Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

WAWASAN GENDER DAN MANAJEMEN KELUARGA PEREMPUAN PEDESAAN YANG DITINGGAL SUAMI KERJA MERANTAU Nafisah, Aliyatin
PALASTREN Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Palastren (Januari - Juni)
Publisher : PALASTREN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many women became heads of house holds temporarily when their husband left work for a certain period in other places at the pre-prosperous family in the countryside This article is photographing gender insight and family management done by women. It concludes that gender insight of rural women is very low even though in some instances they are not consciously implement gender equitable principles such as fair and equitable treatment in assigning children to help with household work. Family manage ment in the financial management conducted by the respondent to sort out the requirements with emphasis on meeting the needs of shelter, clothing and food, although in its simplicity. Self-actualization and fulfillment of religious education is done by actively following the activity in their neighborhood. Keywords: female headed households, Rural Women, Gender Insight, Family management
MODEL DAN PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI SMA ISLAM KELING JEPARA Nafisah, Aliyatin
Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan CENDEKIA VOL 10 NO 1 TAHUN 2012
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v10i1.407

Abstract

Abstract:  Whatever the teaching-learning process going on, every teacher should have the policy and strategy to take on the Model of the teaching-learning and get out the record of problems with the teaching-learning process, then search the best solution for them. Especially for the Arabic teacher should have the policy and strategy to take on the Model of the teaching-learning and get out the documentation of challenges with the teaching-learning process, then seek out the best suspension for them. If the Arabic teacher does not do that all, he/she makes self on the place is as far as the Professional Arabic Teacher. the Arabic Teacher in the Tenth Grades of Jepara Keling Islamic Senior High School had do the best way in making the teaching-learning process; His curriculum and Teaching-learning Administration had NR score = 3.35 at level B (High – Good), The Model of the teaching-learning had NR score = 3.55 at level B (High – Good), and the type of Examination and giving the students’ score had NR score = 3.47 at level B (High – Good).
ARTI PENTING PERPUSTAKAAN BAGI UPAYA PENINGKATAN MINAT BACA MASYARAKAT Nafisah, Aliyatin
LIBRARIA Vol 2, No 2 (2014): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/libraria.v2i2.1248

Abstract

Minat baca masyarakat Indonesia dinilai masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. UNESCO mencatat pada 2012 indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001 artinya dalam 1000 orang hanya ada satu orang yang berkegiatan membaca. walaupun mungkin ketidaktertarikan pada kegiatan membaca tidak hanya karena minat baca yang minim tapi juga karena ketersediaan buku yang bisa merangsang mereka untuk membaca memang kurang ( http: republika.co.id/berita/nasional/daerah : 11 November 2014). Oleh karena itu perlu ada upaya-upaya yang serius untuk meningkatkan minat baca yang bisa dimulai dari menumbuhkan kegemaran membaca sejak dini dalam keluarga. Upaya-upaya meningkatkan tingkat minat baca masyarakat harus dilakukan secara bersama-sama semua pihak. Dalam hal ini pihak yang paling berkompeten adalah pemerintah, perpustakaan, pustakawan, dan masyarakat.Pemerintah harus segera merealisasikan pengembangan sistem nasional perpustakaan sebagai upaya mendukung sistem pendidikan nasional, menjamin kelangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar masyarakat, menjamin ketersediaan layanan perpustakaan secara merata di tanah air, menjamin ketersediaan keragaman koleksi perpustakaan melalui translasi, transliterasi, transkripsi dan transmedia, menggalakkan promosi gemar membaca dan memanfaatkan perpustakaan, meningkatkan kualitas dan kuantitas koleksi perpustakaan, membina dan mengembangkan kompetensi, profesionalitas pustakawan, dan tenaga teknis perpustakaan.Selain itu, perpustakaan harus mengembangkan dirinya menjadi perpustakaan yang ideal. Perpustakaan ideal harus memenuhi empat kriteria. Kriteria pertama, pengelola perpustakaan haruslah memiliki jaringan keluar ( network) yang luas. Kedua, memiliki akses cepat, tepat dan mampu memberikan layanan secara maksimal. Ketiga, memiliki koleksi buku yang lengkap. Keempat, perpustakaan hendaknya memiliki agenda rutin ( bersifat mingguan, bulanan atau tahunan) untuk mengadakan kegiatan diskusi, debat, seminar atau kegiatan sejenis untuk menambah daya tarik pengunjung.