Sudji Siswanto
BPPKI DKI JAKARTA

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Literasi Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) masyarakat desa pantai, Survai di Desa Kota Bengkulu, Pangkal Pinang, Jakarta Sudji Siswanto
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 16, No 2 (2012): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.398 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2012.160201

Abstract

Convergence  of  Communications  and  Information  Technology  support  the  realization  of  the information  society  as  planned  by  WSIS  signatories, including  Indonesia.  WSIS  planned  the realization of ICT literacy at 50% of the world population by 2015 and 100% by 2025. This paper will present  the  results  of  research  about  computer  literacy  in  rural  coastal  communities.  The  research location selection was related to an attempt to make them as part of the global information society. This study was based on positivistic paradigm with  quantitative approach through survey methods in the province of DKI Jakarta, Bangka Belitung, and Bengkulu. The results of this study can be stated asfollows. Minor variables indicate that respondents  tend to have computer independent literacy skills. But particularly, it appears that the respondents in the coastal village of Bengkulu is far superior than other locations. Overall analysis of computer literacy showed that respondents who were more selfsufficient ability already prevalent in Bengkulu than two other locations. The same symptoms appears when it is viewed on the respondents who have not self-contained, Bengkulu province was also seen far  less  than  other  two  locations,  especially  Bangka  Belitung  province  which  dominated  by respondents that are not self-sufficient.  Konvergensi  Teknologi  Komunikasi  dan  Informasi  mendukung  upaya  mewujudkan  masyarakat informasi  (sesuatu  yang  dicanangkan  negara  penandatangan  WSIS  termasuk  Indonesia).  WSIS menyanangkan, terwujudnya ICT literasi pada 50% penduduk dunia pada tahun 2015 dan 100% pada tahun  2025.  Tulisan  ini  akan  memaparkan  hasil  penelitian  tentang  tingkat  literasi  komputer  di lingkungan  masyarakat  pedesaan  pantai.  Pemilihan  lokasi  penelitian  ini  terkait  dengan  upaya  untuk menjadikannya  sebagai  bagian  dari  masyarakat  informasi  global.  Penelitian  ini  dilaksanakan berdasarkan paradigma positivistik dengan pendekatan kuantitatif melalui metode survey di provinsi DKI Jakarta, Bangka Belitung dan Provinsi Bengkulu.Hasil penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut.  Variabel  minor  menunjukkan  bahwa  literasi  komputer  responden  cenderung  memiliki kemampuan  yang  sifatnya  mandiri.  Namun  secara  khusus  tampak  bahwa  responden  di  desa  pantai Bengkulu  itu  jauh  lebih  unggul  jika  dibandingkan  dua  lokasi  lainnya.  Analisis  secara  keseluruhan terhadap  fenomena  literasi  komputer  menunjukkan  bahwa  responden  yang  kemampuannya  sudah mandiri itu lebih  menonjol  terjadi  di  lokasi  Bengkulu jika  dibandingkan  dengan  dua  lokasi lainnya. Gejala yang cenderung sama juga tampak jika ditinjau pada kalangan responden yang belum mandiri. Lokasi  Bengkulu  itu  juga  terlihat  jauh  lebih  sedikit  jika  dibandingkan  dengan  dua  lokasi  lainnya, terutama  dengan  lokasi  Bangka  Belitung  yang  dominan respondennya  memang  dari  kalangan responden yang belum mandiri.