Mrs. Sulistyowati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETIDAKSEIMBANGAN HAK DAN KEWAJIBAN ANTARA INVESTOR ASING DENGAN PEKERJA INDONESIA DALAM PENGATURAN PENANAMAN MODAL DAN KETENAGAKERJAAN Mrs. Sulistyowati
Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Vol 27, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.641 KB) | DOI: 10.22146/jmh.15893

Abstract

This research purports to identify and find the form of imparity on the rights and obligations of the foreign investors and Indonesian workers in Indonesian regulations of investment law. The imparity is shown in: (i)discrepancies in minimum wage among employee working in foreign investment and domestic investment;(ii) rights and obligations; as well as (iii) legal culture which perceives Indonesian employee as one ofthe production factors. Such imparity, however, are not without purpose. It is aimed to complete verticalharmonization to avoid overlapping regulations. Nonetheless, the author finds this imparity still bringmore favour to the foreign investors. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi dan menemukan bentuk-bentuk ketidakseimbangan hak dan kewajiban antara penanam modal asing dan pekerja Indonesia dalam peraturan perundang-undanganmengenai penanaman modal. Ketidakseimbangan tampak pada: (i) upah minimum yang sama terhadappekerja Indonesia baik yang bekerja di PMA maupun PMDN; (ii) hak dan kewajiban; serta (iii) budayahukum yang menganggap pekerja Indonesia sebagai salah satu faktor produksi yang sama halnya denganfaktor produksi lainnya. Ketidakseimbangan ini bukanlah tanpa tujuan. Ketidakseimbangan yang adaditujukan untuk menciptakan harmonisasi vertikal dalam rangka menghindari kebijakan yang tumpangtindih. Hanya saja, penulis berpendapat bahwa ketidakseimbangan ini masih lebih menguntungkanpenanam modal asing.
PREVENTING CAPITAL MARKET VIOLATIONS AND CRIMES IN THE CONTEXT OF THE SELF­REGULATORY ORGANIZATION FUNCTION Mrs. Sulistyowati; Mr. Paripurna
Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Vol 26, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.118 KB) | DOI: 10.22146/jmh.16037

Abstract

This study examines the preventive measures that can be taken by the Indonesian Stock Exchange (IDX) in their capacity as an SRO in response to capital market infractions. The main role of IDX is as a provider of facilities and infrastructure in capital market activities. Nonetheless, as a self- regulatory organization (SRO) IDX has additional role as regulator of the capital markets with limited authority. This study found that IDX was quite consistent in upholding the legislation in the field of capital markets. However, compliance level of the exchange members is still quite low. Penelitian ini meneliti langkah-langkah pencegahan pelanggaran dan kejahatan pasar modal yang dapat diambil oleh BEI dalam kapasitasnya sebagai SRO. Peran utama BEI adalah sebagai penyedia sarana dan prasarana dalam kegiatan kepasarmodalan. Meskipun demikian, sebagai self-regulatory organization(SRO) BEI mempunyai peran tambahan sebagai regulator pasar modal dengan kewenangan terbatas dalam menetapkan peraturan. Penelitian ini menemukan bahwa BEI telah cukup konsisten dalam menegakkan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Akan tetapi tingkat kepatuhan anggota bursa dapat dikatakan masih cukup rendah.