Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kata menō Berdasarkan Surat 1 Yohanes Nyoman Lisias Fernand Dju
Jurnal Jaffray Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v14i1.191

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah mengetahui makna kata menō dalam surat 1 Yohanes melalui pendekatan studi eksegesis yaitu analisis leksikal, analisis grammatikal, analisis konteks dan analisis historis. Perjanjian Baru menggunakan kata menō digunakan dalam hubungan dengan Allah, berarti menekankan sifatnya, sementara dalam hubungan dengan doktrin Kristen, kata ini digunakan secara kiasan menunjuk kepada ketetapan hidup sebagai umat yang diselamatkan. Secara grammatikal, bentuk yang menyatakan bahwa suatu tindakan (peristiwa) sedang terjadi, subjeknya melakukannya secara aktif dan tindakan/peristiwa itu merupakan suatu realitas. Penulis surat ini, Yohanes menyatakan dengan serius bahwa hal yang paling mungkin bagi seseorang untuk tinggal dalam Anak dan Bapa adalah harus tetap tinggal di dalam firman yang “telah kamu dengar dari mulanya.” Sedangkan pendekatan analisis konteks arti menō adalah orang yang lahir dari Allah dan berada di dalam Dia memiliki potensi untuk menjauhkan diri dari dosa karena benih ilahi tinggal tetap di dalamnya dan karena mereka mengenal Dia. Dalam konteks historis penggunaan kata menō yang di dalamnya terkandung pengajaran dan nasihat yang mendasar mengenai doktrin dan praktika hidup Kristen jelas menunjukkan bahwa secara historis teologis kata ini merupakan kata yang penting dalam pergumulan iman dan perkembangan doktrin dalam komunitas Kristen mula-mula. 
Kajian Hermeneutik Mengenai Pencobaan Berdasarkan Yakobus 1:12-18 Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya Masa Kini Nelson Nuban; Nyoman Lisias Fernand Dju
Anoteros: Jurnal Teologi Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66511/anoterosjt.v2i1.65

Abstract

The purpose of writing this article is that the author sees that growing faith is faith that can face problems by relying on God. In accordance with the text of James 1:12-18, it explains that with trials, God wants to make each person a person who is very different from other creatures. And through that, everyone thinks that temptation is something given by God, which brings suffering and even very heavy pressure. Therefore, there are misunderstandings that exist in everyone's life so the author carries out exegesis to find good results so that there are no misunderstandings regarding the text of James 1:12-18. The research method used in writing this article is a qualitative method using the Bible, books, commentaries, dictionaries, journals, and the internet related to the title of the article discussed. The conclusion based on the text of James 1:12-18 is a conclusion that with trials, suffering, and even pressures that exist because of the urge/desire within each person, results that are not constructive are created. Because what God gives is something that can build everyone's faith, the author concludes that what God gives is something that cannot exceed a person's abilities (1 Corinthians 10:13).   Tujuan dari kepenulisan artikel ini adalah penulis melihat bahwa iman yang bertumbuh adalah iman yang dapat menghadapi masalah dengan mengandalkan Tuhan. Sesuai dengan teks Yakobus 1:12-18 menjelaskan bahwa dengan adanya pencobaan maka Allah ingin menjadikan setiap orang menjadi pribadi yang jauh berbeda dengan ciptaan-ciptaan lain. Dan melalui itu maka setiap orang menganggap bahwa pencobaan merupakan sesuatu yang diberikan oleh Allah, dengan mendatangkan penderitaan bahkan tekanan yang sangat berat. Oleh sebab itu, adanya kesalahpahaman yang ada dalam kehidupan setiap orang sehingga penulis melakukan eksegesis untuk menemukan hasil yang baik sehingga tidak adanya kesalahpahaman yang terhadap teks Yakobus 1:12-18. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan Alkitab, buku-buku, tafsiran-tafsiran, kamus, jurnal, serta internet yang berkaitan dengan judul artikel yang dibahas. Kesimpulan berdasarkan teks Yakobus 1:12-18 merupakan suatu kesimpulan bahwa dengan adanya pencobaan, penderitaan, bahkan tekanan-tekanan yang ada karena adanya dorongan/keinginan dalam diri setiap orang sehingga terciptanya hasil-hasil yang tidak membangun. Karena hal yang diberikan oleh Allah merupakan suatu hal yang dapat membangun iman setiap orang sehingga penulis menyimpulkan bahwa apa yang diberikan oleh Allah merupakan sesuatu hal yang tidak dapat melebihi kemampuan seseorang (1 Korintus 10:13).