Burnout yang terjadi pada karyawan di tempat kerja menjadi salah satu masalah utama pada Industri Perhotelan. Dari penelitian-penelitian terdahulu yang ditemukan oleh peneliti terdapat inkonsistensi hasil penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan burnout yang berdasarkan jenis kelamin dan usia pada hotel bintang empat di Surabaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan total jumlah 140 responden yang merupakan staf manajerial pada hotel berbintang empat di Surabaya. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah uji beda independent sample t-test untuk menguji perbedaan jenis kelamin dan One Way ANOVA untuk menguji perbedaan usia. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti menunjukkan tidak terdapat perbedaan burnout yang signifikan antara pria dan wanita. Namun terdapat perbedaan burnout yang signifikan pada rentang usia tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian empiris untuk membuktikan adanya perbedaan burnout berdasarkan jenis kelamin dan usia. Burnout has become one of a major problem for employees in Hospitality’s Industry. From the previous studies that the researcher found, there are inconsistent results. This study aims to analyze burnout depends on gender and age differences on middle manager at Surabaya’s hotels. This study uses a quantitative method with 140 respondents which are a middle manager at Surabaya’s four star hotels. The analysis technique used is Independent Sample t Test to test the gender differences and also One Way ANOVA to test age differences. Research shows that there was no significant burnout difference between men and women. However, there are some differences burnout found based on some specific age. This study is an empirical evidence about burnout differences based on gender an age.