Dibyo Prabowo
Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BANK RISK LEVEL AND BANK CAPITAL : THE CASE OF THE INDONESIAN BANKING SECTOR Muyanja Ssenyonga; Dibyo Prabowo
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 21, No 2 (2006): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.811 KB) | DOI: 10.22146/jieb.37120

Abstract

Artikel ini menganalisis hubungan antara risiko bank dan modal. Dengan mengunakan analisis 3SLS penelitian inimenemukan adanya hubungan negatif antara tingkat risiko dan modal sektor perbankan. Tingkat aktiva sektor perbankan menunjukkan hubungan positif dengan risiko bank, sama halnya dengan krisis moneter 1997. Tingkat kurs rupiah terhadap dollar dan pasiva dalam mata uang asing menunjukkan adanya hubungan negatif dengan tingkat modal perbankan. Implikasi kebijakan adalah perlunya meningkatkan kepatuhan bank pada prinsip kehati-hatian, penambahan modal bank, dan pengawasan transaksi bank yang dilakukan dalam mata uang asing
ASEAN COOPERATION: TRANSFER OF AGRICULTURAL TECHNOLOGY1 Dibyo Prabowo
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 6, No 1 (1991): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5623.397 KB)

Abstract

Permasalahan alih teknologi, khususnya di hidang pertanian, tetap menarik untuk dikaji. Sejarah pembangunan pertanian mencatat kisah sukses alih teknologi melalui Revolusi Hijau. Hanya nampaknya disepakati bahwa alih teknologi di bidang pertanian tidak berjalan dengan "mulus" begitu saja.Tulisan ini mencoba menelaah alih teknologi di bidang pertanian dalam lingkungan negara-negara ASEAN. Selanjutnya, juga dikaji faktor-faktor apa yang nampaknya menjadi kendala dalam proses alih teknologi. Di masa mendatang, implikasinya, dituntut upaya-upaya kerjasama antar negara negara ASEAN yang lebih erat dalam bidang teknologi pertanian, baik melalui COFAF (Komite ASEAN bidang Pangan, Pertanian, dan Kehutanan), 1RRI, maupun SCOFH (Sub komite ASEAN dalam Penanganan Pangan).