Hary Sulistyo
Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Konflik Politik 1965 dalam Cerpen Susuk Kekebalan karya Han Gagas Hary Sulistyo
POETIKA Vol 6, No 1 (2018): Issue 1
Publisher : Literary Studies, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/poetika.v6i1.35611

Abstract

Cerpen Susuk Kekebalankarya Han Gagas merupakan salah satu cerpen dalam buku kumpulan cerpen Catatan Orang Gila. Cerpen tersebut menceritakankonflik politik 1965 dengan setingcerita di Ponorogo, Jawa Timur. Seperti halnya peristiwa bersejarah tersebut, Han Gagas menarasikan keterlibatan negara yang terepresentasikan dalam bentuk aparatusnya yaitutentarayang dibantu oleh masyarakat untuk menyerang tokohyang dianggap simpatisan Lekra, yaitu Warok Wulunggeni beserta pengikutnya sebagai representasi ideologi resisten terhadap hegemoni negara. Persoalan yang perlu dicermati berkaitan dengan bentuk representasi ideologi dominan sebagai cerminan hegemoni negara dalam cerpen, bentuk resistensi idologi resisten terhadap hegemoni negara dalam cerpen, danbentuk dominasi negara terhadap ideologi resisten yang tercermin dalam cerpen. Teori yang digunakan dalam tulisan ini adalah Negara dan Hegemoni Antonio Gramsci yang terdiri dari Hegemoni, Resistensi, Konsensus, dan Dominasi. Metode analisis tulisan ini dengan melihat persoalan tekstual dalam cerpen dan mengoperasikan vitur-vitur teori Antonio Gramsci yang berkaitan dengan perebutan momentumdan kekuasaan khususnya pada era 1965. Analisis tulisan ini menghasilkan; 1. Ideologi dominan sebagai representasi hegemoni negara dalam perebutan momentum yang terepresentasikan dalam cerpen tersebut adalah kelompok masyarakat anti-PKI yang dipimpin oleh Warok Wirodigdo dan seorang bapak bersenapan; 2. Bentuk resistensi ideologiresisten yang tercermin dalam cerpen tersebut yaitu perlawanan secara fisik oleh kelompok Warok Wulunggeni terhadap representasi negara yaitu massa yang dipimpin Warok Wirodigdo dan bapak bersenapan; 3. Dominasi negara terhadap kelompok resisten yaitupenumpasankelompok Warok Wulunggenisebagai tokoh Lekra. Kata kunci: susuk kekebalan, resistensi dan dominasi negara, konflik politik 1965