Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERBEDAAN PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN INPARTU KALA I FASE AKTIF DENGAN TEKNIK EFFLEURAGE DAN TEKNIK AKUPRESUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOREJO KABUPATEN KEDIRI Astri Yunita; Astri Yunita
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v9i1.299

Abstract

Pendahuluan: Nyeri persalinan adalah suatu perasaan tidak nyaman berkaitan dengan adanya kontraksi uterus, dilatasi dan effacement serviks, penurunan presentasi, peregangan vagina dan perineum yang berakhir dikala IV persalinan. Nyeri persalinan yang tidak ditangani secara adekuat menyebabkan ketidaknyamanan ibu dan akan mempengaruhi proses persalinan. Ada beberapa cara menanggulangi nyeri persalinan yaitu dengan teknik effluerage dan teknik akupresur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan penurunan intensitas nyeri pada pasien inpartu kala I fase aktif dengan teknik effluerage dan teknik akupresur di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian quasy eksperimental dengan rancangan two group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien inpartu kala I fase aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kabupaten Kediri. Sampel penelitian ini adalah 24 responden yang dipilih secara accidental sampling. Analisis data menggunakan dependent t-test dan independent t-test serta menggunakan alat ukur berupa lembar observasi skala nyeri menurut Bourbanis. Hasil: Ada perbedaan yang signifikan penurunan intensitas nyeri pada pasien inpartu kala I fase aktif antara yang dilakukan teknik effluerage dan teknik akupresur dengan nilai p-value 0,008 < a (0,05). Dari kedua teknik tersebut yang lebih efektif dalam mengurangi nyeri pada pasien inpartu kala I fase aktif adalah teknik akupresur dengan hasil nilai mean 2,50 lebih besar daripada mean teknik effluerage 1,42. Kesimpulan: Memberikan rekomendasi kepada bidan/perawat agar dapat membantu memenuhi kebutuhan ibu akan rasa nyaman dalam pengontrolan nyeri saat memberikan pertolongan persalinan. Kata kunci: Teknik Effluerage dan Teknik Akupresur, Intensitas Nyeri, Pasien Inpartu Kala I Fase Aktif
Pengaruh Massage Counterpressure terhadap Penurunan Nyeri Haid pada Remaja Putri di SMAN 2 Pare Kediri Astri Yunita; Erike Yunicha Viridula
Jurnal Bidan Komunitas Vol 4, No 2 (2021): Edisi Mei
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v4i2.4835

Abstract

Latar Belakang : Dismenorea merupakan nyeri haid yang disebabkan oleh kram atau adanya kontraksi uterus dengan iskemia dan pelepasan prostaglandin yang berlebih. Counterpressure adalah pijatan tekanan kuat dengan cara meletakkan tumit tangan atau bagian datar dari tangan, atau juga menggunakan bola tenis. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pengaruh massage counterpressure terhadap penurunan tingkat nyeri haid pada remaja putri. Metode: penelitian ini menggunakan quasy experimental design (eksperimen semu) dengan jenis desain pretest- postest time control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas X di SMAN 2 Pare Kediri yang berjumlah 186 orang. Sampel sebanyak 24 orang terdiri dari 12 orang pada kelompok perlakuan:12 orang pada kelompok kontrol diambil dengan teknik accidental sampling. Data dianalisis dengan menggunakan independent t-test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyeri dismenore sebelum diberikan Counterpressure ada pada kategori nyeri sedang yaitu sebanyak 21 orang (55,3%). Nyeri dismenore setelah diberikan Counterpressure ada pada kategori nyeri ringan yaitu sebanyak 22 orang (57,9%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa korelasi antara kedua variabel sebesar -5.414 dengan signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa korelasi antara dua variabel rata-rata sebelum dan sesudah adalah kuat dan signifikan. Hal ini menunjukan bahwa korelasi antara dua variabel rata-rata sebelum dan sesudah adalah kuat dan signifikan. Kesimpulan: Counterpressure massage dapat menurunkan nyeri dismenoroe pada remaja putri di SMAN 2 Pare Kediri.
Akurasi Skor Siriraj dalam Memprediksi Jenis Stroke Berna Detha Meilyana; Astri Yunita
Indonesian Journal on Medical Science Vol 10 No 1 (2023): IJMS 2023
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55181/ijms.v10i1.375

Abstract

: Stroke is a clinical condition that can cause decreased nerve function which is affected by injury to the central nervous system. Stroke causes high rates of death and disability. Precise and careful initial examination is an action that affects management. There is a scoring tool that can be used to help establish a diagnosis and predict the type of stroke if there is no standard CT scan available in the hospital emergency department or if it is available but its use is still not optimal. Siriraj score is a scoring that can be helpful and reliable to determine the type of stroke. This study aims to determine the accuracy of the Siriraj score in predicting the type of stroke in patients with. In this study use analytical observational method with cross sectional design. The sample selection used purposive sampling with a total of 100 stroke patients. Observations were made using the Siriraj score. Demographic characteristics of patients who had a stroke aged 54-64 years and 67% of strokes were experienced by male patients.The results showed that the Siriraj score to determine ischemic stroke had a sensitivity of 94.5%, specificity 92.5%, PPV 97.1%, NPV 86.2% and accuracy 94%, while to determine hemorrhagic stroke had a sensitivity of 100%, specificity 100%, (PPV) 100%, (NPV) 100% and 100% accuracy. Determining the type of stroke quickly and accurately requires Siriraj stroke scoring that can be done by nurses for providing stroke management. The Siriraj score can be used to determine ischemic and hemorrhagic stroke.