Krisis dapat terjadi karena berbagai hal, salah satunya adalah karena pernyataan pimpinan. Salah satu krisis yang menarik akibat pernyataan pimpinan adalah krisis yang menimpa Kementerian Pertanian dalam peristiwa penggerebekan gudang beras PT Indo Beras Unggul (PT IBU) di Bekasi. Beberapa pernyataan yang disampaikan setelah penggerebekan gudang beras menimbulkan polemik yang membuat Kementerian Pertanian harus melakukan komunikasi krisis. Studi ini meneliti tentang komunikasi krisis yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian dilihat dari Situational Crisis Communication Theory menggunakan analisis isi kualitatif. Teori tersebut merupakan strategi komunikasi krisis yang menitikberatkan pada atribusi atau persepsi masyarakat terhadap organisasi. Persepsi masyarakat menjadi penting karena Kementerian Pertanian sendiri belum mempunyai SOP khusus komunikasi krisis sehingga atribusi masyarakat menjadi salah satu pedoman dalam melakukan komunikasi krisisnya. Data penelitian terdiri dari pemberitaan di media massa, rilis dan postingan di laman media sosial resmi Kementerian Pertanian. Penelitian menemukan bahwa Kementerian Pertanian cenderung menggunakan strategi reinforcing (memperkuat) dalam komunikasi krisisnya.Kementerian Pertanian berusaha memperkuat posisinya di mata stakeholder dengan mengingatkan hal-hal positif, memuji stakeholder, atau memposisikan diri sebagai korban. Selain itu, Kementerian Pertanian juga melakukan strategi diminish atau mengurangi tanggung jawab organisasi dengan cara meyakinkan bahwa organisasi tidak bermaksud melakukan hal-hal negatif.