Hidayat Hidayat
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Minyak Sawit dan Pemanasan Bungkil Inti Sawit untuk Manipulasi Ekosistem Rumen terhadap Performans Kambing T. Akbarillah; Hidayat Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.280-286

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan minyak sawit dan bungkil inti sawit yang dipanaskan terhadap performan kambing. Kambing lokal digunakan dalam penelitian ini sebanyak 12 ekor umur 8 bulan dengan berat badan + 14 kg. Kambing diacak menjadi 4 kelompok perlakuan berdasarkan Rancangan Acak Faktorial 2X2 dengan 3 ulangan. Faktor pertama ialah penggunaan minyak sawit dan faktor kedua ialah penggunaan bungkil sawit. Pakan diberikan adalah hijauan dan konsentrat dengan perbandingan 50:50. Pakan diberikan berdasarkan kebutuhan PK 11,2% dan TDN 58%. Variabel yang diukur adalah total konsumsi, koefisien kecernaan, dan pertambahan berat badan. Data yang diperoleh dianalisis variansi dengan program Systat for Windows, bila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil analisis variansi menunjukkan pemanasan bungkil inti sawit berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering (BK). Abu, protein kasar (PK), ekstrak eter (EE) dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) sedangkan defaunasi dengan minyak sawit menurunkan konsumsi dan kecernaan serat kasar (P<0,05). Kombinasi perlakuan menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05). Koefisien cerna BK, abu, PK dan BETN pada perlakuan pemanasan bungkil sawit cenderung lebih tinggi dibanding tanpa pemanasan bungkil sawit. Semua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap rataan pertambahan berat badan harian.
Pengaruh Penggunaan Daun Indigofera Segar Sebagai Suplemen Pakan Terhadap Produksi dan Warna Yolk Itik Tris Akbarillah; Kususiyah Kususiyah; Hidayat Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.1.27-33

Abstract

ABSTRAKProtein kasar Indigofera cukup tinggi yaitu 27,89 % dan dapat memberikan kontribusi dalam pemenuhan kebutuhan protein itik sehingga tidak akan menurunkan produksi telur. Adanya ?-caroten dan xantophyl daun Indigofera akan memperbaiki angka pigmentasi yolk. Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu tanpa pemberian daun Indigofera segar (0%, kontrol), pemberian daun Indigofera segar 5%, 10%, dan 15% dari BK yang dibutuhkan. Setiap perlakuan terdapat 10 ekor itik siap produksi sebagai ulangan, sehingga ada 40 ekor.Variabel utama yang diamati meliputi konsumsi pakan, produksi telur, berat telur dan warna yolk. Data yang diperoleh dianalisis variansi dan apabila terdapat perbedaan dilakukan uji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Penggunaan daun indigo segar 15% ternyata menurunkan konsumsi pakan, produksi telur dan berat telur hal ini diduga itik membatasi konsumsi indigo yang bersifat bulky. Produksi telur itik rata-rata memberikan perbedaan yang nyata. Penggunaan daun indigo segar sampai dengan 10 % tidak mempengaruhi produksi telur, konsumsi pakan, dan konversi pakan. Konversi pakan terjelek adalah penggunaan 15% indigofera segar. Hal ini disebabkan karena telur yang dihasilkan rendah. Penggunaan daun indigo segar menaikkan warna yolk lebih tinggi daripada tanpa daun indigo segarKata kunci : Indigofera, telur, yolk