Landung Esariti
Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro - Semarang, Jawa Tengah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBELAJARAN DARI PROSES PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PADA USAHA BATIK PESANTENAN PATI Dwi Putri Puspa Sari; Landung Esariti
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 2: Desember 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.125 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.2.136-146

Abstract

Usaha berbasis rumah Batik Tulis Pesantenan merupakan salah satu bentuk pemberdayaan di Kabupaten Pati yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Berdirinya usaha ini dilatarbelakangi oleh banyaknya ibu rumah tangga muda yang menganggur dengan suami sebagai perantau dan terbukti mampu memberdayakan lebih dari 200 (dua ratus) ibu rumah tangga sebagai pekerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pembelajaran dari proses pemberdayaan yang dilakukan oleh lembaga non-pemerintah berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan. Metode yang digunakan adalah campuran melalui kuesioner terhadap 19 responden dan wawancara secara mendalam dengan narasumber kunci yaitu pemilik dan perintis usaha serta 9 perangkat desa asal pekerja. Teknik analisis dengan cara deskriptif baik data kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian ini memberikan pembelajaran proses pemberdayaan melalui usaha berbasis rumah sebagai fenomena dalam studi tentang perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilik usaha merupakan pihak yang sangat berpengaruh dan penting keberadaannya sehingga aktivitas pemberdayaan ada dan berlanjut hingga sekarang. Ia berperan sebagai inisiator, penggerak, dan fasilitator yang merintis terjadinya proses mulai dari nol sehingga memberikan akses pekerjaan bagi ibu rumah tangga yang memiliki keterbatasan waktu dan keterampilan. Enam sifat yang melekat padanya yakni rasa empati, mampu melihat adanya potensi dan kebutuhan, jiwa kepemimpinan, inisiatif yang tinggi, pemikiran maju dan terbuka, berperan sebagai fasilitator. Selain itu, motif utama keberhasilannya yaitu adanya manfaat ekonomi.