Syarif Budhirianto
Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PPID dan Transfer Informasi dalam Perspektif Keterbukaan Informasi Publik di Jawa Barat Syarif Budhirianto
Observasi Vol 12, No 1 (2014): Pengelolaan Informasi di Era Keterbukaan Informasi
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.055 KB)

Abstract

Dalam membangun pencitraan PPID di Pemerintah Provinsi Jabar sebagai alat transfer informasi menuju pemerintah yang  transparan dan akuntabel, perlu dibangun institusi publik yang user friendly yang memahami kebutuhan masyarakatnya serta dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. Hubungan tersebut dapat dibangun dengan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai agen penyedia, pengelolaan, dan penyebaran informasi publik, sehingga terwujudnya informasi yang lebih cepat dalam memfasilitasi manajemen pemerintah untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat. Kepentingan masyarakat tidak terbatas pada sistem pertanggungjawaban anggaran saja, tetapi dalam perspektif yang lebih luas lagi yang bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Partisipasi masyarakat harus ditempatkan pada peran yang utama dalam setiap pembangunan yang bersentuhan dengan  kepentingan publik. Pemprov Jabar sangat terbuka dalam menerima aspirasi masyarakat dan memberikan ruang seluas-luasnya untuk hal tersebut, namun partisipasi itu tidaklah optimal bila dimanfaatkan hanya oleh segmen masyarakat tertentu saja.
SIKAP MASYARAKAT TERHADAP KAMPANYE TELEVISI DIGITAL PADA MEDIA TELEVISI Syarif Budhirianto
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 18, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.056 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.18.3.326

Abstract

Keputusan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengadopsi teknologi penyiaran digital menggantikan teknologi televisi analog merupakan tuntutan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk mengimplementasikan program tersebut, dilakukan kampanye melalui media televisi sampai pada tingkat kesiapan masyarakat sesuai batas waktu yang ditetapkan pada tahun 2018 yang akan datang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitis yang bertujuan untuk mengetahui sikap khalayak penonton televisi terhadap kampanye televisi digital. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bandung Kulon, dengan pemilihan lokasi secara multistage cluster random sampling, jumlah sampel 110 orang yang ditetapkan secara proposional sampling. Analisis data menggunakan skala likert yang dikonsultasikan dalam interpretasi skor. Hasil penelitian menunjukkan sikap masyarakat terhadap kampanye televisi digital di televisi dari aspek pemahaman mendapat interpretasi sangat baik, sedangkan ketertarikan atau perasaan terhadap isi kampanye yang disampaikan oleh sumber informasi dari Kemenkominfo dan kesadaran akan manfaat penggunaan dan kepedulian untuk merubah sebelum kebijakan ini diberlakukan mendapat interpretasi baik.Kata kunci : sikap masyarakat, kampanye televisi digital, media televisi.
ANALISIS BERITA KAMPANYE PEMILIHAN GUBERNUR JABAR 2013 PADA SURAT KABAR PIKIRAN RAKYAT Syarif Budhirianto
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 18, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.18.1.316

Abstract

Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013 dipandang sebagai peristiwa penting untuk menentukan pemimpin masyarakat Jabar. Surat kabar Pikiran Rakyat (PR) menyajikannya dengan frekuensi yang cukup tinggi selama kampanye berlangsung, baik dalam bentuk straight news ataupun feature news. Penelitian ini dideskripsikannya mulai tanggal 7 sampai dengan 20 Februari 2013, yang selanjutnya dilakukan konten analisis untuk mengetahui berbagai sudut pandang dan pembahasan yang muncul mengenai peristiwa Pilgub. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk atau format berita kampanye Pilgub Jabar yang diikuti oleh lima kandidat atau cagub tersaji secara proporsional dan berimbang, di mana informasinya netral dan objektif tanpa berafiliasi kepada salah satu kandidat. Sedangkan pendapat masyarakat pada rubrik opini umumnya bersinggungan dengan antusiasme dalam menghadapi pelaksanaan Pilgub 2013 serta pentingnya strategi kampanye melalui pendekatan kukurusukan, yakni berkomunikasi langsung dengan masyarakat dan merasakan langsung apa yang dilakukannya.Kata kunci : berita kampanye pilgub Jabar 2013, durat kabar PR, rubrikasi berita.
MODEL PEMBERDAYAAN RELAWAN TIK DALAM MENINGKATKAN E-LITERASI MASYARAKAT DI KOTA SUKABUMI Syarif Budhirianto
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 5, No 2 (2016): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.847 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v5i2.844

Abstract

Pemberdayaan masyarakat oleh relawan TIK merupakan langkah strategis menuju e-literasi dalam meningkatkan kualitas kehidupan. Fokus penelitian adalah bagaimana model pembelajaran yang efektif diterapkan pada masyarakat, sehingga transformasi informasi yang dilakukan relawan TIK mudah diserap (absorb the lessons). Untuk membangun persepsi positif dalam pembelajaran, diperlukan studi kualitatif dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) di Kota Sukabumi berdasar kompetensi empirik yang dimiliki, sehingga dapat memformulasikan model pembelajaran yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran dalam meningkatkan e-literasi, adalahdengan melakukan kolaborasi dan koordinasi secara sinergi dengan pemangku kepentingan dan menyatukan misi pembelajaran, selanjutnya melakukan pemetaan berdasar karakteristik masyarakat, seperti minat belajar, kemampuan, dan gaya belajar. Model pembelajaran yang bisa diadaptasikan kepada masyarakat memerlukan media berbasis TIK yang disesuaikan dengan bahan ajar (modul), untuk memerjelas penyajian pesan yang tidak terlalu verbalistis tetapi lebih mengedepankan praktek. Sistem pemaparan yang lebih komunikatif, dengan mengeleminir istilah-istilah TIK yang sulit dipahami akan menunjang percepatan proses belajar secara tepat dan dapat mengatasi sikap pasif anak didik.