This Author published in this journals
All Journal Sinergi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA KEGAGALAN BLADE BARIS TERAKHIR PADA ROTOR TURBINE UAP TIPE CONDENSING Adhi Komara; Yuriadi Kusuma
SINERGI Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.975 KB)

Abstract

Blades dari turbin uap merupakan komponen penting dalam pembangkit listrik. Analisa kegagalan blade turbin bertujuan untuk meningkatkan kehandalan sistem turbin secara umum. Kegagalan blade baris terakhir tekanan rendah yang terjadi pada turbine uap type condensing diawali dengan naiknya vibrasi secara mendadak pada area belakang dari 5μm menjadi 51μm. Analisa dan pengujian yang dilakukan adalah analisa steam purity, pengujian mechanical stress dan pengujian metallurgy (analisa material, fractography dan microstructure). Dari hasil analisa steam purity didapat bahwa kandungan silica/ SiO2 yang diambil dari beberapa titik pengambilan sample ditemukan melebihi dari batas maximum yang diperbolehkan sesuai dengan standard VGB (Vereinigung der Großkesselbesitzer)/ Asosiasi pengguna boiler ukuran besar di German; yaitu < 0.02 mg/l. Penuaan material ditemukan dari hasil pengujian yang dilakukan melalui analisa metallurgy microstructure.
Perancangan Ulang Sistem Hidrolik Pada Mesin FFAF Dengan Menggunakan Manifold Sebagai Pengganti Pipa Ngarifin Ngarifin; Yuriadi Kusuma
SINERGI Vol 18, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.84 KB)

Abstract

Mesin FFAF merupakan mesin yang digunakan untuk membuat filter FFAF (Full Fabrics Air Filter) yaitu filter yang terbuat dari kertas woven. Pada mesin FFAF bekerja 3 proses utama secara berurutan yaitu forming (pembentukan), cooling (pendinginan), dan trimming (pemotongan). Mesin FFAF menggunakan sumber tenaga berupa sitem hidrolik untuk ketiga proses tersebut. Pada awalnya sistem hidrolik pada mesin ini menggunakan pipa sebagai media transmisi fluida. Penggunaan pipa tersebut memiliki kelemahan antara lain memerlukan tempat yang luas untuk penempatan pipa-pipa, kesulitan dalam perawatan dan perbaikan, dan pengurangan tekanan (head lose) karena panjang dan belokan pipa serta rentan terhadap kebocoran. Dari kelemahan tersebut penulis melakukan perancangan ulang sistem hidrolik dengan mengganti pipa menjadi manifold yang merupakan penyederhanaan dari sistem pipa yang rumit dan berantakan.