Bieng Brata
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu Jalan WR Supratman, Kandang Limun, Bengkulu.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE KAMPUNG SEJAHTERA KELURAHAN SUMBER JAYA KOTA BENGKULU Herlitasari Herlitasari; Bieng Brata; Zamdial Zamdial
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20399

Abstract

Kawasan Wisata Mangrove Kampung Sejahtera merupakan kawasan wisata yang dikelola oleh masyarakat Kelurahan Sumberjaya Kecamatan Kampung Melayu yang memiliki perahu motor. Dengan adanya program strategis dari Kementerian PUPR membuat kawasan mangrove Kampung Sejahtera sangat digemari oleh pengunjung dengan kealamian mangrovenya. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh wisatawan adalah perjalanan (fieldtrip) dengan transfortasi kapal/perahu dengan dua sisi pemandangan yang menarik dalam wisata mangrove yaitu aktivitas interaksi sosial di permukiman di satu sisi, serta kondisi keheningan dan kesejukan di sisi lainnya.. Penelitian ini bertujuan untukmendapatkan rumusan strategis pengembangan ekowisata mangrove Kampung Sejahtera Kelurahan Sumberjaya Kecamatan Kampung Melayu mencakup mendeskripsikan persepsi wisatawan (pengunjung) terhadap pengembangan ekowisata mangrove Kampung Sejahtera danuntuk menetapkanstrategi pengembangan ekowisata mangrove Kampung Sejahtera Kelurahan SumberJaya Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah dengan survey dan quisioner yang dianalisa dengan Analisis SWOT dengan pembobotan dan analisa deskriftif. Strategi yang dapat dikembangkan adalah pengembangan dan diversifikasi kegiatan ekowisata hutang mangrove, meningkatkan promosi dan komunikasi daerah tujuan wisata dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT) modern, pengelolaan ekowisata berasis masyarakat, pengembangan ekowisata mangrove melibatkan stakeholder.