Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Pembuatan Produk Minuman Herbal di Desa Girirejo sebagai Upaya Pengembangan Desa Wisata Eva Annisaa'; Widyandani Sasikirana; Nuraini Ekawati; Intan Rahmania Eka Dini
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 5 NOMOR 2 SEPTEMBER 2021 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.135 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v5i2.8312

Abstract

Produk Unggulan Kawasan Desa (Prukades) merupakan salah satu program Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Sebagai salah satu upaya pengembangan desa wisata di Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Magelang, diperlukan adanya Prukades. Pembuatan Prukades ini diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan perekonomian di Desa Giriejo. Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan melakukan pendampingan pembuatan produk minuman herbal unggulan kepada masyarakat Desa, khususnya ibu-ibu PKK Desa Girirejo. Pendampingan dilakukan mulai tahap penggalian formula minuman herbal hingga inisiasi pemasaran dalam skala kecil. Penilaian hasil produksi dilakukan oleh konsumen, kemudian nilai yang didapat dianalisis sebagai dasar perbaikan untuk produksi produk selanjutnya. Serangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Pembuatan Produk Minuman Herbal mampu menambah pengetahuan masyarakat Desa Girirejo tentang manfaat bahan herbal, memberikan bekal keterampilan pembuatan produk minuman herbal, dan Desa Girirejo memiliki satu Prukades yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
CORRELATION BETWEEN KNOWLEDGE AND BEHAVIOR OF USING VITAMIN C SUPPLEMENTS AMONG HEALTH AND NON-HEALTH STUDENTS IN CENTRAL JAVA DURING THE COVID-19 PANDEMIC Isnaini Nur Jannah; Eva Annisaa'; Intan Rahmania Eka Dini
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dmj.v12i2.37549

Abstract

Background: During the COVID-19 pandemic, 57.1% of students used vitamin C. Everyone's behavior/actions in using vitamin C are different. This is influenced by several factors, one of which is knowledge. Objective: Knowing the differences in the level of knowledge and the different levels of behavior in using vitamin C supplements and the correlation between knowledge and behavior in using vitamin C supplements among health and non-health students in Central Java. Methods: Cross sectional analytic research using a questionnaire with purposive sampling technique. Data were analyzed using Chi-Square difference test and Rank Spearman correlation test. Results: The level of knowledge of health students related to vitamin C was in the good category (75%) and non-health students was in the sufficient category (42%). The behavior level of health students related to the use of vitamin C was in the good category (83.3%) and non-health students was in the poor category (58%). Chi-Square test showed that there were differences in the level of knowledge and behavior in using vitamin C between health students and non-health students with a p value = 0.000. There was a correlation between knowledge and the behavior of using vitamin C with a p value = 0.000. The Spearman correlation coefficient (r) obtained was 0.612. Conclusion: There were differences in the level of knowledge and different levels of behavior between health students and non-health students. There was a correlation between knowledge and behavior in using vitamin C supplements among health and non-health students in Central Java.
Inovasi Produk Jamu dan Strategi Komunikasi Visual: Pendampingan Kemandirian Ekonomi Santri Pondok Pesantren Yayasan Ar Rodiah Semarang Wimzy Rizqy Prabhata; Evieta Rohana; Khairul Anam; Fitri Wulandari; Widyaningrum Utami; Eva Annisaa; Intan Rahmania Eka Dini; Adhe Setya Pramayoga
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25431

Abstract

ABSTRAK Jamu merupakan warisan pengobatan herbal Nusantara yang memiliki potensi ekonomi besar namun sering kali tidak menarik minat generasi muda. Diperlukan inovasi produk dan strategi visual yang kuat agar jamu dapat bersaing di pasar saat ini. Yayasan Ar Rodiah Semarang memiliki santri usia remaja dengan potensi kreativitas tinggi yang dapat diarahkan menjadi produsen kreatif melalui pendampingan kewirausahaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri mengenai penyakit degeneratif, mengajarkan pembuatan jamu dalam bentuk herbal shot, dan meningkatkan kemampuan desain visual dan pemasaran. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim KKNT 118 Universitas Diponegoro pada Juni hingga Agustus 2025 dengan melibatkan 29 santri. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang meliputi edukasi kesehatan, praktik formulasi sediaan, pelatihan teknik fotografi dan videografi produk, hingga uji coba pasar di Car Free Day (CFD) Tembalang. Data dikumpulkan melalui instrumen pre- dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil penilaian mendemonstrasikan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan santri. Skor rata-rata meningkat sebesar 35,89 poin, dari nilai awal (pre-test) 52,31 menjadi 88,21 pada post-test. Santri berhasil memproduksi herbal shot yang siap untuk dipasarkan dan mampu menyusun konten pemasaran visual yang estetik untuk meningkatkan daya tarik produk. Pendampingan interaktif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir terbukti efektif mengubah paradigma santri dari sekadar penjual jamu tradisional menjadi produsen kreatif. Integrasi antara inovasi produk herbal dan komunikasi visual menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing produk jamu di pasar modern. Kata Kunci: Herbal Shot, Jamu, Komunikasi Visual, Kreativitas Remaja, Pendampingan Partisipatif                                               ABSTRACT Jamu, an Indonesian herbal medicine, has significant economic potential but often fails to attract younger generations. Strong product innovation and visual strategies are essential for jamu to compete in today's market. The Ar Rodiah Foundation in Semarang oversees teenage students (santri) with high creative potential who can be directed toward becoming creative producers through entrepreneurial mentoring. This activity aims to increase students' knowledge regarding degenerative diseases, the production of jamu in the form of "herbal shots," and the enhancement of visual design and marketing capabilities. The UNDIP KKNT 118 team conducted this community service activity from June to August 2025, involving 29 students. The method used was participatory mentoring, which included health education, formulation practice, training in product photography and videography techniques, and market testing at the Tembalang Car Free Day (CFD). Data were collected through pre- and post-tests to measure improvements in knowledge and skills. The results showed a significant increase in students' knowledge and skills. The average score increased by 35.89 points, rising from an initial pre-test value of 52.31 to 88.21 in the post-test. The students successfully produced herbal shots tailored to market preferences and were able to create aesthetically pleasing visual marketing content to enhance product appeal. Interactive and integrated mentoring, from upstream to downstream, has proven effective in shifting students' paradigms from traditional jamu sellers to creative producers. The integration of herbal product innovation and visual communication is the primary key to increasing the competitiveness of jamu products in the modern market. Keywords: Herbal Shot, Jamu, Visual Communication, Adolescent Creativity, Participatory Mentoring.