-risiko internal.Pihak owner berpendapat bahwa penetapan jadwal proyek yang teralu ketat dan kekurangan pekerja,sedangkan menurut kontraktor risiko yang paling sering menyebabkan sengketa adalah risiko perubahandesain dan ketersediaan material. Secara umum tanggapan kejelasan pembagian risiko menurut pihakowner dan kontraktor sudah cukup jelas. Hasil pengujian Independent-Sample t-test menunjukan bahwasecara umum, tidak terdapat banyak perbedaan pendapat antara pihak owner dan kontraktor mengenaifrekuensi sengketa, namun terdapat cukup banyak perbedaan pendapat mengenai kejelasan pembagianrisiko