Galeri “Pasar Terapung” adalah fasilitaspendukung bagi pengunjung Pasar TerapungMuara Kuin di Banjarmasin. Pasar terapung telahmuncul secara alami sejak abad ke-14, sebelumKerajaan Banjar berdiri (1595). Pasar terapung initermasuk bagian dari Pelabuhan SungaiBandarmasih yang meliputi aliran Sungai Barito,dari Sungai Kuin hingga Muara Sungai Kelayan.Posisinya yang berada pada pertemuan beberapaanak sungai inilah yang menjadikannya lokasistrategis untuk berdagang. Pada masa kejayaanKerajaan Banjar, kawasan Pasar Terapung jugabanyak disinggahi pedagang-pedagang dari daerahdan negara lain, seperti dari Jawa, Gujarat (India),dan Cina. Sempat menjadi medan perang padamasa-masa akhir kejayaan Kerajaan Banjar, PasarTerapung berhasil mempertahankan eksistensinyahingga saat ini sebagai peninggalan sejarah dankebudayaan. Karena keunikannya ini, PasarTerapung menjadi destinasi wisata utama diBanjarmasin. Kepopulerannya juga menjadikanPasar Terapung diakui sebagai aset negara padatahun 1980. Sayangnya, ingatan akan keindahanPasar Terapung di Banjarmasin seolah terkikiszaman. Kemajuan sarana prasarana dan alattransportasi menyebabkan para pedagang di PasarTerapung beralih menjual dagangannya ke pasartradisional di daratan. Pasar yang dulunya sangatpadat dengan lebih dari seratus pedagang kinihanya tersisa tidak lebih dari setengahnya. Sisasisakebudayaan dan saksi sejarah selama ratusantahun kini berada di ambang kepunahan.Dengan membuat Galeri “Pasar Terapung” yangberfungsi mengedukasi dan menyediakan fasilitasbagi pengunjung, destinasi wisata ini akan hidupkembali dan dapat mempertahankan eksistensinyasebagai warisan sejarah di Banjarmasin. Hal inisejalan juga dengan upaya Pemerintah KotaBanjarmasin untuk mempertahankan PasarTerapung dengan memasukkannya ke dalamagenda Wonderful Indonesia. Pendekatan yangdigunakan dalam perancangan ini adalah arsitekturvernakular. Dengan memasukkan unsur-unsurarsitektur lokal, galeri ini dapat mempertajamidentitas daerah yang sarat akan sejarah dankebudayaan Banjarmasin.