Dadang Suherman
Laboratorium Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendapatan dan Pencurahan Tenaga Kerja Keluarga Pada Berbagai Skala Usaha Peternakan Sapi Potong Rakyat Di Kecamatan Sukaraja Bengkulu Selatan Dadang Suherman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 1, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.1.2.26-31

Abstract

AbstrakPeneltian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah jam tenaga kerja keluarga yang dicurahkan dan pendapatan jam tenaga kerja keluarga dalam usaha peternakan sapu potong rakyat pada berbagai skala usaha. Metode penelitian menggunakan survey. Peternak responden dipilih secara Stratified random sampling serta metode tidak berimbang untuk setiap skala usaha, terdiri dari 15 peternak skala usaha kecil (< 3 ekor sapi dewasa), 15 peternak skala usaha sedang (3-5 ekor sapi dewasa),dan 10 peternak skala usaha besar ( > 5 ekor sapi dewasa) sehingga jumlah seluruh responden sebanyak 40 peternak. Data primer dikumpulkan melalui tehnik wawancara tentang jumlah jam pencurahan tenagakerja keluarga, biaya produksi, penerimaan dan pendapatan. Analisis data menggunakan uji t. hasil penelitian menunjukan bahwa dalam hal penyerapan tenaga kerja keluarga, usaha peternakan sapi potong rakyat pada skala usaha besar dapat menyerap tenaga kerja keluarga lebih tinggi dari pada skala usaha kecil dan skala usah  sedang. Pendapatan jam orang kerja tenaga kerja keluarga yang dicurahkan pada skala usaha besar tidak berbeda nyata dengan skala usaha sedang, namun pada skala usaha besar dan skala usaha sedang lebih tinggi dan berbeda nyata dengan skala usaha kecil. Disimpulkan bahwa jumlah curahan tenaga kerja keluarga pada skala usaha besar lebih tinggi dari pada skala usah kecil, begitu juga pendapatan curahan jam kerja keluarga pada skala usaha besar lebih tinggi dari pada skala usaha kecil dan skala usaha sedang.Kata kunci : tenaga kerja keluarga, pendapatan tenaga kerja keluarga
Evaluasi Penerapan Aspek Teknis Peternakan pada Usaha Peternakan Sapi Perah Sistem Individu dan Kelompok di Rejang Lebong Dadang Suherman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.35-42

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan aspek teknis peternakan (reproduksi, makanan, dan pemeliharaan sehari-hari) pada usaha peternakan sapi perah sistim individu dan kelompok di kabupaten Rejang Lebong, propinsi Bengkulu. Metode yang digunakan adalah metode survai, jumlah responden usaha peternakan sapi perah sebanyak 30 orang, yang terdiri dari 18 responden peternak sapi perah sistim pemeliharaan individu dan 12 responden peternak sapi perah sistim kelompok. Pengambilan responden secara purposive random sampling. Data hasil penelitian menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi susu pada usaha peternakan sapi perah untuk pemeliharaan sistim individu tidak berbeda dengan pemeliharaan sistim kelompok (6,75 vs. 6,80 kg). Tingkat penerapan aspek teknis pada usaha peternakan sapi perah sistim pemeliharaan individu lebih tinggi daripada usaha peternakan sapi perah sistim kelompok.Kata kunci : Sistem pemeliharaan individu, sistem kelompok, aspek teknis
Respon Fisiologis Sapi Perah Dara Fries Holland yang Diberi Konsentrat dengan Tingkat Energi Berbeda Dadang Suherman; B.P. Purwanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.13-21

