Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Model Edukasi Berbasis TIK ʺAplikasi Teradamʺ terhadap Pengetahuan Orang Tua dalam Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Anak Deisy Sri Hardini; Sarwito Rachmad Barmawi
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2064

Abstract

Pendidikan kesehatan dengan menggunakan media tepat guna dan berbasis teknologi informasi keperawatan (TIK) dengan smartphone melalui Aplikasi Teradam (tersedak, keracunan, dan kejang demam) merupakan sebuah inovasi untuk memudahkan dan mengoptimalkan pengetahuan, pemahaman, serta praktik tatalaksana kegawatdaruratan pada anak. Desain penelitian dengan menggunakan quasi eksperimen dengan pre test post test pada dua kelompok intervensi yaitu kelompok Aplikasi Teradam dan kelompok Media Edukasi Ceramah. Sampel penelitian sebanyak 60 responden yang terdiri dari 30 responden pada kelompok Aplikasi Teradam dan 30 responden pada kelompok Media Edukasi Ceramah. Data dianalisis dengan uji paired t test dan uji T Independent. Hasil analisis paired t test menunjukkan terdapat efek signifikan dari pemberian Aplikasi Teradam dan pemberian edukasi ceramah terhadap tingkat pengetahuan orang tua dalam tatalaksana kegawatdaruratan anak (p<0,05). Hasil analisis uji T Independent menunjukkan bahwa selisih (perbedaan) yang terjadi antar kelompok menunjukkan tidak terdapat efek yang signifikan (p>0,05) terhadap tingkat pengetahuan orang tua dalam tatalaksana kegawatdaruratan anak. Penggunaan media edukasi ceramah dan penggunaan Aplikasi Teradam keduanya dapat diimplementasikan dalam peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan mempraktikkan tatalaksanan kegawatdaruratan anak, sehingga kedua media edukasi ini dapat digunakan secara bersamaan dan berdampingan.
Pengaruh Model Edukasi Berbasis TIK ʺAplikasi Teradamʺ terhadap Pengetahuan Orang Tua dalam Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Anak Deisy Sri Hardini; Sarwito Rachmad Barmawi
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2064

Abstract

Pendidikan kesehatan dengan menggunakan media tepat guna dan berbasis teknologi informasi keperawatan (TIK) dengan smartphone melalui Aplikasi Teradam (tersedak, keracunan, dan kejang demam) merupakan sebuah inovasi untuk memudahkan dan mengoptimalkan pengetahuan, pemahaman, serta praktik tatalaksana kegawatdaruratan pada anak. Desain penelitian dengan menggunakan quasi eksperimen dengan pre test post test pada dua kelompok intervensi yaitu kelompok Aplikasi Teradam dan kelompok Media Edukasi Ceramah. Sampel penelitian sebanyak 60 responden yang terdiri dari 30 responden pada kelompok Aplikasi Teradam dan 30 responden pada kelompok Media Edukasi Ceramah. Data dianalisis dengan uji paired t test dan uji T Independent. Hasil analisis paired t test menunjukkan terdapat efek signifikan dari pemberian Aplikasi Teradam dan pemberian edukasi ceramah terhadap tingkat pengetahuan orang tua dalam tatalaksana kegawatdaruratan anak (p<0,05). Hasil analisis uji T Independent menunjukkan bahwa selisih (perbedaan) yang terjadi antar kelompok menunjukkan tidak terdapat efek yang signifikan (p>0,05) terhadap tingkat pengetahuan orang tua dalam tatalaksana kegawatdaruratan anak. Penggunaan media edukasi ceramah dan penggunaan Aplikasi Teradam keduanya dapat diimplementasikan dalam peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan mempraktikkan tatalaksanan kegawatdaruratan anak, sehingga kedua media edukasi ini dapat digunakan secara bersamaan dan berdampingan.
DETEKSI DIABETES MELLITUS MELALUI PEMERIKSAAN GULA DARAH SEWAKTU PADA WARGA DI WILAYAH PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH PURBALINGGA Sarwito Rachmad Barmawi; Sodikin Sodikin; Asiandi Asiandi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.307 KB)

