Meity Suryandari
Institut Agama Islam Az-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS)

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Manajemen Masjid Dalam Memakmurkan Masjid Al-Huda Sukajati Haurgeulis Sri Widartik; Ahmad Asrof Fitri; Meity Suryandari
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i3.26220

Abstract

The implementation of mosque management is an activity that takes place in a mosque and refers to certain rules about mosque management. When running its business, the mosque always refers to a rule that has been set up and follows all of its rules. By following all of the mosque's rules, the mosque can do well. This is because the people in charge of mosques now talk to each other well. There are also things that help and things that hurt the management of a mosque. This study uses a method called "qualitative descriptive" to get the information it needs. The information is then written out in words. The results show that the Al-Huda Sukajati Haurgeulis Mosque already has a well-organized system for running things. The activities of the Mosque Youth Association (IRMAS), congregational prayers, ta'lim assemblies, the Al-Qur'an Education Park (TPA), and the celebration of Hari Raya also help the Al-Huda Sukajati Haurgeulis Mosque do well (HBI). In the meantime, the Al-Huda Sukajati Haurgeulis Mosque isn't doing well because the management organizational structure hasn't been put into place yet. This is because no one in charge of the mosque feels responsible.Keywords: Implementation; Mosque Management; Prosperity AbstrakImplementasi manajemen masjid merupakan penerapan suatu kegiatan yang ada di masjid dan mengacu pada peraturan pengelolaan masjid tertentu. Dalam pengelolaannya, masjid selalu mengacu pada sebuah peraturan yang telah dibentuk dan menjalankan semua peraturannya. Dengan menjalankan semua peraturan masjid, maka masjid dapat menjadi makmur. Hal itu disebabkan karena terjalinnya komunikasi yang baik antar pengurus masjid. Selain itu, adanya faktor pendukung dan penghambat dalam mengimplementasi suatu manajemen masjid. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data yang diperlukan untuk penelitian. Kemudian data tersebut dideskripsikan dalam bentuk kata-kata. Hasil temuan menunjukkan bahwa Masjid Al-Huda Sukajati Haurgeulis sudah memiliki struktur organisasi yang tersusun. Selain itu, adapun faktor pendukung dalam memakmurkan Masjid Al-Huda Sukajati Haurgeulis yaitu dengan adanya kegiatan Ikatan Remaja Masjid (IRMAS), shalat berjama’ah, majelis ta’lim, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), dan perayaan Hari Besar Islam (HBI). Sedang faktor penghambat dalam memakmurkan Masjid Al-Huda Sukajati Haurgeulis yaitu belum berjalannya struktur organisasi kepengurusan karena belum adanya rasa tanggungjawab oleh setiap pengurus masjid.Kata Kunci: Implementasi; Manajemen Masjid; Makmur
Keterkaitan Story Telling Dengan Public Speaking Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Bagi Mahasiswa KPI Dzulfahira Yusuf; Meity Suryandari
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2023): JURIHUM : Jurnal Riset dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni bercerita adalah bentuk komunikasi manusia yang kuno dan universal. Artikel ini membahas tentang pentingnya peran bercerita dalam mempengaruhi persepsi, memotivasi, dan membangun hubungan emosional antara narator dan pendengar. Lebih jauh lagi, dalam konteks pendidikan, bercerita membuka jalan bagi pembelajaran yang lebih efektif dan mendalam dengan mengemas konsep-konsep kompleks menjadi narasi yang menarik. Dengan kata lain, bercerita bukan sekedar sarana hiburan, tetapi juga merupakan sarana penting dalam proses pendidikan dan komunikasi efektif dalam masyarakat modern. Artikel ini akan mengulas elemen-elemen kunci dalam bercerita dan mengidentifikasi penerapan praktis seni bercerita dalam berbagai konteks, mulai dari pendidikan hingga pemasaran dan hubungan antar pribadi. Seni bercerita merupakan kekuatan luar biasa dalam komunikasi manusia. Dari pendidikan hingga pemasaran, bercerita memiliki pengaruh yang tidak dapat disangkal pada semua aspek kehidupan. Dengan memahami dan menghargai kekuatan bercerita, kita dapat menggunakannya untuk membentuk dunia yang lebih terhubung dan terinspirasi. Bercerita adalah senjata rahasia bagi pembicara publik. Dengan menggunakannya dengan benar, pesan kami dapat menyentuh hati dan menginspirasi pikiran. Oleh karena itu, setiap pembicara harus memperkuat kemampuan berceritanya agar menjadi komunikator yang lebih efektif dan berkesan. Dengan demikian, pesan yang ingin disampaikan akan lebih mudah diterima dan diingat oleh pendengarnya, sebelum adanya sistem tulisan, manusia menggunakan cerita sebagai sarana utama untuk berbagi pengetahuan, nilai, dan pengalaman.
Meningkatkan Kemampuan Berbicara Di Depan Umum: Strategi Dan Teknik Efektif Al-Amin Diana; Hafidah Ilmi Hasanah; Meity Suryandari
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2023): JURIHUM : Jurnal Riset dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

komunikasi merupakan proses penyampaian pesan berupa informasi dimana komunikator, pesan juga komunikan sebagai unsur yang turut terlibat dalam kegiatan ini. proses komunikasi ini melibatkan pemberian juga penerimaan terkait informasi, ide, fakta pikiran bahkan pendapat seseorang. tidak jarang banyak pandangan yang menilai bahwa kegiatan berbicara di depan umum menjadi suatu kegiatan yang menakutkan dan dihindari oleh banyak orang. kemampuan untuk dapat tampil tenang dengan artikulasi penyampaian yang baik, jelas dan lancar menjadi hal yang diinginkan oleh banyak orang. tidak dapat dipungkiri bahwa keterampilan dalam komunikasi menjadi salah satu skill yang baik untuk dimiliki setiap pribadi. memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik dapat meningkatkan rasa percaya diri kita berbicara secara langsung di depan audiens. ditambah dengan gestur badan dan tangan yang menyeimbangi materi yang disampaikan, tidak lupa menjaga kontak mata dengan audiens menjadi kunci untuk membuat penampilan berbicara di depan umum menjadi lebih menarik. tentunya untuk pandai di bidang public speaking membutuhkan proses dan semua itu dapat dipelajari bagi siapapun yang menginginkannya.
Memperkuat Kepercayaan Diri dalam Public speaking dan Mengembangan Karakter melalui Storytelling Salwa Intan Fatikah; Najah Fathin Nur Afsharina; Meity Suryandari
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2023): JURIHUM : Jurnal Riset dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya kepercayaan diri dan pengembangan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) serta penerapan metode storytelling dalam pembelajaran bahasa Inggris. Kendala dalam pembelajaran bahasa Inggris, terutama yang monoton, menyebabkan kehilangan minat pelajar. Penelitian menunjukkan bahwa variasi metode pengajaran dan storytelling efektif meningkatkan kemampuan berbicara dan kepercayaan diri pelajar. Pelatihan public speaking melibatkan aspek penguasaan materi, latihan berulang, teknik bernapas, dan penerimaan terhadap kritik. Metode storytelling melibatkan narasi langsung, ilustrasi, mendongeng, papan flanel, boneka, dan permainan jari-jari tangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan berbicara dantorytelling dapat meningkatkan kepercayaan diri pelajar dalam bahasa Inggris serta memberikan pengalaman pembelajaran y sang bermakna.