Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

IDENTIFIKASI GELATIN DARI TULANG IKAN PATIN HASIL EKSTRAKSI MENGGUNAKAN KULIT NANAS DENGAN ELEKTROFORESIS VERTIKAL Yoni Atma; Hisworo Ramdhani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulang ikan merupakan sumber alternatif yang paling potensial untuk produksi gelatin. Upaya pencarian gelatin dari berbagai jenis tulang ikan juga dilakukan melalui serangkaian penelitian di Indonesia. Namun, keberhasilan hasil ekstraksi hanya diukur dengan kadar protein kasar atau rendemen. Padahal identifikasi keberhasilan ekstraksi dapat dilakukan dengan metode yang lebih akurat.  Penelitian ini dilakukan untuk mengindentifikasi gelatin tulang ikan patin hasil ekstraksi dalam cairan kulit nanas dengan metode elektroforesis vertikal.  Tahapan ekstraksi gelatin dilakukan dengan pre-treatment tulang ikan patin dalam ekstrak kulit nanas selama 21-27 jam. Ekstraksi utama dalam air dilakukan 5 jam pada suhu 65-75 oC. Identifikasi keberadaan gelatin hasil ekstraksi dilakukan dengan metode sodium dodecyl sulfate polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE). Penetapan keberhasilan hasil ekstraksi dengan metode SDS-PAGE dilakukan dengan bantuan protein penanda (marker) dan perbandingan terhadap penelitian-penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelatin tulang ikan patin yang diekstrak dengan kulit nanas teridentifikasi dalam gel poliakrilamid pada kisaran berat molekul ~120 kDa (jenis alfa gelatin). Berat molekul ini sesuai dengan penelitian ekstraksi tulang ikan patin menggunakan asam klorida dan ekstraksi tulang ikan beloso. Berdasarkan identifikasi dengan SDS-PAGE diketahui bahwa pita yang lebih nyata dan cukup tebal antar perlakuan terdapat pada perlakuan pre-treatment 27 jam dan ekstraksi utama 5 jam suhu 75 oC. 
PEMANFAATAN LIMBAH IKAN SEBAGAI SUMBER ALTERNATIF PRODUKSI GELATIN DAN PEPTIDA BIOAKTIF: REVIEW Yoni Atma
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelatin merupakan polipeptida yang telah diaplikasikan secara luas pada berbagai jenis industri pangan, farmasi, kosmetik dan fotografi. Gelatin juga dapat dihidrolisis menjadi derivat-derivat peptida bioaktif yang berpotensi mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit. Namun, gelatin komersial yang berasal dari kulit babi, kulit sapi dan tulang sapi tidak diterima oleh beberapa agama. Sehingga pencarian sumber alternatif untuk produksi gelatin terus dikembangkan 10 tahun belakang ini. Limbah ikan merupakan sumber produksi gelatin yang paling potensial. Oleh karena itu paper ini menyajikan perkembangan pemanfaatan limbah ikan untuk produksi gelatin dan peptida bioktif. Metode pendekatan yang dilakukan yakni dengan studi literature dan review jurnal. Hasil studi menunjukkan bahwa kulit, tulang, kepala, sirip dan sisik ikan bisa digunakan untuk produksi gelatin. Kulit dan tulang ikan merupakan limbah yang paling banyak digunakan untuk produksi gelatin Sebesar 30% dari bagian ikan adalah kulit dan tulang.  Ikan yang dimanfaatkan kulit dan tulangnya terdiri dari ikan perairan  dingin dan ikan perairan hangat. Gelatin dari kulit dan tulang ikan juga dianalisa kemampuannya sebagai peptida bioaktif, baik tanpa dan dengan hidrolisis terlebih dahulu. Kemampuan peptida bioaktif ini telah terbukti dapat digunakan sebagai antioksidan, antihipertensi, treatment diabetes tipe 2, dan antimikroba.    Kata kunci: gelatin, limbah ikan, peptida bioaktif