Abstract

Diabetes mellitus (DM), merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai oleh kadar glukosa darah yang melebihi nilai normal. DM sering disebut sebagai salah satu penyakit silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi. Berbagai penelitian epidemiologis di Indonesia yang dilakukan oleh pusat-pusat diabetes, yang dimulai sekitar tahun 1980-an melaporkan bahwa prevalensi DM pada penduduk usia 15 tahun ke atas sebesar 1,5-2,3% dengan prevalensi di daerah perdesaan lebih rendah dibandingkan perkotaan. Tetapi berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) mulai tahun 2007, 2013 dan seterusnya menunjukkan bahwa antara penduduk di perkotaan dan pedesaan, ternyata proporsi di perdesaan tidak lagi lebih rendah dibandingkan perkotaan. Tujuan kegiatan ipteks bagi masyarakat (IbM) ini adalah untuk melakukan deteksi dini pada DM dengan metode pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS). Pemeriksaan GDS dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah sewaktu pada peserta IbM. Hasil pemeriksaan menjadi indikator apakah peserta mengalami diabetes melitus atau tidak. Metode ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini diabetes mellitus pada komunitas warga Muhammadiyah di PRM Bandingan Purbalingga. Rata-rata usia peserta adalah 52,77 (10,19) tahun, semuanya adalah laki-laki (N = 30). Hasil pemeriksaan GDS menunjukkan rata-rata(standar deviasi) adalah 128,60 (34,34) mg/dL. Nilai GDS kurang dari 200 mg/dL mengindikasikan GDS dalam batas normal. Satu orang warga menunjukkan GDS di atas normal. Kadar gula darah sewaktu peserta IbM rata-rata dalam level normal. Hasi pengukuran GDS ini mengindikasikan komunitas warga Muhammadiyah rata-rata tidak mengalami diabetes mellitus dan perlu terus-menerus diberikan penguatan untuk mempertahankan hidup sehat dan berkualitas.
DETEKSI RISIKO MASALAH KARDIOMETABOLIK PADA WARGA DI WILAYAH PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH PURBALINGGA Asiandi Asiandi; Sodikin Sodikin; Sarwito Rachmad Barmawi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 3 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.647 KB)

Abstract

Risiko kardiometabolik tradisional adalah mencakup adanya hiperglikemia, peningkatan kolesterol high-density lipoprotein (HDL), dislipidemia aterogenik, dan hipertensi. Program ipteks bagi masyarakat (IbM) ini bertujuan untuk mendeteksi risiko masalah kardiometabolik pada warga, dan simpatisan Muhammadiyah di PRM Rawa Pakis Desa Gumiwang, Purbalingga. Kegiatan IbM ini adalah pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan deteksi risiko kardiometabolik dengan melakukan pengukuran komposisi tubuh (scan body composition) menggunakan metode analisis impedansi bioelektrik (bioelectrical impedance analysis) untuk mendapatkan data antropometrik, lemak subkutan tubuh, dan massa otot tubuh. Rata-rata usia aktual (standar deviasi—SD) peserta 53,11 (12,43) tahun dan rata-rata umur badan (body age) 47,94 (13,30) tahun. Rata-rata gula darah sewaktu (GDS) peserta 135,94 (43,80) mg/dL. Rata rata indeks massa tubuh (IMT) peserta 23,87 (3,49) kg/m 2; 7 dari 18 (38,8%) peserta menunjukkan IMT lebih dari ideal. Rata-rata TDS dan TDD 132,22 (18,33) mmHg dan 87,78 (11,66) mmHg masing-masing. Rata-rata prosentase lemak visceral dan lemak tubuh adalah 10,56 (5,28) dan 23,04 (5,38) masing masing. Rata-rata prosentase lemak subkutan seluruh tubuh, badan, lengan, dan kaki adalah 15,97 (3,76), 14,23 (3,66), 21,09 (4,58), dan 21,03 (5,04) masing-masing. Rata-rata prosentase masa otot seluruh tubuh, badan, lengan, dan kaki peserta adalah 29,36 (2,97), 23,19 (3,62), 35,96 (2,22), dan 46,76 (2,86) masing-masing. Rata-rata resting metabolism peserta adalah 1.430,67 (143,74) kcal. Hasil pengukuran pada kegiatan IbM menunjukkan rata-rata umur badan (body age) di bawah umur aktual mengindikasikan normal, rata-rata GDS dalam rentang normal, masih ditemukan 7 dari 18 (38,80%) dengan IMT melebihi ideal, TDS dan TDD dalam rentang normal, prosentase lemak visceral mengindikasikan lemak visceral normal hingga yang sangat tinggi, prosentase kadar lemak tubuh mengindikasikan kadar lemak tubuh normal hingga sangat tinggi. Lemak subkutan dalam rentang normal, massa otot seluruh tubuh, badan, dan lengan mengindikasikan massa otot yang rendah, sedangkan massa otot pada kaki menunjukkan massa otot yang sangat tinggi. Tingginya massa otot mengindikasikan peningkatan angka metabolik (metabolic rate). Resting metabolic rate adalah 1 kcal per kilogram berat badan per jam dan kelebihannya akan disimpan menjadi lemak.
Community empowerment in increasing screening coverage for cervical cancer prevention at the Jatilawang Community Health Center Didik Setiawan; Sarwito Rachmad Barmawi; Githa Fungie Galistiani
Community Empowerment Vol 8 No 11 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.9053

Abstract

Cervical cancer ranks among the most common gynecological cancers globally. The collaborative community service with the Jatilawang Community Health Center aims to provide early detection facilities for cervical cancer, with the expectation of reducing the percentage of cervical cancer infections in the Jatilawang District. The community empowerment model, focused on enhancing screening coverage for cervical cancer prevention at the Jatilawang Community Health Center, was implemented through outreach activities held on March 9 and 16, 2023. The activities targeted both husbands and wives, utilizing booklet media. This program successfully increased knowledge and interest among the residents of Jatilawang District in cervical cancer screening for prevention purposes.