Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KAPASITAS SALURAN PHB BGR KELAPA GADING JAKARTA UTARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HEC-RAS Mohammad Imamuddin; Rismala Mufti Farhanah
Konstruksia Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Konstruksia Vol 12 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.347 KB) | DOI: 10.24853/jk.12.2.131-143

Abstract

Saluran PHB BGR Gading Kirana terletak di Jalan Raya Gading Kirana pada koordinat 6°08'37,9"- 6°10'14,2" Lintang Selatan, 106°54'09,6"- 106°53'16,2" Bujur Timur. Di daerah sekitar Saluran PHB BGR Gading Kirana masih sering terjadi banjir setiap kali musim hujan tiba karena jarak antar tali-tali air yang terbilang berjauhan, menyebabkan surutnya genangan air menjadi lambat serta terkadang saluran tali air mengalami penyumbatan, inilah yang menyebabkan banjir ketika air pada saluran di bawah trotoar tidak cukup mampu menampung volume air yang masuk. Dari kondisi diatas, maka perlu dilakukan analisis permasalahan banjir di daerah Saluran PHB BGR Gading Kirana untuk mengetahui apakah Saluran PHB BGR Gading Kirana masih dapat menampung debit air berdasarkan curah hujan 25 tahun terakhir dan apakah Saluran PHB BGR Gading Kirana perlu normalisasi. Berdasarkan hasil perhitungan manual dan aplikasi HEC-RAS, Saluran PHB BGR Gading Kirana tidak dapat menampung debit air berdasarkan curah hujan 25 tahun terakhir sebesar 46,95 m3/det. Pada titik 0 – titik 33 perlu dilakukan normalisasi dengan cara penambahan turap dari 4 m menjadi 5,5 m
Analisa Uji Baku Mutu Mata Air Ngantap dan Dukuh Silangak Mohammad Imamuddin; Rian Maulana
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata Air Ngantap adalah sumber air bersih utama bagi warga di Dukuh Silangak, kecamatan Kalirejo Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah Lokasi mata air Ngantap letaknya yang cukup jauh yakni dua kilometer dari Dukuh Silangak. Kondisi saat ini air yang bersumber mata air bila tiba di pemukiman warga terjadi perubahan rasa dan warna, maka diperlukan uji kelayakan air bersih untuk mengetahui kualitas air sesuai baku mutu yang sudah ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia. Uji lab ini bertujuan untuk mengetahui apakah air yang sampai di Dukuh Silangak masih semurni Air yang keluar di Mata Air Ngantap. Metode yang digunakan adalah pengambilan sample di dua titik yaitu di Mata Air Ngantap dan di bak penampungan air yang ada di rumah warga, selanjutnya dilakukan uji lab di laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pekalongan dan menganalisa dari hasil yang didapat. Hasil dari uji lab ini air yang ada di Mata Air Ngantap memiliki kadar air yang sesuai dengan baku mutu air bersih, sementara air yang ada di rumah warga mengandung kadar timbal sebesar 0.07mg/L lebih tinggi dibanding kadar mutu air bersih yang diijinkan sebesar 0.05mg/L. Oleh karena itu diperlukan perbaikan pada system distribusi air seperti jaringan perpipaan, bak penampungan air serta perawatan rutin pada system distribusi yang digunakan.
Analisa Kapasitas Tali-Tali Air di Jalan P. Jayakarta Jakarta Pusat Mohammad Imamuddin; Santoni Widodo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan P. Jayakarta termasuk salah satu wilayah yang terdapat di Kota Administrasi Jakarta Pusat yang merupakan wilayah yang salah satu rawan banjir. Tahun 2012 telah dibangun rumah pompa untuk menanggulangi banjir di Kawasan Jalan P. Jayakarta yaitu Rumah Pompa P. Jayakarta sebesar 500 lps x 2 unit dan Rumah Pompa Mangga Besar 13 sebesar 150 lps x 2 unit. Tahun 2019 ini di seputar kawasan Jalan P. Jayakarta masih diliputi genangan terutama di akses Jalan P. Jayakarta. Kondisi Eksisting di Jalan P. Jayakarta terdapat saluran yang cukup besar di sisi utara Jalan P. Jakarta yaitu 2 x 2 m2 dan sisi selatan Jalan P. Jayakarta yaitu ukuran 1 x 1 m2 mulai dari sisi rel kereta api hingga ke rumah pompa P. Jayakarta. Selain eksisting saluran juga terdapat eksisting tali-tali air dengan jarak 8 m dengan ukuran tali-tali air yaitu 20 cm x 10 cm. Salah satu permasalahan terjadinya genangan yaitu terjadinya penyempitan di tali-tali air akibat terjadinya sedimentasi dan jarak tali-tali air yang terlalu jauh yaitu berjarak 8 m. Dengan melakukan analisa tali-tali air menggunakan metode distribusi gumbell dengan intensitas curah hujan 5 tahun sebesar 128,33 mm/jam dihasilkan debit curah hujan (Q) = 2,062 m3/detik diperlukan tali-tali air sebesar 20 cm x 10 cm dengan tiap jarak 5 m untuk dapat mengatasi genangan di kawasan Jalan P.Jayakarta.
