Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SISTEM PENDETEKSI DINI KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL ANAK USIA 4-17 TAHUN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Andita Rizkiah; Rita Dewi Risanty; Rully Mujiastuti
JUST IT : Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi dan Komputer Volume 10 No 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/justit.10.2.83-93

Abstract

Mental emosional adalah suatu usaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pengalaman-pengalamannya. Masalah mental emosional pada anak merupakan masalah yang cukup serius karena berdampak terhadap perkembangan, menimbulkan hendaya, menurunkan produktivitas dan kualitas hidup mereka. Melihat luasnya faktor risiko dan dampak yang mungkin terjadi, maka sudah sewajarnya keluarga terutama orang tua harus lebih menyadari kondisi tersebut dengan melakukan pemeriksaan kesehatan mental emosional sehingga masalah mental emosional pada anak dapat segera ditindaklanjuti untuk menghindari terjadinya gangguan jiwa di kemudian hari. Pemeriksaan kesehatan mental emosional pada anak merupakan upaya menemukan adanya kelainan mental emosional pada anak agar dapat diketahui dan segera ditindaklanjuti sesuai rekomendasi. Untuk mengatasi hal tersebut, dibuatlah sebuah Sistem Pendeteksi Dini Kesehatan Mental Emosional Anak Usia 4-17 Tahun menggunakan kuesioner Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan pengolahan data kuesioner tersebut menggunakan Metode Forward Chaining dalam menginterpretasi hasil. Terdapat lima kategori atau aspek perilaku yang diukur guna mendeteksi dini kesehatan mental emosional yaitu gejala emosional, masalah perilaku, hiperaktivitas, masalah teman sebaya dan perilaku prososial. Setiap kategori tersebut akan menghasilkan tiga klasifikasi kesehatan mental emosional, berupa normal, borderline atau abnormal. Pengujian hasil telah dilakukan terhadap 30 data secara manual dan aplikasi serta mendapatkan hasil yang sesuai.
Aplikasi Skrining Gizi Anak Menggunakan Metode Forward Chaining Rizal Imam Firmansyah; Rita Dewi Risanty; Rully Mujiastuti
JUST IT : Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi dan Komputer Volume 10 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/justit.10.1.33-39

Abstract

Puskesmas Cakung adalah puskesmas yang beroperasi di wilayah Kec. Cakung, Jakarta Timur. Salah satu pelayanan kesehatan yang dilakukan adalah Program Gizi. Gizi anak sekolah khususnya pada tingkat Sekolah Dasar merupakan salah satu hal yang diperhatikan oleh Puskesmas Cakung. Pada saat ini penentuan status gizi masih dilakukan secara manual oleh tenaga kesehatan dengan cara menghitung hasil skor yang ada pada lembar skrining penetuan status gizi anak, sehingga membutuhkan waktu untuk menentukan status gizi anak dan adanya kemungkinan kesalahan karena kurang telitinya tenaga kesehatan Proses perekapan data laporan status gizi anak juga masih dilakukan secara manual dengan memasukan satu persatu data persekolah yang ada sehingga proses rekap data menjadi tidak efektif dan memakan waktu yang lama karena banyaknya sekolah yang ada.  Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dibuat aplikasi skrining gizi anak. Metode yang digunakan dalam menentukan status gizi anak yaitu Forward Chaining. Metode Forward Chaining menentukan status gizi anak berdasarkan indeks masa tubuh menurut umur yang sesuai denga indeks antropometri. Aplikasi skrining gizi anak dapat membantu tenaga kesehatan dan sekolah untuk proses skrining gizi anak, dimana hasil pengujian dari 20 data anak, didapat tingkat akurasi skrining gizi anak mencapai 100%.
Build your Business Website without Coding Experience,  A Practical Guide for UMKM Raswati, Elsa Mundi; Putra, Muhammad Azizsyah; Lantip Nurohman; Muhammad Ghifari; Muhammad Sayyid Farhan; Rita Dewi Risanty; Mujiastuti, Rully; Rosanti, Nurvelly; Hendra; Adharani, Yana
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/fqjpdv24

Abstract

In the era of Industrial Revolution 4.0, Small and Medium Enterprises (SMEs) face significant pressure to adapt to digital transformation. However, a major problem persists: many business owners lack the technical skills to build websites and perceive the process as costly and complex, leaving them reliant solely on social media algorithms. To address this gap, a community service program titled "Build Your Business Website Without Coding Experience" was implemented to assist SMEs in establishing a professional digital presence. The solution offered was a comprehensive training program combining a webinar on the urgency of frontend design with a technical workshop on template-based website management using Visual Studio Code, GitHub, and Vercel. This method allowed participants to modify and deploy websites without extensive programming knowledge. The outcomes were significant; participants showed a marked improvement in digital literacy, with average understanding scores increasing from 82.95 in the pre-test to 92.4 in the post-test. Furthermore, participants successfully deployed their own business websites, proving that this practical approach effectively lowers technical barriers and enhances SME competitiveness in the digital ecosystem.