Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN “PELABUHAN TALANGAME” SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA NEGERI 5 KOTA TERNATE Firman Amir; Zulkifli Zulkifli
Humano: Jurnal Penelitian Vol 12, No 2 (2021): PERIODE NOVEMBER
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v12i2.3576

Abstract

Untuk melestarikan nilai-nilai sejarah, maka diperlukan pembelajaran Sejarah khususnya ditingkat Sekolah Menengah Atas dan dibutuhkan peran guru dalam merekontruksi kembali pemanfaatan peniggalan sejarah sebagai sumber belajar. Sumber belajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah diantaranya tempat atau lingkungan, benda, orang, buku, peristiwa dan fakta pemanfaatan peninggalan sejarah yang ada di suatu daerah. Ternate merupakan bagian dari sejarah ­Moloku Kie Raha (Maluku Utara) yang kaya nilai historis dalam jalur perdagangan rempah-rempah pada abad ke XIV, lebih jauh lagi, T­ernate tercatat pernah menjadi pusat pemerintahan Gubernur Portugis sekitar tahun 1522-1570. Oleh sebab itu, Ternate memiliki berbagai macam peninggalan sejarah seperti benteng, keraton, residen dan lain sebaginya. Pelabuhan Talangame adalah salah satu peninggalan sejarah di Ternate yang pernah menjadi sentral jalur perdagangan rempah-rempah di bumi Moloku Kie Raha. Menjadikan Pelabuhan Talangame sebagai sumber belajar sejarah di SMA Negeri 5 Kota Ternate dapat berdampak positif bagi perserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar di dalam kelas dan dilanjutkan di luar kelas, misalnya melalui kunjungan situs-situs sejarah yang ada di Kota Ternate, termasuk  pelabuhan Talangame.Kata Kunci: Pelabuhan Talangame, sumber sejarah, nilai-nilai historis.
PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI ARUS UTAMA MASA DEPAN BANGSA Firman Amir
Humano: Jurnal Penelitian Vol 12, No 1 (2021): PERIODE JUNI
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v12i1.3169

Abstract

Pentingnya membangun karakter melalui pendidikan yang terencana menjadi kebutuhan mendesak saat ini yang harus diperjuangkan oleh seluruh komponen bangsa, baik dari kalangan pemerintah maupun masyarakatnya. Implementasi pendidikan karakter di Indonesia hendaknya dilaksanakan secara menyeluruh yang meliputi konteks makro dan mikro. Konteks makro dalam hal ini bersifat nasional yang meliputi konsep perencanaan dan implementasi yang melibatkan seluruh komponen dan pemangku kepentingan secara nasional yang diawali dengan sebuah kesadaran, bukan kepentingan sesaat. Sedangkan pendidikan karakter dalam konteks mikro berlangsung dalam satu satuan pendidikan secara menyeluruh. Dan secara mikro pendidikan karakter dikelompokkan menjadi empat pilar yaitu kegiatan belajar mengajar dikelas, kegiatan keseharian dalam bentuk budaya satuan pendidikan, kegiatan kurikuler serta ekstra kurikuler dan kegiatan keseharian dirumah, dan didalam masyarakat.