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tingkat energi pakan konsentrat yang berbeda dengan respon fisiologis sapi perah dara. Penelitian menggunakan empat ekor sapi perah dara dan empat perlakuan energi pakan konsentrat dengan Rancangan Bujur Sangkar Latin 4 x 4. Energi pakan konsntrat perlakuan, meliputi P1 (TDN 60%), P2 (TDN 65%), P3 (TDN 70%), dan P4 (TDN 75%)  serta  CP 12-15%. Penelitian dilaksanakan selama empat periode serta setiap periode selama 21 hari. Parameter unsur  lingkungan mikro terdiri dari suhu udara, kelembaban udara, THI, kecepatan angin, dan radiasi matahari, serta respon fisiologis, konsumsi TDN dan pertambahan bobot badan sapi perah dara. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi TDN untuk P1, P2, P3, dan P4 masing-masing 3.7, 3.8, 3.7, dan 3.7. PBB sapi perah dara tidak berbeda nyata (P>0.05) pada setiap faktor lingkungan dan periode. Hasil penelitian pada respon fisiologis menunjukkan berbeda nyata (P<0.01), yang ditunjukkan P4 memberikan efek lebih rendah terhadap stress panas. Pemberian perlakuan energi pakan konsentrat 65-70% menunjukkan pertumbuhan optimum pada sapi perah dara. Kombinasi lingkungan dan pemberian energi pakan konsentrat yang lebih tinggi dapat meningkatkan pembebasan panas pada sapi perah dara. Kata kunci : energi ransum, respon fisiologis, stress panas, sapi perah dara
Korelasi Genetik dan Fenotipik Produksi Susu Laktasi Pertama dengan Daya Produksi Susu Sapi Fries Holland Dadang Suherman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.1.27-31

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya produksi susu laktasi pertama, daya produksi susu, serta nilai korelasi genetik dan fenotipik antara produksi susu laktasi pertama dengan daya produksi susu. Data yang dianalisis berupa catatan produksi susu laktasi pertama, kedua, ketiga, dan keempat dari 161 ekor sapi perah betina keturunan 20 ekor pejantan Fries Holland. Sebelum dianalisis data produksi susu distandarkan pada 305 hari lamanya pemerahan, dua kali frekuensi pemerahan per hari, umur setara dewasa (Mature equivalent). Metode penelitian yang digunakan secara kausal komparatif, analisis statistika untuk menghitung besarnya nilai ripitabilitas produksi susu dengan korelasi dalam kelas (intra class correlation), nilai ripitabilitas produksi susu yang didapat kemudian digunakan untuk menduga daya produksi susu yaitu dengan menggunakan rumus daya produksi susu dari Lush (1979). Nilai korelasi genetik dan fenotipik antara produksi susu laktasi pertama dengan daya produksi susu digunakan analisis ragam dan peragam pola satu arah model saudara tiri sebapak. Rataan produksi susu laktasi pertama yang didapat dari hasil penelitian ini sebesar 2.919,04 kilogram, nilai ripitabilitas produksi susu sebesar 0,41, rataan daya produksi susu sebesar 2.920,23 kilogram, serta nilai korelasi genetik dan fenotipik antara produksi susu laktasi pertama dengan daya produksi susu masing-masing sebesar 0,89 dan 0,76.Kata kunci : Korelasi, genetik, fenotipik, laktasi pertama
Efek Waktu Pemberian Pakan dan Level Energi terhadap Cekaman Panas Berdasarkan Suhu Rektal dan Kulit Sapi Dara Fries Holland Dadang Suherman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.2.117-129

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengevaluasi respon suhu rektal dan kulit sapi dara FH pada waktu pemberian pakan berbeda yang diberi konsentrat dengan kandungan TDN berbeda pula. Enam perlakuan: P1 (waktu pemberian pakan pukul 5.00 & 18.00), P2 (pukul 8.00 & 16.00) dan R1 (level TDN konsentrat 70%), R2 (level TDN konsentrat 75%), R3 (TDN konsentrat 75% mengandung minyak kelapa 3,5%). Secara keseluruhan, enam perlakuan: P1R1 (A), P1R2 (B), P1R3 (C), P2R1 (D), P2R2 (E), dan P2R3 (F). Penelitian dilakukan selama enam periode dan setiap periode selama 14 hari. Pengambilan data dilakukan setiap jam pada hari ke 4, 8, 12, dan 14 dari pukul 05.00 hingga pukul 20.00. Parameter unsur cuaca (suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin, dan radiasi matahari), parameter respon fisiologias (suhu rektal dan suhu kulit). Rancangan digunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin 6 x 6. Analisis lanjut menggunakan Uji Tukey dan Kontras Ortogonal. Hasil penelitian didapatkan bahwa ternak yang mengkonsumsi pakan pada pukul 05.00 dan 18.00 cenderung memiliki rataan respon suhu rektal dan suhu kulit lebih rendah saat ada cekaman panas siang hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beban cekaman panas dari sapi dara dapat diatasi dengan pengaturan waktu pemberian pakan dan pemberian pakan dengan energi mudah dicerna.Kata kunci: Waktu pemberian pakan, suhu rektal, suhu kulit, sapi perah dara