Laksmi Laksmi
University of Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perilaku pencarian informasi pekerjaan oleh sarjana fresh graduate dengan analisis Model Wilson Nihayati Nihayati; Laksmi Laksmi
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 16 No 1 (2020): June
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v16i1.171

Abstract

Introduction. This paper discusses information seeking behavior of university fresh graduate. In fact, many university graduates still face serious difficulties in the job search process based on the increasingly high unemployment rate. Data Collection Method. Purposive sampling was used with 10 respondents. Interviews were used as a data collection technique. Data Analysis. Miles and Huberman data analysis was used in this study reduction, data presentation and conclusion.. Resultsand Discussions. Two barriers in finding information were from psychological factors and interpersonal abilities. New graduates with low psychological and interpersonal skills, such as lack of self-confidence, confusion, inferiority, anxiety, lack of communication show uneffective search results. The situation where information sources are easily accessible supports faster information retrieval and vice versa. Our five informants who lived in the city with easy access support the infomatation seeking process. Conclusion Factors affecting information seeking behaviour were psychological situations, demographic circumstances, interpersonal abilities, environment and characteristics of information sources. Those five factors influence each other.
Teori Interaksionisme Simbolik dalam Kajian Ilmu Perpustakaan dan Informasi Laksmi Laksmi
Pustabiblia: Journal of Library and Information Science Vol 1, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.946 KB) | DOI: 10.18326/pustabiblia.v1i2.121-138

Abstract

Teori interksionisme simbolik (symbolic interactionism), merupakan salah satu teori dalam pendekatan kualitatif yang dianggap sesuai untuk menganalisis fenomena di bidang ilmu perpustakaan dan informasi. Inti kajian ilmu perpustakaan dan informasi yang mendasar adalah bagaimana para profesional informasi khususnya dan masyarakat pada umumnya melakukan tindakan terhadap pengetahuan atau informasi. Pakar yang pertama kali memperkenalkan teori interaksionisme simbolik adalah Jesse Shera. Teori interaksi simbolik berangkat dari pemikiran bahwa realitas sosial merupakan sebuah proses yang dikonstruksi secara dinamis, dan didasari oleh tiga premis Herbert Blumer. Lembaga informasi, seperti perpustakaan, pusat informasi, pusat arsip, dan museum merupakan tempat pengelolaan pengetahuan. Perpustakaan, lembaga yang paling dekat dengan masyarakat, merupakan sebuah panggung di mana simbol-simbol ilmu pengetahuan dipentaskan. Sebagai pengelola pengetahuan, profesional informasi memainkan peran strategis, terutama dalam membangun masyarakat pembelajar, yang menjadi fondasi bagi terbentuknya masyarakat informasi. Sayangnya, kondisi lembaga informasi dikelola oleh profesional informasi dengan citra diri yang tampak buruk; dan gaya hidup masyarakat yang cenderung hedonis dan konsumtif, serta berbudaya visual. Dapat disimpulkan bahwa teori dan metode interaksionisme simbolik di bidang ilmu perpustakaan dan informasi perlu dikembangkan lebih jauh. Pengetahuan di masa lalu menjadi makna yang berarti bagi status seseorang, di masa sekarang, menjadi modal intelektual atau modal budaya bagi relasi kuasa di segala aspek kehidupan. Di masa globalisasi ini, di mana interaksi antar individu semakin intens dan semakin bersifat virtual, simbol-simbol pengetahuan yang digunakan juga semakin variatif.
Teori Interaksionisme Simbolik dalam Kajian Ilmu Perpustakaan dan Informasi Laksmi Laksmi
Pustabiblia: Journal of Library and Information Science Vol 1, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/pustabiblia.v1i2.121-138

Abstract

Teori interksionisme simbolik (symbolic interactionism), merupakan salah satu teori dalam pendekatan kualitatif yang dianggap sesuai untuk menganalisis fenomena di bidang ilmu perpustakaan dan informasi. Inti kajian ilmu perpustakaan dan informasi yang mendasar adalah bagaimana para profesional informasi khususnya dan masyarakat pada umumnya melakukan tindakan terhadap pengetahuan atau informasi. Pakar yang pertama kali memperkenalkan teori interaksionisme simbolik adalah Jesse Shera. Teori interaksi simbolik berangkat dari pemikiran bahwa realitas sosial merupakan sebuah proses yang dikonstruksi secara dinamis, dan didasari oleh tiga premis Herbert Blumer. Lembaga informasi, seperti perpustakaan, pusat informasi, pusat arsip, dan museum merupakan tempat pengelolaan pengetahuan. Perpustakaan, lembaga yang paling dekat dengan masyarakat, merupakan sebuah panggung di mana simbol-simbol ilmu pengetahuan dipentaskan. Sebagai pengelola pengetahuan, profesional informasi memainkan peran strategis, terutama dalam membangun masyarakat pembelajar, yang menjadi fondasi bagi terbentuknya masyarakat informasi. Sayangnya, kondisi lembaga informasi dikelola oleh profesional informasi dengan citra diri yang tampak buruk; dan gaya hidup masyarakat yang cenderung hedonis dan konsumtif, serta berbudaya visual. Dapat disimpulkan bahwa teori dan metode interaksionisme simbolik di bidang ilmu perpustakaan dan informasi perlu dikembangkan lebih jauh. Pengetahuan di masa lalu menjadi makna yang berarti bagi status seseorang, di masa sekarang, menjadi modal intelektual atau modal budaya bagi relasi kuasa di segala aspek kehidupan. Di masa globalisasi ini, di mana interaksi antar individu semakin intens dan semakin bersifat virtual, simbol-simbol pengetahuan yang digunakan juga semakin variatif.