Hadirman Hadirman
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DALAM MEDIA PERTUNJUKAN KABHANTI KANTOLA (Analisis Pesan Verbal Media Tradisional Masyarakat Muna Pada Pentas 10 Juli 2018) N. Kenda; Hadirman Hadirman; Musafar Musafar
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol 1, No 01 (2020): Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabhanti kantola merupakan salah satu media komunikasi tradisional yang berisi pesan/komunikasi pembangunan. Seni pertunjukan kabhanti kantola berisi pesan-pesan pembangunan, baik pembangunan fisik maupun sumber daya manusia. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk komunikasi pembangunan dalam pesan verbal yang terkandung teks-teks kabhanti kantola pada masyarakat Muna. Teori yang digunakan dalam kajian ini terdiri atas (1) konsep kabhanti kantola, dan (2) komunikasi pembangunan. Pesan pembangunan yang terkandung dalam teks-teks kabhanti kantola dideskripsikan secara kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Kepustakaan digunakan untuk mengungkap pengetahuan yang seluas-luasnya terhadap objek kajian terkait komunikasi pembangunan dalam pesan verbal kabhanti kantola. Hasilnya menunjukkan bahwa kabhanti kantola pada masyarakat Muna mampu dijadikan sebagai salah satu media komunikasi pembangunan baik pembangunan fisik maupun pembangunan karakter dan sumber daya manusia.
Dinamika Bahasa dan Budaya yang Tercermin Tradisi Lisan Katoba pada Masyarakat Muna Hadirman Hadirman
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 3: Al Qalam (Mei 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i3.963

Abstract

Abstrak Tradisi lisan katoba merupakan salah satu ritual siklus hidup masyarakat Muna yang dilaksanakan pada anak yang berusia 7-11 tahun kepada anak laki-laki dan perempuan. Tradisi lisan ini dalam pelaksanaannya memiliki dinamika bahasa dan budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika penggunaan bahasa Muna dalam tradisi lisan katoba mencakup dinamika internal: dinamika cara penuturan, dinamika struktur, dinamika diksi, dan perubahan makna dan nilai; dan dinamika eksternal: difokuskan pada dinamika sikap penutur terhadap tradisi lisan katoba. Implikasi penelitian ini adalah dalam tradisi lisan katoba sudah memperlihatkan ciri campur kode dan alih kode, sehingga sangat diperlukan langkah penanggulangan sedini mungkin agar perubahan tersebut dapat dikendalikan sehingga tidak mengarah pada kepunahan bahasa ritual. Perubahan terkendali, artinya perubahan yang mengarah pada pemilahan fungsi bahasa ataupun ragam sesuai dengan ranah pemakaiannya. 
Problematika Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Lembaga Pendidikan Islam di Tengah Komunitas Minoritas Muslim (Studi di MIN 1 Minahasa) Hadirman Hadirman
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 2, April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i2.966

Abstract

Problematika karakter bangsa di kalangan peserta didik akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan. Selain itu pengaruh budaya asing yang masuk di negara kita dapat mempengaruhi karakter bangsa. Pendidikan karakter memegang peranan penting dalam mewujudkan kualitas pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan problematika pendidikan budaya dan karakter bangsa di MIN 1 Minahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pendidikan budaya dan karakter karakter siswa di MIN 1 Minahasa dilihat pada faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung pembentukan karakter siswa di MIN 1 Minahasa yakni dukungan guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat di sekitar madrasah. Sementara itu, faktor penghambatnya yakni masih ada sebagian kecil orang tua yang tidak peduli dengan anaknya, beragamnya karakter siswa, dan dampak lingkungan peserta didik yang kurang baik. 
Model Pengelolaan Lembaga Pendidikan di Tengah Komunitas Penghayat Kepercayaan Masade (Studi di SMA Tabukan Utara, Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara) Ishak Talibo; Djamila Usup; Hadirman Hadirman
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2222

Abstract

 AbstrakPengelolaan lembaga pendidikan di tengah komunitas penghayat kepercayaan masade di Kabupaten Kepulauan Sangihe memerlukan keterbukaan dan akomodatif dari pihak sekolah. Bagaimanakah model pengelolaan lembaga pendidikan di tengah-tengah komunitas masade khususnya di SMA Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan lembaga pendidikan di SMA Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe menerapakan model akomodatif, berkeadilan, dan kolaboratif. Dengan model yang diterapkan ini peserta didik yang berasal dari penghayat kepercayaan masade mendapatkan akses dan kesempatan yang sama di sekolah tersebut, serta tidak mendapatkan diskriminasi dari pihak sekolah.
Model Pengelolaan Lembaga Pendidikan di Tengah Komunitas Penghayat Kepercayaan Masade (Studi di SMA Tabukan Utara, Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara) Ishak Talibo; Djamila Usup; Hadirman Hadirman
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2222

