Sukmawati, N.M.A
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH VARIASI KONSENTRASI PVA, HPMC, DAN GLISERIN TERHADAP SIFAT FISIKA MASKER WAJAH GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL 96% KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Sukmawati, N.M.A; Arisanti, C.I.S; Wijayanti, N.P.A.D
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.58 KB)

Abstract

Ekstrak etanol 96% kulit buah manggis (Garcinia mangostana) diketahui mengandung polifenol berupa xanton yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Pemanfaatan efek antioksidan pada kulit akan baik bila diformulasikan menjadi bentuk sediaan topikal salah satunya dalam bentuk masker wajah gel peel off. Dalam formulasi masker wajah gel peel off dari ekstrak etanol 96% kulit buah manggis, sifat fisik sediaan dipengaruhi komposisi bahan yang digunakan diantaranya PVA sebagai gelling agent, HPMC sebagai agen pengental, dan gliserin sebagai humektan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi PVA, HPMC, dan gliserin terhadap sifat fisika masker wajah gel peel off ekstrak etanol 96% kulit buah manggis. Untuk mengetahui pengaruh PVA, HPMC, dan gliserin terhadap sifat fisika dari sediaan digunakan rancangan penelitian desain percobaan faktorial menggunakan program Design Expert Version 8.0.7. dengan memvariasikan konsentrasi PVA (10-16%), HPMC (2-4%), dan gliserin (2-15%) sehingga diperoleh 8 formula yang kemudian dibuat menjadi sediaan dan dievaluasi sifat fisika dan kimia. Evaluasi tersebut meliputi viskositas, daya sebar, waktu mengering sediaan, dan pH. Hasil evaluasi diolah kembali dengan program Design Expert 8.0.7. dengan ANOVA one way. Hasil menunjukkan bahwa variasi konsentrasi PVA, HPMC dan gliserin yang secara signifikan mempengaruhi viskositas dan daya sebar  sediaan (p<0,05), sedangkan variasi konsentrasi gliserin secara signifikan mempengaruhi waktu mengering dari sediaan (p<0,05).