Analisis Kebutuhan Air Bersih dan Air Kotor ( Study Kasus Kompleks Perumahan Taman Sari Persada, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor ) Mohammad Imamuddin; Panglima Suryadi Mochammad
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan air jernih dan sehat (tidak kotor) yang dapat dikonsumsi dan digunakan untuk keperluan sehari-hari, sedangkan air kotor merupakan air limbah dari sisa produksi aktifitas manusia yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan dan tidak dapat dikonsumsi manusia, untuk itu perlu adanya pengadaan dan penyaluran air bersih dan air kotor guna kepentingan penghuninya. Pada analisis kebutuhan air bersih dan air kotor kompleks perumahan Taman Sari persada dilakukan dengan metode survey dan melihat siteplan yang ada. Terdapat 1552 unit rumah yang terbagi menjadi 3 kavling dengan luas lahan sedang (93 m²), besar (150 m²) dan sangat besar (203 m²)dan terbagi lagi menjadi 3 tipe luas bangunan dan jumlah rumah yaitu sedang (80 m²) 932 unit rumah, besar (245 m²) 465 unit rumah dan sangat besar (100 m²) 155 unit rumah dengan jumlah keseluruhan 7760 orang (jumlah penghuni rumah rata-rata 5 jiwa). Selain itu standar kebutuhan air tiap orang 150 liter/hari dan banyaknya limbah/air kotor yang dihasilkan per orang/hari 80% dari jumlah pemakaian air bersih per hari. Maka kebutuhan air bersih kompleks perumahan taman sari persada yaitu 1340,928m³/hari dan limbah/air kotor sebanyak 693,96 m³/hari.
Evaluasi Kapasitas Tali-Tali Air di Jalan Pulo Nangka Jakarta Timur (Study Kasus Jalan Pulo Nangka Jakarta Timur) Mohammad Imamuddin; Eko Setiadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

JalanPulo Nangka ini terletak di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Kota Administrasi Jakarta Timur. Jalan tersebut merupakan jalan lokal namun sebagai penghubung antara wilayah Kayu Putih dengan Pulomas, dimana warga biasa melintas melalui jalan tersebut untuk menuju pusat kota. Jalan ini mempunyai saluran pada masing-masing sisinya, namun hanya satu sisi yang memiliki trotoar. Pada sebelah kiri, terdapat trotoar dengan saluran u-ditch di bawahnya,sedangkan pada sebelah kanan, tidak terdapat trotoar melainkan langsung terdapat saluran dengan lebar kurang lebih hingga 5 meter. Aliran air yang ada pada jalan ini, harus melewati mulut air pada kanstin dahulu, kemudian di salurkan ke saluran uditch, barulah di salurkan lagi ke saluran yang lebih besar melalui box culvert. Jarak antar mulut air yang terbilang berjauhan, menyebabkan surutnya genangan air menjadi lambat. Jarak antar mulut air eksisting yaitu 6 meter. Hasil analisa dihasilkan dengan menggunakan metode distribusi gumbel dihasilkan intensitas curah hujan yaitu 119,33 mm/jam dan diperlukan jarak antar tali-tali air tiap 2 m dengan ukuran tali-tali air 15 cm x 7.5 cm. dengan waktu surut air lebih cepat 50% dari tali-tali air dengan jarak eksisting 6 m.
Analisis Kapasitas Drainase Jalan Panjang Sampai Dengan Rumah Pompa Kedoya Utara Mohammad Imamuddin; Hufron Antoni
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Kedoya Utara termasuk salah satu wilayah yang terdapat di Kota Administrasi Jakarta Barat, merupakan salah satu wilayah rawan banjir. Tahun 2002 sampai saat ini Kelurahan Kedoya Utara yang masih diliputi banjir yaitu Perumahan Green Garden yang arah alirannya mengarah ke Rumah Pompa Kedoya Utara melalui crossing Jalan Panjang. Salah satu penyebab terjadinya banjir yaitu terjadinya penyempitan saluran di crossing Jalan Panjang dan penyempitan beberapa titik saluran sebelum Rumah Pompa Kedoya Utara. Tahun 2016 dilakukan pembangunan Rumah Pompa Kedoya Utara yang bertujuan untuk mempercepat laju aliran yang menggenangi perumahan tersebut sehingga banjir yang melanda perumahan tersebut dapat diminimalkan walau saat ini masih terjadi genangan dikarenakan kapasitas saluran belum memadai. Dengan menganalisa penampang saluran dengan menggunakan metode distribusi curah hujan menggunakan metode gumbell dihasilkan intensitas curah hujan 5 tahun sebesar 127,58 mm/jam dengan debit sebesar 6,84 m³/detik, sementara tampungan drainase eksisting sebesar5,95 m³/detik dengan penampang eksisting 2 x 2 m. Hasil analisa kapasitas yang diperlukan agar tidak terjadi banjir yaitu dengan menormalisasikan saluran dari ukuran penampang 2 x 2 m² menjadi 2 x 2,5 m² dengan Q yang dihasilkan sebesar 7,27 m³/detik.
