Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLIKASI SERTIFIKAT HALAL DALAM MANAJEMEN BISNIS INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN Hartini Hartini; Malahayatie Malahayatie
GREAT: Jurnal Manajemen dan Bisnis Islam Vol 1, No 2 (2024): Journal of Management and Islamic Business
Publisher : Prodi Manajemen Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62108/great.v1i2.688

Abstract

penelitian ini membahas mengenai Industri makanan dan minuman di Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, menjadi kontributor penting terhadap PDB industri pengolahan. Pertumbuhan ini sejalan dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi makanan dan minuman halal, terutama dengan tren global yang mengedepankan gaya hidup halal dan thayibban. Sertifikasi halal menjadi krusial dalam memenuhi tuntutan konsumen yang semakin peduli terhadap kehalalan produk. Sertifikasi ini memberikan jaminan bahwa produk telah memenuhi standar kehalalan dan kualitas, menjangkau pasar yang lebih luas, dan memperoleh kepercayaan konsumen. Namun, masih ada tantangan dalam penerapan sertifikasi halal secara menyeluruh, terutama terkait kurangnya kesadaran dan kepatuhan pelaku bisnis. Penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi halal memiliki implikasi dalam manajemen bisnis, termasuk pengaruhnya terhadap strategi pemasaran, akses pasar global, dan efisiensi operasional. Manajemen bisnis syariah menjadi relevan dalam konteks ini, mengatur operasi bisnis berdasarkan prinsip-prinsip syariah untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan dan prinsip yang ditetapkan Islam. Dengan memperkuat manajemen bisnis yang sesuai dengan prinsip syariah dan memanfaatkan sertifikasi halal, pelaku bisnis dapat meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan memperoleh kepercayaan konsumen, mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman halal di Indonesia dan secara global. Ditemukan bahwa sertifikasi halal memiliki dampak strategis dalam pemasaran produk, memberikan akses pasar global, dan memperkuat posisi pelaku bisnis. Implementasi manajemen bisnis syariah juga penting dalam memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam operasi bisnis. Dengan demikian, sertifikasi halal menjadi kunci untuk memasuki pasar yang lebih luas dan mempertahankan keunggulan kompetitif dalam industri makanan dan minuman.Top of FormBottom of Form 
Analisis Tantangan dan Peluang Industri Halal di Indonesia Miftahul Jannah; Malahayatie Malahayatie
Indonesia Journal of Halal Vol 7, No 2 (2024): IJH
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v7i2.23195

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal, tetapi juga menghadapi beberapa tantangan. Untuk mengembangkan industri halal, Indonesia perlu meningkatkan kesadaran masyarakat, meningkatkan kualitas rantai pasokan produk halal, meningkatkan kepedulian terhadap produk ramah muslim dan meningkatkan kerja sama dengan negara lain. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan posisinya sebagai sentra perkembangan ekonomi syariah di dunia dan meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan industri halal.Kata Kunci: Indonesia, halal, industri dan produk
Optimalisasi Peran Dekranasda dalam Pemberdayaan Ekonomi Kreatif pada Kelompok Kerajinan Perempuan Kabupaten Aceh Timur Malahayatie Malahayatie; Irmayani Irmayani
Saree: Research in Gender Studies Vol. 4 No. 1 (2022): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v4i1.551

Abstract

This article describes optimizing the role of the Regional National Crafts Council (Dekranasda) in empowering the creative economy of women's craft groups in the East Aceh District and the obstacles encountered in empowerment. Data collection techniques used are: observation, interviews, and documentation. The Key Informants in this study were: Secretary of the Dekranasda, Chair of the Dekranasda, Treasurer of the East Aceh Dekranasda, and chair of the group of women craftsmen. The data analysis technique used after the data was collected was data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that optimizing the role of Dekranasda in empowering the creative economy of women craftsmen groups has grown a quite significant role. Dekranasda has a role as a motivator, facilitator, monitor, dynamicator, and marketing in the development of its handicraft products. These various roles still show optimal function. However, the role of marketing seems to be still not optimal due to the global impact of the Covid-19 pandemic and delays in the distribution of financial assistance. AbstrakArtikel ini membahas mengenai optimalisasi peran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dalam pemberdayaan ekonomi kreatif kelompok pengrajin perempuan di Kabupaten Aceh Timur dan kendala-kendala yang dihadapi dalam pemberdayaan tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Key Informan dalam penelitian ini adalah: Sekretaris Dekranasda, Ketua Dekranasda, Bendahara Dekranasda Aceh Timur, dan ketua kelompok pengrajin perempuan. Teknik analisis data yang digunakan setelah data terkumpul adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi peran Dekranasda dalam pemberdayaan ekonomi kreatif kelompok pengrajin perempuan mengalami perkembangan peran yang cukup signifikan. Dekranasda memiliki peran sebagai motivator, fasilitator, pemantau, dinamisator, dan pemasaran dalam pengembangan produk kerajinannya. Berbagai peran tersebut masih menunjukkan fungsi yang optimal. Namun, peran pemasaran nampaknya masih belum optimal karena dampak global dari pandemi Covid-19 dan keterlambatan penyaluran bantuan keuangan.