Abstract

 AbstrakPengelolaan lembaga pendidikan di tengah komunitas penghayat kepercayaan masade di Kabupaten Kepulauan Sangihe memerlukan keterbukaan dan akomodatif dari pihak sekolah. Bagaimanakah model pengelolaan lembaga pendidikan di tengah-tengah komunitas masade khususnya di SMA Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan lembaga pendidikan di SMA Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe menerapakan model akomodatif, berkeadilan, dan kolaboratif. Dengan model yang diterapkan ini peserta didik yang berasal dari penghayat kepercayaan masade mendapatkan akses dan kesempatan yang sama di sekolah tersebut, serta tidak mendapatkan diskriminasi dari pihak sekolah.
Mengungkap Konstruksi Identitas Sosial dalam Lirik Lagu Daerah “Wuna Nokokasinta” Karya Wilmar Pater Hadirman Hadirman
YASIN Vol 5 No 2 (2025): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i2.5144

Abstract

This study aims to analyze the relationship between signifier and signified, denotation and connotation structures, and the construction of social identity reflected in the lyrics of regional songs and Wuna Nokokasinta by Wilmar Pater. Using Roland Barthes' semiotic theory, this study reveals the symbolic meaning and identity construction contained in the lyrics of popular regional songs as a representation of the culture of the Muna people. The method used is a descriptive qualitative method with a text analysis approach. Data were obtained through a documentation study from the Nawir Musik Channel. The study results show that the lyrics of the Wuna Nokokasinta song reflect the close relationship between the Muna people and their ancestral land, religiosity, identity, cultural direction, and the value of harmony. The denotative meaning in the lyrics reflects a concrete description of the land of Muna as a blessed and beloved land. At the connotation level, these songs express the values ​​of collectivity, love for the homeland, solidarity, and respect for ancestral traditions. In addition, the symbolism in the lyrics emphasizes the social identity of the Muna people as a community that upholds the values ​​of togetherness, social justice, and gratitude for the blessings they have. This study concludes that the lyrics of Muna regional songs are not only a medium of artistic expression, but also a means of preserving the noble values ​​of culture that strengthen the social identity of its people. The songs function as a collective reminder of the importance of maintaining social harmony and as an emotional bond between the Muna people and their homeland.
Iluminasi Manuskrip Jawa sebagai Inspirasi Desain Undangan Pernikahan Venny Indria Ekowati; Erlin Aryulita; Ghis Nggar Dwiadmojo; Hadirman Hadirman
YASIN Vol 5 No 4 (2025): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i4.6288

Abstract

Conserved Javanese manuscripts hold a wealth of visual richness and aesthetic value that remains largely unexplored, particularly in the illuminative elements which serve not only as decoration but also as illustrative support to the textual content. This study aims to propose an invitation card design inspired by the illuminations found in ancient manuscripts, as a form of cultural adaptation within the creative industry. The research employs a descriptive-qualitative method and content analysis. The primary object of study is the illumination in the manuscript Serat Jayalengkara Wulang, codex Add MS 12310, housed in the British Library. The adaptation process comprises five stages: (1) selection of illumination elements, (2) redrawing using the Procreate application, (3) stylization for form simplification, (4) layout arrangement for the invitation design, and (5) final rendering for production purposes. The end product is a market-ready digital invitation design, available for e-commerce distribution. This study demonstrates that Javanese manuscript illuminations can be creatively adapted as visual elements that hold both aesthetic and historical value, while also enhancing product appeal within the creative industry. The findings open new possibilities for utilizing intangible cultural heritage, which has traditionally focused more on script than on visual elements such as illumination.
Analisis Perbandingan Penelitian Internasional-Nasional Tentang Pendidikan Multikultural Berbasis Budaya Lokal: Tantangan, Pendekatan, dan Implikasinya Hadirman Hadirman
MASALIQ Vol 5 No 2 (2025): MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v5i2.5175

Abstract

Although multicultural education based on local culture is an important issue at the national and international levels, there are still gaps in its implementation. The purpose of this study is to examine the differences in approaches to multicultural education at the national and global levels and to emphasize the difficulties and opportunities associated with implementing this approach. Relevant national and international journals were analyzed to conduct a literature study. Data were analyzed qualitatively using a comparative method after being collected from various scientific articles. The results of the study indicate that the global approach emphasizes more on experience-based education and interculturalism, while the national approach tends to incorporate local cultural values ​​into the school curriculum. This tendency is a form of adaptation and contextualization of multicultural education rooted in the socio-cultural context. On the other hand, policies, synergies, assumptions, cultural dominance, and antipathy towards curriculum adaptation/adjustment are problems in optimizing multicultural education. Although there are still problems in its implementation, in several studies multiculturalism has been shown to increase understanding of cultural differences, strengthen inclusivity, and create social harmony if supported by strong policies and effective learning approaches. To address the dynamics of diversity in the era of globalization, this study offers insights to educators, policymakers, and academics to build a more inclusive and locally-based education system.