Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PEMBERIAN EXTRA VIRGIN OLIVE OIL (EVOO) UNTUK MENGATASI DIAPER RASH (RUAM POPOK) PADA BAYI USIA 1-12 BULAN Pristi Desy Puspitasari; Rosyidah Alfitri; Ina Indriati
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan Diaper rash atau ruam popok merupakan ruam merah terang yang disebabkan oleh iritasi dari kulit terkena urin atau kotoran yang berlangsung lama di bagian mana saja dibawah popok anak. Untuk menyembuhkan diaper rash (ruam popok) dapat diberikan terapi nonfarmakologi yaitu extra virgin olive oil (EVOO). Manfaat pemberian extra virgin olive oil (EVOO) yang mengandung fenol dan asam esensial dapat melawan ruam pada pantat bayi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemberian Extra Virgin Olive Oil (EVOO) dalam mengatasi diaper rash (ruam popok) pada bayi usia 1-12 bulan. Metode penelitian yang akan digunakan adalah deskripsi observasional dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 2 subyek. Penelitian dilakukan dengan setiap hari dengan mengolesi Extra Virgin Olive Oil (EVOO) sebanyak 4 kali selama ≤ 7 hari. Pengumpulan data menggunakan lembar pengkajian, observasi, SOP, dan dokumentasi foto. Hasil penelitian dan observasi tentang penanganan diaper rash (ruam popok) didapatkan bahwa pada subyek pertama dinyatakan sembuh dalam 4 hari dan pada subyek kedua dinyatakan sembuh dalam 7 hari. Dari hasil penelitian terbukti extra virgin olive oil (EVOO) dapat menyembuhkan diaper rash (ruam popok). Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan bayi usia 1-12 bulan yang mengalami diaper rash (ruam popok) dapat memberikan extra virgin olive oil (EVOO) untuk menyembuhkan diaper rash (ruam popok). Kata kunci : Bayi usia 1-12 bulan, diaper rash, extra virgin olive oil (EVOO) ABSTRACT Introduction Diaper rash is bright red rash caused by irritation of the skin exposed to urine or feces that lasted long in any part of a child's diaper below. To heal diaper rash can be given non pharmacological therapy with extra virgin olive oil (EVOO). The health benefits of extra virgin olive oil (EVOO) containing phenol and essential acids can fight a rash on a baby's bottom. The aim of the research is to find out the provision of Extra Virgin Olive Oil (EVOO) in dealing with diaper rash in infants aged 1-12 months. The research method to be used is the description of the observational case study approach. Subjects were selected based on inclusion and exclusion criteria as much as 2 subjects. Research carried out by every day by smearing Extra Virgin Olive Oil (EVOO) 4 times for ≤ 7 days. Collecting data using sheet assessment, observation, SOP, and photo documentation. Results of research and observations on the handling of diaper rash found that in the first subject was declared cured in 4 days and on the second subject was declared cured within 7 days. From the results of the study proved to be extra virgin olive oil (EVOO) can heal diaper rash. By doing this research is expected to infants aged 1-12 months who have diaper rash can provide extra virgin olive oil (EVOO) to heal diaper rash. Keywords: Infants aged 1-12 months, diaper rash, extra virgin olive oil (EVOO)
Hubungan Pengetahuan Dengan Minat Ibu Hamil Tentang Prenatal Yoga Di Polindes Lengkong Wilayah Puskesmas Gayaman Adhelia Yunita Sari; Reny Retnaningsih; Ina Indriati
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v13i1.383

Abstract

Pendahuluan Prenatal gentle yoga dapat membantu ibu hamil menjaga kesehatannya selama kehamilan karena kehamilan adalah proses alamiah pada manusia tanpa kondisi medis. Meskipun ada banyak manfaat bagi ibu dan bayi, banyak iklan tentang yoga ini langsung menarik minat ibu hamil. Tujuan untuk melihat hubungan antara minat dan pengetahuan ibu hamil tentang prenatal yoga di Polindes Lengkong Puskesmas Gayaman Mojokerto. Metode Analitik Correlation dengan desain cross-sectional adalah metodologi penelitian yang digunakan. Sebanyak 45 ibu hamil pada trimester 2-3 di Wilayah Kerja Polindes Lengkong Puskesmas Gayaman Mojokerto ialah populasi penelitian. Purposive sampling dipergunakan untuk memilih 40 peserta penelitian yang sedang hamil. Ketertarikan ibu hamil terhadap prenatal gentle yoga serta pengetahuan mereka tentang yoga prenatal berfungsi sebagai variabel penelitian independen. Kuesioner digunakan sebagai alat penelitian ini. Uji statistik seperti Spearman Rank, Scoring, Tabulating, dan Editing digunakan dalam pengolahan data. Hasil penelitian dinyatakan meski minat ibu hamil terhadap prenatal gentle yoga diekspresikan oleh 22 responden dengan minat yang sedang (55%), hanya 21 responden yang memiliki pengetahuan yang cukup tentang latihan tersebut (52,5%). Uji statistik Spearman Rank dinyatakan H1 diterima karena p value = 0,000 < α (0,05). Kesimpulan minat dan pengetahuan ibu hamil terhadap prenatal gentle yoga di Polindes Lengkong, Puskesmas Gayaman Mojokerto, berhubungan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYA KERJA UPT PUSKESMAS RATAHAN KECAMATAN LANGOWAN TIMUR KABUPATEN MINAHASA Putri Monica Agustina Mewengkang; Ina Indriati; Iznih Rahmi Lessy
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2775

