Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Sosio-Religius Putusan Mahkamah Agung Nomor 420k/Ag/2010 Terhadap Waris Anak Angkat dan Para Pihak Perspektif Kompilasi Hukum Islam Agus Sukari
YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Vol 11, No 2 (2020): Yudisia: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/yudisia.v11i2.7577

Abstract

This article aims to analyze the decision of the Pati Religious Court Number 1152/Pdt.G/2008/PA.Pt, Keputusun Religious High Court Semarang Number 35/Pdt.G/2010/PTA.Smg, to the Supreme Court decision Number 420K/AG/ 2010 regarding the distribution of the inheritance of adopted children. This article a type of literature review using a qualitative approach method. The results of the research study indicate that the polemic of giving inheritance between the heirs and adopted children in the Supreme Court Decision Number 420K/AG/2010 uses the provisions of the Islamic Law Compilation (KHI). The Supreme Court in its decision stated that the injunction of the Semarang High Religious Court which strengthened the decision of the Pati Religious Court must be corrected by considering the object of the dispute in the form of joint assets, so that joint assets must first be divided between the deceased and the heirs. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk menganalisis keputusan Pengadilan Agama Pati Nomor 1152/Pdt.G/2008/PA.Pt, Keputusun Pengadilan Tinggi Agama Semarang Nomor 35/Pdt.G/2010/PTA.Smg, hingga putusan Mahkamah Agung Nomor 420K/AG/2010 tentang pembagian waris anak angkat. Artikel ini merupakan jenis kajian kepustakaan dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Hasil kajian penelitian menunjukkan bahwa polemik pemberian harta waris antara ahli waris dan anak angkat dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 420K/AG/2010 menggunakan ketentuan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Mahkamah Agung dalam putusannya menyatakan bahwa amar putusan Pengadilan Tinggi Agama Semarang yang menguatkan putusan Pengadilan Agama Pati harus diperbaiki dengan pertimbangan objek sengketa yang berupa harta bersama maka harta bersama harus dibagi terlebih dahulu antara almarhum dan ahli waris