Siwitri Kadarsih
Laboratorium Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Introduksi Minyak Lemuru Tersabun, Minyak Zaitun serta Pasta Temulawak pada Ransum terhadap Produksi dan Komposisi Kolesterol Serum Darah Sapi Bali Siwitri Kadarsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.1.1-10

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendapatkan sapi yang mempunyai komposisi kolesterol darah yang rendah. Rancangan penelitian menggunakan RAL dengan menggunakan 3 perlakuan, masing-masing perlakuan digunakan 4 ekor sapi Bali umur lebih kurang 2 tahun. Pengamatan dilakukan 8 minggu. Pasta temulawak disediakan dicampur dengan konsentrat. Po (tanpa minyak lemuru dan temulawak); P1 (minyak lemuru tersabun 6%, minyak zaitun 1%; dedak padi: 37,30%; Jagung: 62,70%; KLK: 7%, pasta temulawak:100 g) ; P2 (lemuru tersabun 8 %, minyak zaitun 2 %; dedak; 37,30; jagung: 62,70%; KLK: 7%, pasta temulawak: 200 g). Konsentrat diberikan pada pagi hari sebanyak 1 % dari berat ternak berdasarkan bahan kering, sedangkan rumput diberikan minimal 10 % dari bobot ternak Variabel pengamatan meliputi: Performans produksi, komposisi kolesterol serum darah. Data yang diperoleh dianalisis varian dengan menggunakan LSD pada tingkat kepercayaan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi konsentrat, konsumsi minum dan konsumsi hijauan menunjukkan berbeda tidak nyata (P>0,05). Namun demikian pertambahan berat badan perhari menunjukkan adanya pengaruh perlakuan secara nyata (P<0,05) yaitu pada P2 sebesar 0,270 kg/hr/ekor dan P3 sebesar 0,258 kg/hari/ekor. Kolesterol serum darah sapi Bali menunjukkan adanya penurunan secara nyata (P<0,05) dari 106,25 ± 2,61 mg/dl menjadi 70,25 ± 1,835 mg/dl dengan ditingkatkannya dosis perlakuan kandungan kolesterol serum darah menjadi 58,50 ± 3,293. mg/dl. Demikian juga kandungan trigliserida serum darah mengalami penurunan secara nyata (P<0,05) dari 33 ± 0,934 mg/dl menjadi 25,35 ± 2,02 mg/dl dan turun lagi menjadi 17,50 ± 1,322 mg/dl. Sedangkan kandungan HDL menunjukkan peningkatan secara nyata (P<0,05) dari 31,00 ± 0,95 mg/dl menjadi 48,50 ± 4,061 mg/dl dan 58,50 ± 1,393 mg/dl. Selanjutnya untuk kandungan LDL serum darah menunjukkan penurunan secara nyata (P<0,05) dari 36,00 ± 1,408 mg/dl menjadi 27,87 ± 1,558 mg/dl dan 20,50 ± 1,835 mg/d.Kata kunci : pasta temulawak, minyak lemuru, minyak zaitun, sapi bali, komposisi kolesterol.
Pemberian Ekstrak Hypophise Sapi dan Tepung Umbi Kunyit terhadap Produktivitas Kambing Lokal Siwitri Kadarsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.1.17-21

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak hypophise sapi dan tepung umbi kunyit dalam ransum baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama terhadap perubahan pertumbuhan, sehingga diperoleh suatu model yang tepat diantara kombinasi perlakuan yang diberikan dalammeningkatkan produktivitas ternak. Rancangan Penelitian digunakan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan pola Faktorial yang terdiri 2 (dua) factor. Faktor pertama: Pemberian ekstrak hypophise 4 (empat ) taraf: 0 ml (Ho); 1 ml (H1);2ml (H2) dan 3 ml (H3). Sedangkan faktor kedua adalah : pemberian tepung kunyit yang terdiri 4 taraf juga yaitu: nol % (Ko); 1% (K1); 2 % (K2) dan 3 % (K3) dari total ransum penguat yang diberikan. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 ekor. Rumput lapangan diberikan minimal 10 % dari bobot badan ternak dan konsentrat diberikan 2.50 % dari bobot ternak dalam bentuk bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pemberian ekstrak hypophise dan tepung umbi kunyit (P>0,05) terhadap pertambahan bobot ternak dan ukuran tubuh ternak.Namun terdapat interaksi (P<0,01) terhadap konsumsi rumput lapangan dan konsentrat. Selain itu faktor pertama dan kedua masing-masing berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan pertambahan bobot badan dan ukuran tubuh ternak (lingkar dada, panjang badan dan tinggi gumba). Hal ini berarti bahwa dengan pemberian ekstrak hypophise atau pemberian tepung umbi kunyit dapat meningkatkan produktivitas ternak kambing lokal.Kata kunci: Ekstrak hypophise sapi, tepung kunyit, produktivitas, ukuran tubuh.
Analisis Nutrisi Tempe Rebung dengan Level Inokulum Rhizopus oligosphorus yang Berbeda serta Pengaruhnya Terhadap Produksi dan Feed Konsumsi Domba Lokal Jantan Siwitri Kadarsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 1, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.1.1.17-20

Abstract

-