Indra Firmansyah
Magister Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Women Workers' Protection in the Job Creation Law Feminist Legal Theory Perspective Indra Firmansyah; Putra Aji Widia Priambodo; Esti Kanti Pertiwi; Arjuna Al Ichsan Siregar
UNIFIKASI : Jurnal Ilmu Hukum Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/unifikasi.v8i2.5205

Abstract

This study aims to find how women workers' protection is linked to a feminist legal approach, referring to the job creation law. The study revealed there was no improvement in the law. It tended to be detrimental, especially the discussion of three articles: 59, 79, and 81. Feminist Legal Theory sees the need for a breakthrough, the making and enacting laws against women. This is to eliminate discrimination, marginalization, and subordination by law against women. The study employed normative juridical research, involving the statute and conceptual approaches. The data were collected by a literature study involving descriptive data analysis techniques. The study showed women workers' protection, the Job Creation Law has not improved. It is even more destructive, especially the regulation of limitation periods in employment contracts, weekly rest, and contract labour abolition.
LGBT DI INDONESIA: DILEMA HAK ASASI MANUSIA DAN URGENSITAS PEMBAHARUAN PEMIDANAAN Indra Firmansyah; Ahmad Miftah Farid; Dimas Putra Catur Prasetyo; Fandi Ahmad Fahreza
Jurnal Ilmiah Advokasi Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Advokasi
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jiad.v10i2.2677

Abstract

ABSTRAKLGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) merupakan salah satu gejala -bahkan kini menjadi gerakan masif yang didukung PBB- yang kian hari semakin ramai diperbincangkan khususnya di Indonesia. Dengan bekal HAM kelompok LGBT ingin diakui sebagai warga negara yang baik sama dengan warga negara yang lain. Mereka mengkampanyekan bahwa orientasi seksual menyimpang mereka adalah fitrah yang harus diterima masyarakat. Bukan hanya dalam aspek sosial, namun juga dari kaca mata hukum orientasi seksual menyimpang tidak dapat diterima di masyarakat Indonesia. Kasus kekerasan seksual sejenis bukan hanya terus meningkat setiap tahunnya, namun juga semakin meresahkan. Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan regulasi baru yang dapat, tidak hanya mengancam namun juga mencegah terjadinya kasus-kasus serupa. Selama ini KUHP dianggap belum mampu memberikan tindakan represif dari segi ancaman sanksi yang tegas terhadap pelaku LGBT sehingga membuat penyuka sesama jenis merasa bebas dalam menyalurkan orientasi seksual mereka yang menyimpang. Penelitian ini dilakukan dengan metode library review untuk menghasilkan analisis penelitian tentang urgensitas pembaharuan pemidanaan bagi LGBT.Kata kunci : LGBT; HAM; Pembaharuan Pemidanaan