This Author published in this journals
All Journal Sinergi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA POSTUR PENGENDARA MOTOR UNTUK EVALUASI DIMENSI BAGIAN TEMPAT DUDUKAN Torik Torik
SINERGI Vol 20, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.954 KB) | DOI: 10.22441/sinergi.2016.3.008

Abstract

Saat ini sepeda motor menjadi pilihan sebagai alat transportasi yang diminati, meskipun kecelakaan kendaraan bermotor meningkat setiap tahun nya. Rancangan sepeda motor harus nya dapat menjadi prioritas untuk lebih ergonomis agar dapat mengurangi kelelahan pengendara seminimal mungkin. Analisa postur tubuh saat berkendaraan menjadi perhatian serius, bila dimensi sepeda motor dan antropometri pengendara tidak sesuai artinya sepeda motor tidak ergonomis, maka akan terjadi kelelahan yang mengakibatkan kecelakaan. Target penelitian ini untuk mengevaluasi dimensi sepeda motor dibagian sekitar tempat dudukan dan merekomendasikan rancangan dimensi baru khusus sepeda motor tipe bebek metik. Penggunaan pendekatan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) pada pengendara motor dapat mengevaluasi postur pengendara dengan skor dari REBA worksheet untuk mendapatkan gambaran kondiri postur yang ergonomik. Dengan survei yang dilakukan akan mendapatkan data dari pengendara untuk membuktikan postur yang tidak ergonomik. Kondisi postur yang tidak ergonomik mungkin disebabkan adanya demensi sadel sepeda motor yang tidak memenuhi dasar antropomentri. Adapun skor dari REBA worksheet untuk mendapatkan gambaran kondisi postur untuk jarak 34 cm dari ujung sadel skornya 5, kondisi postur untuk jarak 44 cm dari ujung sadel skornya 7, kondisi postur untuk jarak 54 cm ujung sadel skornya 9. Resiko untuk skor 9 pada kategori level tinggi, kondisi berbahaya dan diperlukan tindakan pemeriksaan dan perubahan postur segera. 
HUBUNGAN BERAT BADAN TERHADAP KEKUATAN OTOT PUNGGUNG (Kasus : Pada Lab. Sistem Kerja & Ergonomi) Torik Torik; Rambu Naha Tahap
SINERGI Vol 17, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.798 KB)

Abstract

Di Indonesia, khususnya, isu-isu seperti itu telah jarang dilakukan penelitian, dan hal ini masih penting untuk dipelajari karena hubungan antara faktor-faktor ini mempunyai hasil yang berbeda pada populasi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara berat badan dan usia dengan kekuatan otot punggung untuk kedua jenis kelamin. Tujuh puluh lima laki-laki dan perempuan berusia (18-21) tahun direkrut dalam penelitian ini dan diukur kekuatan otot punggungnya dengan alat dorsal electric dynamometer, sehingga didapatkan data kekuatan otot punggung dan berat badan. Dengan uji korelasi pearson product moment (r) dan korelasi parsial (rp) melalui program SPSS  16  pada  taraf  signifikan α  =  0,05.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa;    (1)  Ada hubungan yang signifikan antara berat badan dengan otot punggung, dengan nilai   ( rhitung  ) sebesar 0.250 ( rhitung > rtabel 0.227) untuk pria, nilai ( rhitung ) sebesar 0.640 (rhitung > rtabel 0.227) untuk wanita. (2)   Ada hubungan yang signifikan antara berat badan dengan kekuatan otot punggung ketika dimasukkan umur sebagai variabel kontrol, dengan nilai Th 2.91 > Ttabel 1.99 untuk pria dan nilai Th 3.92 > Ttabel 1.99 untuk wanita. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar dalam mengevaluasi persyaratan fisik pekerjaan, dan faktor-faktor yang sesuai yang relevan untuk suatu jenis pekerjaan tertentu.