Analisa Kapasitas Tampungan Waduk Wijaya Kusuma, Jakarta Barat Mohammad Imamuddin; Feri Setiawan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Wijaya Kusuma terletak di Jalan Wijaya Kusuma II Kota Administrasi Jakarta Barat. Kondisi saat ini waduk tersebut mempunyai tampungan sekitar 16.102 m³ terdiri dari luas lahan 9472 m² x kedalaman 1,7 m ditambah pompa sebesar 2250 liter/detik yang dialirkan ke Kali Angke. Fungsi utama dari waduk tersebut saat ini adalah sebagai parkir air dari buangan air masyarakat sekitar dengan batasan cachmant area 2,35 km² dan konstruksi saat ini masih menggunakan batu kali serta terdapat 3 titil inflow yang yang masuk ke waduk untuk dilakukan pemindahan air melalui pompanisasi ke Kali Angke. Kondisi saat ini waduk mengalami penurunan fungsi akibat terjadinya sedimentasi dan sampah yang terdapat di dalam waduk sehingga kapasitas waduk tidak optimal. Dengan menggunakan analisa kebutuhan tampungan secara optimal didapatkan volume tampungan optimum sebesar 234420 m³ sementara tampungan waduk eksisting sebesar 16.102 m³. Kekurangan kapasitas waduk dilakukan dengan cara peningkatan kapasitas pompa eksisting dari 2,25 m³/detik menjadi 3,75 m³/detik yang dialirkan ke Kali Angke agar genangan di kawasan Waduk dapat diatasi
Analisis Kapasitas Drainase Sisi Timur Jalan Kampung Gusti Sampai Dengan Rumah Pompa Kampung Gusti Mohammad Imamuddin; Gatot Supriyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Kampung Gusti termasuk salah satu wilayah yang terdapat di Kota Administrasi Jakarta Barat, yang merupakan wilayah yang salah satu rawan banjir. Tahun 2004 sampai saat ini Kelurahan Kampung Gusti yang masih diliputi banjir yaitu Kelurahan Kampung Gusti yang arah alirannya mengarah ke Rumah Pompa Kampung Gusti melalui crossing Jalan Kampung Gusti. Salah satu penyebab terjadinya banjir yaitu terjadinya penyempitan saluran di crossing Jalan Kampung Gusti dan penyempitan beberapa titik saluran sebelum Rumah Pompa Kampung Gusti. Tahun 2014 dilakukan pembangunan Rumah Pompa Kampung Gusti yang bertujuan untuk mempercepat laju aliran yang menggenangi Kelurahan tersebut sehingga banjir yang melanda Kelurahan tersebut dapat diminimalkan walau saat ini masih terjadi genangan dikarenakan kapasitas saluran belum memadai. Dengan menganalisa penampang saluran dengan menggunakan metode distribusi curah hujan menggunakan metode gumbell dihasilkan intensitas curah hujan 5 tahun sebesar 215.93 mm/jam dengan debit dihasilkan sebesar 1.196 m3/detik, sementara tampungan drainase eksisting sebesar 1.692 m3/detik dengan penampang eksisting 1 x 1 m. Hasil analisa kapasitas saluran yang ada sudah cukup mengatasi genangan di jalan kampung gusti disisi timur di tambah dengan keberadaan pompa 0.5 m3/detik.
Analisa Genangan Air Di Kawasan Jalan Petamburan 2 Jakarta Pusat Mohammad Imamuddin; Indri Wibowo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Pompa Jati Pinggir 2 terletak di Jalan Pertamburan Raya RT.09 / RW.03 Tanah Abang Jakarta Pusat. Daerah tersebut sudah jarang terjadi banjir atau genangan air di pemukiman warga walaupun sering diguyur hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Hal ini dikarenakan rumah pompa jati pinggir 2 berfungsi dengan baik, permasalahan yang terjadi saat ini adalah genangan air di saluransaluran warga yang belum dapat dialirkan ke sungai Banjir Kanal Barat terutama di Jalan Petamburan 2 depan Kantor Lurah Petamburan, yang terdapat penyempitan dan crossing saluran dan juga sampah serta sedimentasi diareal tersebut, sehingga menyebabkan terjadinya genangan di kawasan tersebut. Dengan menggunakan metode gumbell dan Curah Hujan BMKG Kemayoran mulai tahun 2006 sampai dengan 2017, dihasilkan Intensitas Curah Hujan 223.784 mm/jam dengan debit 6,8097 m3/detik, sehingga diperlukan normalisasi saluran 1.0 x 1.0 m2 dengan debit 8,9517 m3/detik mulai jalan KS. Tubun sampai dengan Rumah Pompa Jati Pinggir 2 melalui Jalan Petamburan 2 Jakarta Pusat.