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan susu hasil produksi ibu yang dimanfaatkan oleh untuk anak-anak dan merupakan sumber nutrisi utama bagi anak-anak yang belum bisa mendapatkan makanan padat. Pemberian ASI pada dasarnya dipengaruhi oleh beberapa variabel, terutama faktor dalam dan luar. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemberian ASI tertentu antara lain tidak adanya pengetahuan ibu tentang pentingnya menyusui. Inti dari tujuan ini adalah untuk mengetahui keterkaitan data ibu dengan pemberian ASI di ruang kerja UPT Puskesmas Ratahan wilayah Minahasa. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang mempunyai anak berusia 0-6 bulan yang mengkoordinasikan pertimbangan penelitian dengan prosedur pengujian menggunakan metode total sampling. sampel yang digunakan adalah 53 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuisioner. Penilaian data menggunakan uji terukur Chi Square. Konsekuensi uji terukur chi square menunjukkan bahwa variabel informasi mempunyai pvalue = 0,000 < α (0,05), sehingga terdapat hubungan antara informasi ibu dengan pemilihan ASI.Kata Kunci : Ibu, Asi, Pengetahuan
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KELENGKAPAN KUNJUNGAN K1 IBU HAMIL DI UPTD TAMBELANG Venny Virna Pangemanan; Ina Indriati; Iznih Rahmi Lessy
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2566

Abstract

Pelayanan kesehatan terkait kehamilan diberikan melalui pemeriksaan antenatal yang dilakukan beberapa kali selama kehamilan, biasanya satu kali pada trimester pertama (0-12 minggu), minimal satu kali pada trimester kedua (12-24 minggu), dan kurang lebih dua kali. pada trimester ketiga (24 minggu hingga kelahiran). untuk mengetahui hubungan kepuasan ibu hamil terhadap kunjungan K1 dengan kesetaraan di UPTD Tambelang. Pemeriksaan ini dipimpin dengan menggunakan analisis korelasi, yang meliputi pengumpulan informasi dengan menggunakan setidaknya dua faktor dengan menggunakan metode cross-sectional, dimana persepsi atau estimasi faktor dilakukan pada saat yang bersamaan. Populasi yang diperiksa berjumlah 56 responden. Contoh prosedur yang digunakan adalah teknik purposive sampling, dengan jumlah contoh 30 responden. Hasil pendalaman menyatakan bahwa hasil uji faktual menunjukkan bahwa Pvalue 0,002 berada di bawah 0,05, sehingga Ho dinyatakan diberhentikan, dan itu berarti ada hubungan paritas dengan pemenuhan kunjungan utama ibu hamil di UPTD. Tembelang. Dari hasil estimasi OR yang bernilai 9,444 cenderung dapat disimpulkan bahwa ibu dengan paritas primipara mungkin tidak menjalani total penilaian sebanyak 9 kali.
PENGARUH EDUKASI VULVA HIGIENE DENGAN MEDIA VIDIO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI Sukmawati Elly; Ina Indriati
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2575

Abstract

Menurut WHO, remaja adalah populasi yang berusia 10-19 tahun. Kebersihan vulva adalah cara berperilaku yang benar-benar memperhatikan alat kelamin bagian luar (vulva) untuk menjaga kerapian dan kesehatan aurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari penyuluhan kebersihan vulva dengan menggunakan media video untuk memberikan informasi dan sudut pandang remaja putri yang adil dan jujur. Desain riset ini adalah pra-eksperimen dengan one group pre-posttest design. Populasi dalam riset ini adalah remaja putri dengan jumlah 135 responden yang menggunakan prosedur teknik purposive sampling. Instrumen eksplorasi menggunakan survei, penyelidikan informasi univariat menggunakan tarif dan pemeriksaan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian informasi dengan memanfaatkan Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan besar informasi pada remaja putri ketika diberikan informasi tentang remaja putri dengan p-value 0.000 (p<0,05). Hasil analisis sikap menggunakan uji wilcoxon menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan sikap remaja putri sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan p-value 0,000 (p<0,05). Sehingga dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh signifikan pengetahuan dan sikap remaja putri sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media video edukasi tentang vulva hygiene. Kata Kunci : Video Edukasi, Vulva Hygiene, Remaja
PENGARUH IMD DALAM PENCEGAHAN HIPOTERMI DENGAN BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS KEDI Solfiani Maroruba; Ina Indriati
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2554

