Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS TEGANGAN PADA PEMBENTUKAN KOMPONENGROMMET GASKET EXHAUST SEPEDA MOTOR MELALUI DEEP DRAWING Soegiatmo Rahardjo; Wisnu Tri Yulianto
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 1, No 1 (2007): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembentukan komponen grommet gasket exahust sepeda motor melalui deep drawing sangat dimungkinkan terjadi kegagalan proses yang akan berdampak terhadap penurunan produktifitas pada proses produksi. Kegagalan proses yang sering terjadi yaitu terjadi pecah (crack) dan kerutan (wrinkle) Berdasarkan kasus diatas, maka penulis ingin menganalisa tegangan pada pembuatan komponen grommet gasket exahust sepeda motor diproses drawing. Dimana bahan grommet yang direncanakan nantinya dapat dicegah dan diestimasikan tidak akan terjadi kegagalan  dalam proses pembentukannya.Hasil perhitungan dan analisa adalah untuk membentuk komponen grommet gasket exhaust sepeda motor melalui deep drawing supaya tidak terjadi kekurangan diameter bahan ,pecah dan kerutan  dalam proses pembuatannya maka diameter bahan untuk diproses adalah 64,59 mm. Sedangkan Gaya Blank Holder adalah 689,54 N dan Gaya Drawing maksimum yang diberikan dalam perhitungan adalah 1594,19 N meneyebabkan terjadi tegangan  maksimum sebesar (.)=1,32 N/mm². Dimana Gaya Drawing maksimum ini masih jauh dari besar Gaya Cracking 4831,05 N jadi aman untuk dibentuk dan kecil kemungkinan terjadi pecah (crack).
PENGARUH ANNEALING TERHADAP LAS MIG DENGAN GAS PELINDUNG CO2 (100%) TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO DAN MAKRO PADA BAJA STAM 390 G Soegiatmo Rahardjo; Dwiki Darmansyah
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 5, No 2 (2011): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruhsuhu Annealing Pada Pengelasan MIG Dengan Gas Pelindung CO2(100%) Terhadap Sifat Mekanis Dan Struktur Mikro Dan Makro Pada Baja STAM 390 G.Penelitian menggunakan baja STAM 390 G yang mengandung karbon 0,25%. Jenis las pada spesimen ini adalah menggunakan las MIG (Metal Inert Gas) dan kemudian spesimen tersebut dilakukan proses annealing dengan suhu 770ºC dipanaskan selama 15 menit dan didinginkan di luar tungku atau temperatur ruangan yaitu 35°C. Hasil penelitian kekerasan menunjukan bahwa spesimen dilas tanpa perlakuan panas  pada masing-masing daerah logam induk (1) 143.6 HV, HAZ A 156 HV, daerah lasan 173.7 HV, daerah HAZ B 159.4 HV. Daerah logam induk (2) 134.6 HV. Setelah di annealing 770ºC holding time 15 menit ini, mengalami penurunan. Hasil foto mikro pada spesimen tanpa mengalami perlakuan panas struktur ferrit dan perlit tampak sama dominan sehingga mengakibatkan kekerasan dari bahan menjadi tinggi beda dengan spesimen yang di annealing yang semakin tinggi suhu pemanasan maka butiran perlit dan ferit semakin membesar sehingga menurunkan kekerasan dan meningkatkan keuletan bahan. Untuk hasil foto makro dapat dilihat penetrasi weldingnya yang tidak mengalami perlakuan panas penetrasi weldingnya dangkal sedangkan spesimen yang di annealing (perlakuan panas) penetrasi weldingnya lebih dalam dikarenakan bertambahnya masukan panas pada spesimen atau benda uji. Sesuai hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa annealing sangat berpengaruh terhadap perubahan struktur bahan sehingga terhadap kekuatan bahan. 
PERANCANGAN MESIN PEMERAS SANTAN DENGAN SISTEM ROTARI KAPASITAS 281,448 LITER/JAM Soegiatmo Rahardjo; Asep Tohir
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2014): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanisme pemerasan secara manual dirasakan kurang efisien dan optimal. Untuk memperbaiki proses pemerasan agar lebih efisien, yang dapat meningkatkan kapasitas dan memenuhi standar kesehatan, maka mesin pemeras santan dibuat dengan sistem rotari. Mesin ini dirancang berdasarkan sistem rotari dengan daya 1450 rpm motor listrik menggunakan transmisi puli belt dan gear box.Prototipe mesin ini memiliki kapasitas produksi 720 liter/jam kelapa parut dan 281,448 liter/jam santan kental, yang memiliki kualitas yang sama (warna, bau dan tekstur) seperti yang diperas secara manual. Mesin pemeras kelapa parut sistem rotari telah didesain, serta dapat digunakan dengan baik untuk memeras kelapa parut, singkong, dan bahan makanan lainya. Mesin digerakkan oleh motor listrik 1 HP dimana Transmisi putaran menggunakan 2 tingkat transmisi, yaitu sabuk puli dan gear box.
RANCANG BANGUN MESIN PENYERUT BAMBU Soegiatmo Rahardjo; Ujang Priama
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2008): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal akan kerajinan tangan, yang berbahan baku dari bambu. Pada proses pembuatanya masih dilakukan secara manual yaitu dibelah dan diserut dengan menggunakan pisau tangan. Perkembangan teknologi pemesinan yang semakin maju dan berkembang menuntut pula dikembangkannya mesin-mesin produksi yang semakin canggih dan dapat menghasilkan kualitas produksi yang tinggi.  Alat penyerut bambu adalah suatu alat bantu yang  berfungsi untuk mengerjakan benda kerja dengan perinsip penyerut. Penyerut bambu biasa dibuat untuk memproduksi benda dalam jumlah ratusan atau ribuan dengan bentuk dan ukuran yang sama dan dalam waktu yang relatif cepat serta biaya yang ekonomis. Alat penyerut bambu juga merupakan alat perkakas penyerut. Dinamakan mesin penyerut bambu karena alat ini dirancang menggunakan motor penggerak yang dapat mengubah gerak putar menjadi gerak lurus. Dari hasil yang telah terlihat maka dapat diambil kesimpulan bahwa ketebalan hasil penyayatan sangat berpengaruh terhadap output yang di hasilkan dan masih banyak faktor lain yang dapat menentukan hasil dari proses penyayatan pada saat pengujian berlangsung.