Abdul Gafur Daniamiseno
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran PPKN Rury Kurniawati; Abdul Gafur Daniamiseno
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 6, No 1 (2019): March
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v6i1.9703

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan persentase peserta didik yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Penelitian dilakukan dalam 3 kali siklus pembelajaran. Sebelum dan sesudah pelaksanaan penelitian dilakukan pretest dan posttest untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik yang tercermin dalam capaian hasil belajar dan jumlah peserta didik yang mencapai KKM. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar meningkat dari 82,31 pada siklus ke-1, 87,69 pada siklus ke-2 dan 83,85 pada siklus ke-3. Persentase peserta didik yang mencapai KKM juga mengalami peningkatan mencapai 80,77% pada siklus ke-1, 88,46% pada siklus ke-2, dan 88,46% pada siklus ke-3. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif TGT dapat meningkatkan hasil belajar dan persentase peserta didik Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang mencapai KKM. AbstractThe objective of this classroom action research was to improve learning outcomes and the percentage of students who achieve a Minimum Completeness Criterion (MCC). The study was conducted in 3 cycles. Pretest and posttest were done during the process to determine the average learning outcomes and the number of students who passes a KKM. The result showed the average learning outcomes increased from 82.31 in 1st cycle to 87.69 in 2nd cycle and become 83.85 in 3rd cycle. In addition, the percentage of students who pass a KKM reached 80.77% in 1st cycle, 88.46 % in 2nd cycle and 88.46 % in 3rd cycle. It can be concluded that the application of the cooperative learning TGT can improve learning outcomes and the percentage of students who pass a KKM of The Pancasila and Civic Education.
Pengembangan E-Book Mitigasi Bencana Gunung Api Berbasis Prinsip-Prinsip Desain Pesan Pembelajaran untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama Arifin Septyanto Nugroho; Abdul Gafur Daniamiseno
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol 9, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.395 KB) | DOI: 10.21831/jitp.v9i1.21690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan e-book tentang mitigasi bencana letusan gunung api berdasarkan prinsip desain pesan pembelajaran yang layak untuk siswa SMP N 3 Turi. (2) Mengetahui efektifitas produk media pembelajaran e-book tentang mitigasi bencana letusan gunung api berdasarkan prinsip desain pesan pembelajaran terhadap hasil belajar siswa SMP N 3 Turi. Penelitian pengembangan ini mengacu pada langkah yang dikembangkan oleh Allesi Trollip. Ujicoba produk terdiri dari uji alpha dan uji beta. Uji alpha dilakukan oleh dua ahli media dan dua ahli materi. Data dikumpulkan melalui angket dan tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket dan lembar soal. Penelitian ini menghasilkan e-book mitigasi bencana gunung api yang didasarkan pada prinsip-prinsip desain pesan pembelajaran yang dinilai sangat baik oleh uji alpha dan uji beta, sehingga layak digunakan sebagai sumber belajar siswa. Hasil uji alpha ahli materi rerata 4,64, sedangkan oleh ahli media rerata 4,20. Penilaian penggunaan e-book oleh siswa diperoleh skor 4,23. Uji efektifitas menunjukan penggunaan e-book mitigasi bencana gunung api lebih efektif daripada pembelajaran mitigasi bencana gunung api biasa. Rerata N-Gain pada kelas eksperimen adalah  0,71 sedangkan pada kelas kontrol adalah 0,54. Rerata N-Gain antara kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukan bahwa nilai kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol dan berbeda secara signifikan.