Abstract

Penurunan tingkat panas tubuh pada bayi terjadi karena anak mengalami penurunan intensitas yang kali lebih besar dibandingkan orang dewasa. Pada 30 menit pertama setelah lahir, tingkat panas anak bisa mencapai sekitar 3-4°C. Dimulainya Menyusui Dini (IMD) dapat berupaya menurunkan angka kematian pada bayi. Tim medis dapat menyampaikan imbauan kepada ibu mengenai IMD, salah satunya adalah mencegah kehilangan panas dan memberikan ASI pada jam pertama setelah kelahiran anak. Tujuan riset tersebut adalah untuk mengetahui dampak pemberian ASI dini terhadap hipotermia pada bayi di Pusat Kesejahteraan Kelompok Masyarakat Kedi. Metode riset ini menggunakan pra experiment dan desain one group pretest-postest. Teknik dalam memperoleh sampel secara purposive sampling sebanyak 16 responden. Alat ukur yang digunakan yaitu thermometer aksila digital, standar operasional prosedur (SOP) inisiasi menyusui dini dan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji paired sample t-test dengan hasil nilai p-value= 0,000 (p<0,05). Artinya ada pengaruh inisiasi menyusui dini terhadap hipotermi pada bayi baru lahir di puskesmas kedi. Inisiasi menyusui dini dapat membantu bayi baru lahir untuk mencegah hipotermi di puskesmas Kedi.Kata Kunci: Bayi, Hipotermi, Puskesmas
Hubungan Umur Dan Paritas Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan di PMB Zummatul   Anggreni Bulu; Ina Indriati; Tut Rayani Aksohini Wijayanti
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2550

Abstract

Pemilihan alat kontrasepsi sangatlah penting, dan suntik salah satu pilihan yang digemari.Suntik merupakan resep yang sederhana, aman, murah, dan tidak mempengaruhi ASI. Keadaan yang mempenaruhi penggunaan alat kontrasepsi suntik antara lain pengetahuan, dukungan pasangan, pendidikan, profesi, perilaku dan paritas. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi berupa cross sectional. Populasi dari penelitian yaitu peserta KB suntik di PMB ZummatulKecamatan Gunung Anyar Surabaya dengan populasi 51 orang. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel. Sampel dari penelitian ini sebanyak 34 responden. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh responden berusia <30 tahun, dan sebagian kecil responden berusia >30 tahun,hampir separuh responden berstatus paritas primipara, dan hampir separuh responden berada pada kategori baik. Terdapat hubungan antara usia ibu dengan keputusan pemasangan suntik KB 3 bulan di PMB Zummatul Wilayah Gunung Anyar dengan konsekuensi P 0,011 < 0,05. Ada hubungan antara paritas dengan keputusan kontrasepsi suntik 3 bulan di PMB Zummatul Kecamatan Gunung Anyar dengan hasil P 0,000 < 0,05.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN K4 Sri Rahayu Saifudin; Ina Indriati
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2559

Abstract

Pelayanan perawatan prenatal adalah bantuan medis yang diberikan kepada calon ibu oleh tenaga kesehatan yang terlatih sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam Standar Pelayanan Kebidanan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa angka kematian ibu terus meningkat. Setiap hari, banyak wanita meninggal karena komplikasi yang terkait dengan kehamilan atau persalinan. Studi ini menyelidiki hubungan antara dukungan keluarga dan pengetahuan calon ibu tentang kehamilan mereka dan kunjungan ke fasilitas kesehatan selama trimester ketiga kehamilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional untuk melakukan analisis korelasional. Tiga puluh responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan diuji dengan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dengan nilai p = 0,013, ada hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat pendidikan anak, lebih rendah dari 0,05. Selain itu, ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga, dengan nilai p = 0,000, yang juga lebih rendah dari 0,05. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan antara dukungan keluarga, tingkat pengetahuan calon ibu, dan kunjungan ke fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk meningkatkan edukasi tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, pentingnya pemeriksaan kehamilan, dan keterlibatan keluarga dalam mendukung calon ibu.Kata kunci: Antenatal Care, Kehamilan, Dukungan Keluarga
GAMBARAN KEHAMILAN RESIKO TINGGI DAN KETERATURAN ANTENATAL CARE DI WILAYA KERJA UPT PUSKESMAS WOLAANG Meyti Mengko; Ina Indriati
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2776

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan masa  kehamilan yang dapat berdampak pada calon ibu dan anak menjadi lemah bahkan menimbulkan kematian sebelum dilahirkan. Poin utama dari pemeriksaan ini adalah untuk menentukan gambaran kehamilan berisiko tinggi dan konsistensi pertimbangan antenatal di wilayah kerja UPT Puskesmas Wolaang. Metode ini menggunakan total sampling. Populasi yang digunakan yaitu semua ibu hamil dengan kehamilan resiko tinggi di daerah kerja UPT Puskesmas Wolaang. Sample yang diteliti yaitu 56 ibu hamil. Hasil dari penelitian ini adalah Gambaran kehamilan risiko tinggi di wilayah kerja UPT Puskesmas Wolaang terdapat banyak calon ibu yang terancam (resti) karena terlalu tua > 35 tahun, memiliki jumlah anak sebanyak 4/lebih, memiliki latar belakang operasi caesar/SC, hamil lagi terlalu dini < 2 tahun dan masa lalu yang penuh dengan penyakit . Kunjungan ANC yang sangat standar.Kata Kunci : Kehamilan, Bayi, Ibu