Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERILAKU PRODUK BAJA ANGANG STEEL UNTUK SUBTITUSI PRODUK SCREW SWCH 18A Sodikun Yans
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2016): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pertumbuhan ekonomi pada sektor industri berdampak pada semakin ketatnya persaingan suatu usaha. Guna bertahan di era tersebut seluruh perusahaan harus mengerahkan daya dan upayanya agar tetapĀ  bertahan. Pertumbuhan pada sektor otomotif dan elektronik merangsang sektor yang lain sebagai penunjang sektor tersebut untuk ikut tumbuh dan berkembang, di antaranya adalah industri screw. Alat pemanas digunakan untuk melakukan proses perlakuan permukaan pada specimen kawat SWCH 18A. Temperatur specimen diatur dengan menggunakan Ampere control. Ampere yang digunakan dengan variasi 1,2,3,4,5,6,7 dan 8 Ampere. Dengan cara penyambungkan mesin pemanas mesin heading dengan jarak kurang-lebih 1 meter. Dengan percobaan proses masing-masing 1000 pcs dalam variasi ampere. Berdasarkan hasil penelitian pada variasi ampere 1,2,3,4,5,6,7 dan 8 Ampere didapatkan hasil paling optimum pada setting 5 ampere dengan hasil 13% produk NG serta hasil dengan NG paling banyak pada 1,2 serta 8 ampere 100% NG.
Penerapan Metode Failure Mode, Effect Analysis, dan 5W1H untuk Menurunkan Reject pada Mesin Rolling Tiga di PT XYZ Boby Alma; Sodikun Sodikun
Journal of Applied Management Research Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : The Graduate School of Sahid University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jamr.v2i2.1118

Abstract

Perkembangan teknologi yang cepat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemajuan dunia industry. Salah satu yang terpenting dalam produksi disebuah perusahaan ialah sebuah mesin, jika sebuah mesin itu baik proses produksinya pun akan berjalan dengan baik. PT. XYZ industry yang bergerak dibidang manufaktur yang memperoduksi berbagai jenis baut. Dalam melakukan kegiatan produksi PT. XYZ menggukana mesin rolling untuk proses membuat ulir baut. Mesin rolling setiap bulannya dalam perjalanan produksi ada masalah reject yang tinggi yaitu bentuk ulir yang tidak sesuai dengan standar. Penelitian ini dikasud kan untuk mengetahui nilai Overall Equipment Effectivenesss (OEE), mengetahu penyebab yang sering terjadi dan membuat usulan perbaikan. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa rata-rata mesin rolling 3 ini masih dibawah standar Word Class OEE (85%) dan berdasarkan FMEA, rendahnya nilai OEE tersebut disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya metode dengan nilai RPN 448 yaitu pisau pemotong rusak. Sebaiknya membuat jadwal pengecekan komponen mesin yang rutin dilakukan agar terhindar dari pisau pemetong rusak. PT. XYZ menetapkan penjadwalan pengecekan komponen dan pemeliharaan mesin secara berkala.
PARTISIPASI KOMITE SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DALAM PENGEMBANGAN TEACHING FACTORY DENGAN MENINGKATKAN KERJASAMA DALAM DUNIA KERJA Sodikun Sodikun; Ririn Regiana Dwi Satya; Laela Chairani; Nur Yulianti; Yulita Veranda Usman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38401

Abstract

Pendidikan kejuruan memiliki peranan penting dalam upaya mencetak tenaga kerja yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan karakteristik kebutuhan dunia industri. Proses pembelajaran yang menekankan pada penguasaan kompetensi spesifik membutuhkan model pembelajaran yang tepat dan sesuai. Teaching factory merupakan salah satu solusi untuk menyiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi dunia industri. Pembelajaran teaching factory yang dikembangkan dapat di integrasikan pada unit produksi yang diselenggarakan oleh sekolah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan pengembangan teaching factory di sekolah kejuruan. Hasil diskusi menyimpulkan bahwa manajemen teaching factory meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Teaching factory yang dikembangkan terintegrasi dengan unit produksi untuk penyelenggaraan praktik peserta didik. Komite Sekolah dapat membantu dalam memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai perusahaan sehingga siswa dapat memperoleh kesempatan magang di tempat yang berkualitas. Pengalaman ini akan memberikan gambaran tentang kondisi dunia kerja yang sesungguhnya dan membangun kepercayaan diri siswa dan guru dalam menghadapi tantangan kerja yang lebih kompleks. Komite Sekolah dapat memperluas jaringan kemitraan dengan perusahaan asing dan memperkenalkan program-program seperti pertukaran pelajar atau magang internasional. Dukungan ini akan memberikan siswa wawasan dan pengalaman yang lebih luas, serta membangun rasa percaya diri mereka untuk bersaing di tingkat global.