Hasyim Ali Imran
BPPKI JAKARTA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FENOMENA INTERKONEKSI DI LINGKUNGAN INSTANSI PELAYANAN PUBLIK BIDANG INFORMASI DAN DOKUMENTASI Hasyim Ali Imran
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 15, No 2 (2011): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.28 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2011.150206

Abstract

This paper dealt with the phenomenon of the interconnection of public service agencies in the field of information and documentation. This study focuses on: (1) Efforts to find state of the art regarding the interconnection study, (2) theoretical concepts related to the relevant Interconnection Study, (3) The factors thought influencing the implementation of interconnection network structure, and (4) Efforts to draw relevant hypothesis in terms of the interconnection studies. Review is done by referring to existing theories. The result shows studies related to interconnection are still relatively few issues and even, there are only two are known to enter under research study category. The rest still in the form of review paper category. Despite, from these limited studies also noted that review paper was very technical,and only one which its leads to linkage ICT  with human factorTulisan ini berupaya meninjau fenomena interkoneksi di lingkungan instansi pelayanan publik bidang informasi dan dokumentasi. Telaahnya difokuskan pada : (1) Upaya menemukan state of the art menyangkut studi interkoneksi; (2) Konsep-konsep teoritik yang relevan terkait studi Interkoneksi; (3) Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi penerapan struktur jaringan interkoneksi ; dan (4) Upaya menarik hipotesis yang relevan dalam kaitan studi interkoneksi. Tinjauan dilakukan dengan cara merujuk pada teori-teori yang ada. Hasilnya antara lain menunjukkan penelaahan terkait persoalan interkoneksi itu masih relatif minim, dan inipun hanya dua yang diketahui masuk dalam telaah berkategori riset. Selebihnya masih berupa telaah dalam kategori makalah/paper-paper ilmiah. Di samping itu, dari kajian-kajian terbatas ini juga diketahui bahwa penelaahan itu semuanya masih sangat bersifat teknis, hanya satu di antaranya yang singgungannya mengarah kepada keterkaitan ICT dengan faktor human
Media Massa, Khalayak Media, The Audience Theory, Efek Isi Media dan Fenomena Diskursif Hasyim Ali Imran
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 16, No 1 (2012): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.24 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2012.160103

Abstract

Berkaitan dengan polarisasi fenomena hubungan media massa dengan khalayak, paper ini memfokuskan telaahnya pada: 1) Keterkaitan Media dan Khalayak dengan The Audience Theory; 2) Komponen Audience dan Efek yang Ditimbulkan Isi Media; 3) Fenomena Diskursif dalam Suratkabar dengan kasus pada Harian Rakyat Merdeka. Telaahnya dilakukan dengan mengacu pada teori-teori yang relevan dengan masalah hubungan media massa dengan khalayak serta menggunakan data riset menyangkut praktik diskursif pada rubrik DPRM Harian Rakyat Merdeka. Hasilnya menunjukkan, menyangkut persoalan pertama, dalam perspektif teoritisi ternyata telah memperlihatkan perkembangan. Telaah teoritik bermula diwujudkan dalam bentuk The Hypodermic Needle Model, kemudian disusul model Two-Step Flow,Uses & Gratifications dan terakhir dalam format Reception Theory. Persoalan kedua, hasil pembahasan memperlihatkan ada tiga format: menurut perspektif pengamat; menurut teoritisi berparadigma positivistik, dan menurut teoritisi berparadigma kritikal. Persoalan ketiga, hasil pembahasan mengindikasikan bahwa Harian Rakyat Merdeka yang cenderung mengalami kemajuan pesat secara ekonomi itu justru semakin memfasilitasi individu warga untuk berpartisipasi aktif dalam diskusif melalui rubrik DPRM. Fenomena ini karenanya menjadi tidak relevan dengan kekhawatiran akan munculnya disfungsionalisasi suratkabar sebagai public space yang memfasilitasi terwujudnya public discourse ketika tumbuh menjadi komersil, sebagaimana tercetus dalam perspektif Ekonomi Politik Kritis.